Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

6 Menu Warteg yang Bermasalah, Pikir Ulang sebelum Pesan  

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
16 Agustus 2025
A A
6 Menu Warteg yang Bermasalah, Pikir Ulang sebelum Pesan

6 Menu Warteg yang Bermasalah, Pikir Ulang sebelum Pesan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ke warteg, kalian lebih suka pesan apa?

Tempat makan yang menyediakan aneka lauk ya warteg. Mulai dari aneka gorengan, tumis-tumisan hingga bermacam sayur kuah, ada di sana. Lauk pauk tersebut ditata rapi di etalase kaca. Nantinya, pelanggan tinggal tunjuk saja lauk mana yang mereka inginkan.

Soal cara pesan lauk yang tinggal tunjuk ini, sampai-sampai ada jokes yang menyebut bahwa pesan menu di warteg ini tak ubahnya seperti touch screen. Tinggal nutul-nutul, beres.

Meski menyediakan banyak lauk, tidak semua menu di warteg bisa memberikan pengalaman makan yang menyenangkan. Salah pilih lauk bisa berujung pada hilangnya selera makan. Ini bukan semata soal rasa, tapi… Ah, baca sendiri, deh. Berikut adalah 6 menu di warteg yang bermasalah.

#1 Olahan udang, menu warteg pertama yang perlu dihindari karena asal cemplung

Sering lihat lauk olahan udang di etalase warteg? Biasanya, udang di warteg diolah jadi mirong (gorengan udang yang bentuknya tipis dan lebar), atau ditumis bersama tahu kuning. Kadang juga dicampur ke capcay.

Sayangnya, udang di warteg ini sering diolah asal cemplung. Kepalanya tetap utuh, sungutnya masih menjuntai panjang, dan kulit luarnya dibiarkan melintang di piring. Tahu sendiri kan kalau kepala udang tetap nempel kita bakal dapat bonus apa? Yak, betul. Item-item di dalam kepalanya. Uhhh, bikin illfeel. Belum aromanya yang cenderung amis dan nyegrak.

Soal kenapa kepalanya nggak dibuang, itu bagian dari strategi biar udangnya tetap terlihat gede. Selain efisiensi waktu juga. Jadi menu warteg pertama yang baiknya dihindari ya udang ini.

#2 Sayur sop memang enak, tapi sayang sayur sop warteg overcooked!

Siang-siang makan sayur sop memang enak. Kuahnya yang segar dengan semripit rasa merica membuat tenggorokan terasa lega. Isinya pun tampak menggoda dengan warna-warni wortel, kentang, buncis, seledri, dsb.

Baca Juga:

Kenapa Bakmi Jogja Susah Bertahan di Tegal, tapi Gudeg Bisa?

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Akan tetapi menu sop di warteg ini punya satu masalah klasik. Sayurnya overcooked! Coba saya tanya, apa enaknya sayur sop yang kolnya layu, kentangnya lemes, buncisnya letoy dan seledri yang sudah mau hancur?

Kalau ketemu sayur sop modelan begini, cuma ada dua kemungkinan: masaknya emang kelamaan karena disambi goreng tempe, atau sayur sop ini adalah sayur sop yang sudah dihangatkan berkali-kali. Dua-duanya, sama-sama bikin selera makan jadi nge-drop, selapar apa pun kondisi kita saat itu.

#3 Menu warteg bermasalah lainnya: ikan goreng

Lauk di warteg lainnya yang sering bermasalah adalah ikan goreng. Berdasarkan pengalaman beli lauk di warteg, tampilan luar ikan goreng yang tampak garing bukanlah jaminan. Bisa jadi, garingnya itu bukan garing hasil gorengan pertama, tapi garing karena sudah digoreng berkali-kali.

Saya pernah membeli ikan lele di warteg karena tertarik dengan tampilan luarnya yang tampak keset. Eh, ketika dimakan, daging ikannya sudah keras. Pernah pula ikan kembung, ehhh, sama juga. Daging ikannya sudah menyatu dengan si tulang karena efek bolak-balik masuk penggorengan. Kapok deh pesan menu warteg ikan goreng.

#4 Ati ampela yang pahit dan amis udah pasti bikin nafsu makan ciut

Ati ampela ini boleh dibilang bahan makanan yang harus sabar dalam pengolahan. Masalahnya, ati ayam ini gampang pahit kalau penangananya asal-asalan. Ampela juga harus betul-betul dicuci bersih suoaya selaput dan pasirnya hilang. Begitu ada yang miss, rasa pahit-amisnya bakalan nyelekit.

