Menjawab Rasa Penasaran Soal Icon dan Iklan Susu Bear Brand – Terminal Mojok

Menjawab Rasa Penasaran Soal Icon dan Iklan Susu Bear Brand

Artikel

Avatar

Melihat orang tua minum susu beruang saat sahur, lantas membuat saya penasaran, “Mengapa harus minum susu yang gambarnya beruang, apa nggak ada yang lain? Kan masih ada susu bendera yang lebih ekonomis harganya, sedangkan susu beruang harganya lumayan dan isinya dikit pula,” ucap saya pada ayah. “Tidak ada rasa yang lebih nikmat dari Bear Brand, cuma ini kesukaan ayah dari dulu,” jelasnya.

Ya, begitulah awal penasaran saya dengan susu beruang—banyak diminati orang-orang termasuk keluarga saya. Saat hendak menyelesaikan sahur, saya menyimpan satu kaleng susu untuk dibawa ke kamar. Bukan maksud membatalkan puasa—melainkan berbagi cerita seharian penuh dengan si kaleng. Tidak ada yang mencurigai bahkan orang tua saya pun demikian. Sekali lagi saya tegaskan hanya ingin mengobrol dengannya.

Dimulai melihat kaleng, saya pun mulai memperhatikan gambar pada kaleng susu ini. Selanjutnya mulai mencari beberapa informasi mengenai eksistensi dari minuman susu beruang. Karena kepo, penting untuk cari tau asal usul dari produk ini. Alhasil ada informasi yang membuat saya makin penasaran yakni: gambar 3 burung kembar dalam sarang. Lalu, melihat iklan Bear Brand tahun 2015 yang menampilkan naga, beruang, dan susu sapi. Lantas, apa hubungan di antara ketiganya?

Cerita berawal dari perusahaan Nestle yang bergerak pada produk makanan bayi dan susu. Henry Nestle, George, dan Charle Cage membuat makanan bayi—terdiri dari susu sapi, tepung gandum, dan gula. Pada produk ini hadir gambar 3 burung dalam sarang yang masih digunakan hingga sekarang.

Hadirnya gambar 3 burung menjelaskan dedikasi founder perusahaan dalam membangun perusahaan, sekaligus sebagai simbol penyelamat dengan produk makanan dan minumannya terhadap keberlangsungan hidup bayi di Swiss saat itu.

Satu gambar sudah terungkap penjelasannya, selanjutnya tinggal misteri iklan fenomenal yang sampe sekarang seolah tidak ada tanggung jawab untuk diungkapkan kepada konsumen.

Baca Juga:  Mengingat Banyak Password Adalah Bukti Kecanggihan Otak Kita

Iklan ini membuat saya sedikit mengaitkan informasi tentang eksistensi produk. Susu kaleng ini sebenarnya sudah ada di pasaran Indonesia sekitar 1873, saat itu barang didapatkan impor. Produknya berupa susu kental MILKMAID atau dikenal dengan TJAPNONA. Tapi belum pada logo beruang di kemasannya. Perusahaan makanan dan minuman asal Swiss hadir dengan motto, “Good Food, Good Life” hingga pada akhirnya perusahaan ini membuka cabang di Indonesia pada 1970-an.

Semenjak kehadiran Nestle di Indonesia, banyak produk makanan dan minuman yang keluar. Begitu pula dengan susu yang diberi nama Bear Brand di tahun 1980.

“Btw, wahai kaleng Bear Brand, mengapa produk Anda ini membuat saya bingung dengan kehadiran gambar beruang, iklan naga, tapi isinya susu sapi?” tanya saya dengan suara berbisik. Namun, ia diam saja.

Setelah searching tentang iklan dari produk Bear Brand tersebut, saya mencoba mengungkapkan makna dan cerita di balik gambar. “Kali ini tolong omongan saya ditanggapi. Apakah yang bakal saya ungkapkan ini benar atau tidak?” Ia tetap tidak bergeming, tapi saya tetap akan lanjut.

Satu: Susu Sapi

Seperti yang sudah saya duga, setelah melihat komposisinya isi dari kaleng ini adalah susu sapi murni tanpa ada bahan pendukung lainnya. Alasan memilih susu sapi karena kandungannya memiliki banyak manfaat. Di antaranya, membantu pertumbuhan tulang, menyehatkan jantung, menurunkan risiko kanker, membantu pembentukan massa otot, dst.

Dua: Naga

Banyak orang yang bingung, sebenarnya buat apa sih kok harus ada naga dalam iklan Bear Brand? Asumsi saya sih, mereka (Nestle) sangat memperhatikan kultur dari negara yang diajak kerjasama. Naga dipilih karena menggambarkan karakter yang kuat. Penggambaran naga pada iklan bisa jadi mewakili mitologi Asia yakni berbentuk seperti ular berwarna putih, yang dianggap memiliki pengaruh baik.

Naga Asia cenderung suci dan dihormati. Masyarakat Asia menganggapnya sebagai pembawa berkah untuk segala urusan, kesucian naga tidak ada tandingannya, dan sangat cocok untuk mewakili kemampuan dari susu sapi yang bermanfaat untuk tubuh manusia.

Baca Juga:  Manfaat Self-Love Ala YouTuber Maurilla Sophianti Imron dan Kenapa Kita Harus Tahu?

Tiga: Beruang

Banyak pertanyaan terhadap logo beruang pada Bear Brand. Saya anggap ini adalah catatan panjang perjalanan Nestle di Swiss. Beruang masih dianggap hewan yang istimewa di sana. Ibu kota Swiss sendiri berada di Kota Bern. Sudah lama kota tersebut menjadi kota sentral dalam penunjang ekonomi Swiss.

Beberapa catatan sejarah penamaan Bern diyakini atas kedatangan raja Duke Berthold V dari dinasti Zahringen, Germanik pada 1190 M. Ketika ia sampai daerah tersebut ditemukan seekor beruang yang menjadi hewan buruan. Dari situ kota ini dinamakan Bern yang memiliki makna beruang dan merupakan serapan dari bahasa Jerman. Hal ini lantas memunculkan kepercayaan dari masyarakat bahwa beruang bisa menghadirkan kesejahteraan.

Meskipun perusahaan Nestle ditempatkan di kota Vevey dan jauh dari Bern. Akan tetapi, mereka masih mempercayai kehadiran beruang sebagai simbol keberuntungan. Selain itu, saya percaya gambar beruang pada Bear Brand juga bermaksud mewakili kekuatan dari susu sapi murni. Seperti halnya seekor beruang yang kuat dan tangguh, kekuatan ini sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.

“Eh, susu Bear Brand, jadinya yang saya bilang dari tadi itu benar apa nggak? Mbok tolonglah dijawab dan kasih konfirmasi. Diem muluk daritadi.”

BACA JUGA Alasan Susu Bear Brand Dipercaya Bisa Menyembuhkan Demam dan tulisan Rela Satria Utama lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
10


Komentar

Comments are closed.