Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Menurut Kamu Apa Arti Emoji ‘Dua Telapak Tangan yang Menyatu’?

Iassaswin oleh Iassaswin
4 Juli 2019
A A
Eh, sekarang mereka semakin terpecah lagi dengan perbedaan pendapat mengenai pemakaian emoji 'dua telapak tangan yang menyatu'.

emoji 'dua telapak tangan yang menyatu'

Share on FacebookShare on Twitter

Lagi, media sosial di Indonesia kembali dibikin heboh dengan drama yang membuat perpecahan di tubuh netizen. Sebelumnya warganet sudah terbagi ke dalam dorama dengan edisi Tim Ikan Asin vs Tim Mokondo atau Tim Bus Hantu vs Tim Kereta Hantu. Eh, sekarang mereka semakin terpecah lagi dengan perbedaan pendapat mengenai pemakaian emoji ‘dua telapak tangan yang menyatu’. Masing-masing kubu sangat bersikeras. Ada tim yang meyakini bahwa emoji itu sebagai bentuk permohonan, ada juga yang menganggap sebagai doa, plus sebagian lainnya ada yang yakin sebagai bentuk tos-tosan—high five.

Sebagai mas-mas biasa yang selalu bingung dengan jalan pikiran pengguna internet di negeri berflower—Indonesia—dalam hati saya bergumam, “Hmm, emoji saja kok dipermasalahin ya?”

Tapi tiba-tiba ada suara lain dalam benak saya yang berontak dan berujar, “Lho bukan begitu! *menirukan nada suara Hakim MK Pak Arif Hidayat dalam sidang penggunaan emoji harus sesuai konteks percakapan tahu! Kalau kita salah mengartikan atau mendistribusikan emoji tersebut maka akan berdampak pada mispersepsi obrolan!”—pikir otak saya.

Baiklah karena termakan rasa penasaran saya pun coba melakukan riset nanya-nanya dengan kawan-kawan terdekat saya tentang sudut pandang mereka terhadap arti dan penggunaan dari emoji ‘dua telapak tangan yang menyatu’ tersebut. Mereka pun punya pandangan masing-masing. Diantaranya:

Adalah Erik, pengguna emoji ‘dua telapak tangan yang menyatu’ dari tim tos-tosan yang percaya sekali bahwa emoji tadi sebagai bentuk high five atau tos-tosan antara dua orang. Semisal dalam percakapan seperti:

“Ya udeh, ntar kita ketemu di tempat biasa. Sampai jumpa ya, Bro *diikuti emoji”.“ Ia pun bersikukuh dengan berkata “See, Mas? Ini tuh bentuk adu tos ala see you see you gitu. Keren kan aku?”

Aku pun menjawab, “Iya deh, Rik.”—agar cepat.

Kemudian saya beralih ke koresponden lain. Adalah Sinta—pengguna emoji yang sama—yang yakin betul bahwa emoji menyatukan telapak tangan itu adalah sebuah representasi dari ekspresi permohonan.

Baca Juga:

Fitur Reaction WhatsApp Nggak Ada Gunanya, Bukannya Mempermudah Komunikasi Cuma Bikin Sakit Hati

Membela Orang yang Chattingan Tanpa Emoji

“Aku sih selalu menggunakannya dalam hal yang menyangkut permohonan atau permintaan tolong,” jawabnya. “Contoh nih kalimat kayak: Eh sin, aku pinjem dulu bukumu ya? Ntar pasti aku balikin deh, please *diikuti emoji.” lanjut Sinta. “Jadi pas banget kan kalo sebagai bentuk permohonan,” imbuhnya.

Berikutnya, aku menanyai Hari yang juga gemar menggunakan emoji yang bersangkutan. Justru Ia biasa menggunakan emoji  sebagai bentuk perwujudan tangan yang berdoa. Dalam percakapan atau chat dia buat sample hal seperti ini, “Okay deh kalo Mamah kamu tidak apa-apa, saya doakan supaya cepat sembuh—Al-Fatihah *diikuti emoji” atau “semoga amal dan ibadahnya diterima ya, amin *diikuti emoji.”

Nah selain pendapat dari ketiga teman Mas itu, ada juga kok pendapat dari mereka yang memakai emoji ‘dua telapak tangan yang menyatu’ sebagai bentuk terima kasih. Simple-nya ya, “terima kasih *diikuti emoji” atau “thank you, Bro *diikuti emoji.”

Konfrontasi antara mereka yang memiliki arti berbeda terhadap emoji tersebut, turut menyeret salah satu peneliti emoji bernama Keith Broni yang angkat suara.

Dalam artikel yang diterbitkan oleh detik.com, Broni menyatakan bahwasanya “Itu maksudnya seperti menyatukan kedua telapak tangan secara individual, bukan tos-tosan” Kendati demikian, penggunaan emoji ‘dua telapak tangan yang menyatu’ memang bebas diartikan apa saja bergantung pada kebiasaan atau budaya.

Semisal di Jepang, kadang emoji itu digunakan pada ucapan ‘itadakimasu’ yang bisa mereka pakai sebelum makan. Kalau di Barat, biasa dipakai untuk ‘begging for something’ yang merujuk pada ‘please, apologize, and etc.’ Dalam Hindu pun bisa juga dipakai dalam sapaan “Namaste.’

Khusus di Indonesia, sendiri kalau dibayangkan dalam kehidupan nyata genstur telapak tangan yang menyatu biasa digunakan secara beragam sih. Kalo mas lihat sih seperti, ucapan “terima kasih sudah menaiki maskapai kami” di bandara, bisa juga penyambutan “selamat datang di Indomaret” atau sebagai salam pembuka ‘assalamulaikum’ dalam budaya Timur. Oh iya, yang paling sering  juga biasa digunakan dalam ucapan, “selamat hari raya.”

Jadi, kalau menurut antum itu emoji cocoknya mengartikan apa nih? Lebih baik kita sepakati bersama di kolom komentar yhaaa~

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: emojiemoji 'dua telapak tangan yang menyatu'emoji high fiveperdebatan netizen
Iassaswin

Iassaswin

ArtikelTerkait

Membela Orang yang Chattingan Tanpa Emoji terminal mojok

Membela Orang yang Chattingan Tanpa Emoji

16 November 2021
Fitur Reaction WhatsApp Nggak Ada Gunanya, Bukannya Mempermudah Komunikasi cuma Bikin Sakit Hati

Fitur Reaction WhatsApp Nggak Ada Gunanya, Bukannya Mempermudah Komunikasi Cuma Bikin Sakit Hati

30 Juni 2024
Ketiadaan Emoji Makanan Khas Indonesia Bukti bahwa WhatsApp Nggak Peka emoticon makanan food emoji

Ketiadaan Emoji Makanan Khas Indonesia Bukti bahwa WhatsApp Nggak Peka

10 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

19 Januari 2026
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

20 Januari 2026
Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

20 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.