Selain itu, menu ati ampela di warteg biasanya sudah satu paket dengan usus yang dililitkan. Nah, mencuci usus ini juga harus benar-benar bersih. Tahu sendiri kan usus itu tempatnya apa?

Mending kalau memang kepingin makan ati ampela di warteg, cek dulu, Sob. Kalau terlihat keriput atau mengkilap berminyak dan aromanya tercium aroma “kandang”, mending tahan diri. Cari lauk yang lain saja.

#5 Ayam goreng sering bikin pembeli melongo karena harga nggak sepadan dengan ukuran ayam

Di Terminal Mojok pernah ada tulisan berjudul Ayam di Warteg itu Cuma Pajangan bukan Menu yang Seharusnya Dipesan. Kelihatannya sih tulisan lucu-lucuan, tapi sebenarnya ini fakta, lho. Ayam goreng di warteg ini entah kenapa memang sering kali mengecewakan. Mulai dari rasanya yang hambar, potongan dagingnya yang kecil dan tekstur dagingnya yang alot.

Bukan hanya itu saja. Pesan menu ayam goreng di warteg itu juga sering bikin pembeli melongo karena harganya yang nggak sepadan dengan ukuran ayamnya. Memang paling bener kalau mau makan ayam goreng itu ya ke rumah makan Padang aja, bukan ke warteg.

#6 Pindang puyuh rasanya kayak makan kerikil, keras!

Telur puyuh di tangan pengusaha warteg bisa diolah jadi berbagai macam menu. Bisa dioseng bareng dengan kacang panjang dan tauge, bisa jadi campuran capcay, ataupun dibuat pindang. Itu lho, telur puyuh dimasak dengan bumbu kecap dalam jangka waktu cukup lama, sehingga si telur puyuh berubah warna jadi coklat. Ada kuahnya dikit. Warnanya coklat juga.

Sayangnya, pindang puyuh juga jadi salah satu menu yang sering kali dipanaskan berulang oleh pemilik warteg. Mungkin karena menu ini kurang populer kali, ya, jadi jarang ada yang pesan. Tapi mau dibuang, kok sayang. Harga telur puyuh kan juga nggak murah. Akhirnya dipanaskan lagi, lagi, dan lagi. Alhasil ketika dimakan, permukaan luar telur puyuhnya terasa keras.

Begitulah. Dunia kuliner memang keras. Untungnya sih lumayan, tapi modal dan risikonya juga besar. Wajar kalau para pemilik warteg harus pintar-pintar menyiasati agar tidak merugi. Sayangnya, dalam strategi tersebut, kadang konsumen jadi pihak yang kalah, tanpa sadar.

Solusinya sederhana: pintar-pintarlah pilih menu lauk di warteg. Kalau ada yang terlihat mencurigakan, lebih baik geser pandangan ke menu lain. Toh warteg selalu punya banyak pilihan lauk yang siap mengembalikan semangat makan siangmu.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Makanan yang Sekarang Jarang Ada di Warteg.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Agustus 2025 oleh

Tags: ayam warteglauk pauklauk wartegmenu wartegwarteg
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Ciri Khusus Warteg yang Rasanya Jarang Bikin Kecewa

16 Oktober 2021
4 Dosa Warteg Mania yang Sebaiknya Dihentikan

Saat Warung Nasi Padang Makin Murah, Kenapa Warteg Tambah Mahal?

24 Desember 2022
4 Dosa yang Sering Dilakukan Penjual Warteg (Shutterstock)

4 Dosa yang Sering Dilakukan Penjual Warteg

20 Januari 2023
Review Warteg Kharisma Bahari di Solo: Lauknya Beneran Banyak, Harganya Beneran Murah

Review Warteg Kharisma Bahari di Solo: Lauknya Beneran Banyak, Harganya Beneran Murah

24 Oktober 2023
Gulai Bumbu Kuning ala Warteg Jakarta kok Dibilang Rawon, Ra Mashok!

Gulai Bumbu Kuning ala Warteg Jakarta kok Dibilang Rawon, Ra Mashok!

15 Januari 2022
Bedanya Warteg dan Warsun dalam Hal Minuman Teh terminal mojok

Bedanya Warteg dan Warsun dalam Hal Minuman Teh

12 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

Terima Kasih Indomaret, Berkatmu yang Semakin Peduli dengan Lingkungan, Belanjaan Jadi Sering Nyeprol di Jalan Gara-gara Plastik yang Makin Tipis

20 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot terminal di bogor angkot jakarta

4 Hal Menyebalkan dari Oknum Sopir Angkot yang Bakal Kamu Temui saat Berada di Jakarta

16 April 2026
Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.