Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

6 Event Seni Yogyakarta yang Haram Dilewatkan

Riza Rozaliani Anggana Putri oleh Riza Rozaliani Anggana Putri
11 September 2019
A A
yogyakarta

yogyakarta

Share on FacebookShare on Twitter

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna

Auto-nyanyi melihat tulisan ini. Lirik dari lagu dari Kla Project yang berjudul “Yogyakarta”. Seniman Yogya yang melegenda dan masiih banyak lagi lagu- lagu yang menggambarkan dengan kota yang masih menyandang status Istimewa.

Yogyakarta memang tidak pernah kehabisan talenta. Kota budaya, kotanya para seniman. Maka tidak heran pula jika di Yogyakarta punya beberapa event andalan yang seperti menjadi perayaan seniman dan juga penikmat seni. Jika dihitung dalam setahun mungkin Jogja punya puluhan event bahkan ratusan, tapi coba kita tengok event- event tahunan  yang sekiranya ‘wah ini jogja banget’.

  1. FKY

Event yang dulunya bernama Festival Kesenian Yogya ini kini berganti menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta, sebuah festival yang mengangkat local wisdom dari Yogyakarta. Disini kita dapat menikmat beberapa suguhan kesenian , seperti panggung musik, pamera seni rupa, workshop, juga stand bazar ekonoi kreatif. Untuk venue dari FKY biasanya berganti tiap tahun, kira kira 3 tahun lalu berada di Taman Kuliner Condongcatur , lalu di Pyramid Sewon(nderland), dan di 2019 ini venue berada di Kampung Mataraman sebagi venue utama, tetapi juga ada beberapa venue yang lainnnya. Festival ini selain menyuguhkan kreasi kesenian tapi diharapka juga dapat berdampak setelah digelarnya event, berdampak untuk masyarakat sekitar, berdampak untuk seniman- seniman lebih mempunyai ruang mengekspresi karya- karyanya, juga pelaku ekonomi kreatif yang sedang mengembangkan usahannya.

  1. ArtJog

Sebuah kontemporer Art Festival kebanggaan di Yogyakarta. Mahakarya visual art se Nusantara dan mancanegara yang terpilih oleh kurator bisa kita nikmati disini. ArtJog sudah menjadi agenda rutin dan masuk list tahunannya para seniman seni rupa khususnya. Sebuah kebanggaan jika karya visual kita bisa dipamerkan di ArtJog. Tetapi bukan cuma seni rupa atau instalasi namun di ArtJog juga menyuguhkan pertunjukkan yang bermacam- macam disetiap harinya, musik kontemporer sampai tari kontemporer. ArtJog ini juga menjadi ruang kreatif untuk berdiskusi, karena penikmat seni selain melihat pameran juga bisa mengikuti diskusi dengan senimannya dan juga diskusi- diskusi terkait ruang kesenian yang lainnya. Seni Instalasi yang terpamerkan di ArtJog ini menjadi lahan ootd, photo estetik para pengujungnya.

  1. Prambanan Jazz

Mengapresiasi bandung bondowoso membangun candi dalam semalam, era kini kita dapat menikmati sajian musik ditengah megahnya candi Prambanan, tidak heran artis artis heitzz Indonesia dan Mancangara menjadi penampil di acara musik yang ditunggu- tunggu. Menurut cerita event ini ingin tetap menyatukan musik masa kini (Jazz) dengan kearifan lokal yang tak lekang oleh zaman, candi Prambanan, ikon utama dari event ini.

  1. WJNY ( Wayang Jogja Night Carnival)

Merayakan ulang tahun kota Yogyakarta, Wayang Jogja Night Carnival dikonsep dalam bentuk street art, yaitu seni pertunjukkan yang dikhususkan untuk ditampilkan di jalanan.  Pemerintah rutin mengadakan karnaval tepat di tanggal 7 Oktober di malam hari. Peserta dari karnaval ini dari kecamatan / kelurahan yang ada di kota Yogyakarta khususnya, selain itu juga beberapa instansi dan perusahaan ikut serta berpartisipasi Kita dapat menyaksikan karnaval ini biasanya  di sepanjang jalan Sudirman – jalan Mangkubumi dimana Tugu Pal Putih sebagai icon Jogja sebagai titik pusat perhelatan tersebut. Kita dapat melihat kendaraan- kendaraan dihias begitu pula dengan mbak- mbak yang bertengger diatasnya, cwantiik cwantik, yaiyalah dandanannya udah dari 5 jam sebelumnya. Sudah kita tinggal menunggu di sepanjang jalan itu nanti mereka akan lewat. 

  1. JAFF ( Jogja- NETPAC Asian Film Festival)

  Sineas – sineas akan banyak berkumpul di event ini. Event Festival film yang menghadirkan sinema- sinema dari negara- negara di Asia, khususnya Indonesia. JAFF setiap tahunnya menayangkan karya- karya yang terpilih dari Asia, film- film ini beberapa bersifat kompetisi dan non- kompetisi. Dimana yang bersifat kompetisi nantinya akan mendapat awardding di malam penutupannya. Pemutaran film yang terdapat di JAFF biasanya diputar di beberapa bioskop di Jogja. Selain pemutaran film di JAFF juga mengadakan forum diskusi tentang dunia sinema dengan para sineas ataupun komunitas film.

Baca Juga:

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

  

  1. Pasar Kangen Jogja

Mau kangen-kangenan dengan suasana tempo doeloe? Di sini tempatnya. Pasar Kangen Jogja. Disini kita bisa menemui mulai makanan- makanan tradisional yang di saat ini sulit ditemui, barang- barang antik, buku- buku jaman dulu, atau bahkan alat elektronik, atau musik kaset dari CD piringan sampai radio jadulnya.

Selain itu di event ini ada panggung pertunjukkan yang biasanya diiisi dengan musik keroncong atau campursari. Venuenya biasanya diadakan di TBY (Taman Budaya Yogyakarta). Di sini kita akan menemukan mbak-mbak pakai baju adat alias kebanyakan yang jadi penjual makanannya. Eh tapi, beli makanannya sajaa, jangan juga sekalian menggoda. Kok kesempatan senengane.

Nah, sekiranya itulah event- event di Yogyakarta yang selalu dinantikan tiap tahunnya. Banyak orang berburu mengincar event- event ini, mulai dari seniman, penikmat seni atau para kaum pemburu volunteeran.

Selamat menikmati Yogyakarta dan seisinya, kalian tidak akan haus acara. Masih banyak lagi event- event selain diatas, nanti akan kau temui ketika datang langsung ke Yogya, nikmatilah ini juga sebuah bentuk wisata. (*)

BACA JUGA Nggak Hanya Gudeg, Aset Jogja adalah Es Teh Angkringan atau tulisan Riza Rozaliani Anggana Putri lainnya.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2021 oleh

Tags: Budaya Indonesiafkyhari raya seniJogjajogja berhati nyamanKearifan Lokalpasar kangen
Riza Rozaliani Anggana Putri

Riza Rozaliani Anggana Putri

ArtikelTerkait

UIN Sunan Kalijaga Tepati Janji, Maba Tak Menderita Lagi (uin-suka.ac.id) UIN SUKA, UGM, UNY, Jogja

Bangga sih Bangga, tapi kalau Bilang UIN SUKA Lebih Unggul ketimbang UGM, Itu mah Bukan Bangga, tapi Halu!

13 Maret 2024
Kapok Naik Trans Jogja Setelah Satu Kali Mencobanya MOJOK.CO

Kapok Naik Trans Jogja Setelah Satu Kali Mencobanya

14 Agustus 2020
UMR Jogja Harus Naik Drastis, Tidak Bisa Tidak! upah minimum yogyakarta

Jogja Kini Tak Lagi seperti Penggalan Sajak Joko Pinurbo

21 Mei 2023
4 Aturan Tidak Tertulis supaya Nyaman Tinggal di Semarang

Semarang Jarang Masuk Daftar Kota yang Romantis, padahal Punya Banyak Modal untuk Jadi Kota (Paling) Romantis

1 Februari 2025
Saya Justru Lega Semarang Tidak Mungkin Jadi “The New Jogja” seperti Solo dan Purwokerto Mojok.co

Saya Justru Lega Semarang Tidak Mungkin Jadi “The New Jogja” seperti Solo dan Purwokerto

5 April 2025
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.