Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Menjawab Pertanyaan Paling Hangat Abad Ini: Kenapa UMP Jogja Rendah?

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
16 Juli 2021
A A
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Share on FacebookShare on Twitter

“Kenapa UMP Jogja rendah banget? Kok bisa?”

Mungkin sekali dalam hidup Anda bertanya seperti ini, lalu lanjut menjalani hari. Yang jelas Anda tidak akan sendiri. Sungguh, pertanyaan ini sudah muncul sejak lama. Tapi, tidak banyak yang paham jawabannya, karena jawaban dari alasan upah murah ini memang ra mashok blas.

Bisa dibilang, Jogja terbuat dari upah murah, hotel penghisap air tanah, dan klitih. Nah kali ini saya ingin membahas poin pertama tadi. Saya pikir memang tidak banyak orang yang paham tentang asal mulanya perkara upah murah ini. Meskipun perkara upah murah Jogja sudah jadi lelucon menyakitkan di antara rakyat.

Bayangkan sebuah daerah dengan potensi wisata tinggi. Hotel berbintang berdiri gagah. Uang wisatawan nasional sampai mancanegara berputar di dalamnya. Daerah ini juga mendapat dana khusus dari negara demi memelihara budaya. Namun, daerah ini pula yang punya Upah Minimum Provinsi (UMP) paling rendah se Indonesia.

Lha kok bisa? Bukankah upah di daerah “sesukses” ini harusnya tinggi. Tapi, kenyataan di Jogja memang demikian. Daerah yang jadi tempat perputaran uang berbagai daerah ini tidak serta merta menjanjikan upah layak bagi warganya.

Biasanya, alasan upah murah yang terlintas dalam benak orang hanyalah: Jogja itu murah. Makan soto cuma lima ribu. Busana di bawah 50 ribuan. Pokoknya biaya hidup Jogja lebih murah daripada kota besar lain seperti Jakarta dan Surabaya. Ngomong-ngomong Jogja boleh disebut “kota besar” kan?

Alasan klasik kenapa UMP Jogja rendah ini sudah terbantahkan sejak lama. Jangan berargumen “kalau pinter cari makan, di Jogja masih murah kok”. Realitasnya, Jogja bukanlah daerah istimewa dalam urusan harga kebutuhan hidup. Apalagi bicara busana dan alat penunjang hidup yang lain. Harga Jogja sudah selaras dengan harga daerah lain. Orang Jogja membeli motor sampai bensin dengan harga yang sama dengan daerah lain. Itu baru transportasi, belum urusan gawai lho.

Apalagi urusan tanah. Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY Remigius Edy Waluyo pun memandang harga di Jogja sudah tidak masuk akal. Disampaikan kepada Harian Jogja, harga yang tidak masuk akal ini bahkan membuat calon investor lari dan melirik daerah lain.

Baca Juga:

Beratnya Merantau di Jogja karena Harus Berjuang Melawan Gaji Rendah dan Rasa Kesepian

Apakah Menjadi Atlet Adalah Investasi Terburuk dalam Hidup Saya?

Nah, berarti benar tho Jogja sudah tidak murah. Lalu alasannya untuk membuat upah murah ini apa? Apalagi bila kita bicara Kriteria Hidup Layak (KHL) yang jadi patokan menentukan upah minimum. Sudah jelas KHL versi pemerintah ini ditolak oleh serikat buruh di Jogja. Alasannya karena angka yang keluar tidak realistis. Sebab, menggunakan harga terendah kebutuhan hidup yang hampir tidak mungkin diakses. Ketika saya bilang terendah, bayangkan angka terendah kira-kira dalam kepala Anda, dan realitasnya mungkin tidak jauh-jauh dari itu.

Nah lalu adakah alasan lain mengapa upah Jogja semurah itu? Adakah grand plan yang mulia sehingga perlu mengorbankan upah para pekerja Jogja? Ini makin menarik ketika kita memahami jawaban sesungguhnya kenapa UMP Jogja rendah. Bukan menarik karena mulianya alasan ini, tapi karena betapa gegabahnya para pengambil keputusan.

Kepada gatra.com, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Etika Bisnis Kadin DIY Muh Irsyad Thamrin berkata salah satu kelebihan DIY adalah rendahnya UMP. Kelebihan ini menjadi potensi Jogja sebagai jujugan perusahaan untuk memindahkan pabrik ke Jogja.

“Tidak hanya itu, kualitas sumber daya manusia DIY dan kebijakan oleh pemerintah daerah yang tak sering berganti, karena Gubernur tidak pernah diganti, menjadi kelebihan lainnya,” ujar Irsyad.

Nah kan, UMP Jogja diam-diam dijadikan nilai tawar kepada lini industri besar. Bahkan digadang-gadang Jogja lebih ramah industri dibanding provinsi tetangga, Jawa Tengah. Tapi, apakah berhasil menggaet industri untuk memindahkan pabriknya ke nagari narimo ing pandum ini?

Silahkan dilihat saja hasilnya. Tidak banyak pabrik yang beroperasi di Jogja. Meskipun sudah disokong dengan bandara baru di Temon, tidak ada perubahan signifikan perkara investasi. Hasilnya hanyalah UMP yang selalu rendah, ketimpangan yang makin melebar, dan tuntutan tanpa henti untuk perbaikan upah.

Tidak ada upaya selain menjaga upah murah untuk menggaet industri. Promosi industri tidak ada. Relaksasi izin pembukaan pabrik juga minim. Mimpi Jogja sebagai pusat industri baru tidak pernah terealisasi. Sedangkan sampai hari ini, pekerja di Jogja tetap mengencangkan ikat pinggang karena biaya hidup dan upah tidak harmonis.

Bahkan banyak yang menuding pola feodal Jogja sebagai penghalang investasi bidang industri. Ya maklum, lahan kosong dengan luas yang cukup untuk pabrik biasanya Sultan Ground (SG) atau Pakualam Ground (PG). Dan birokrasi untuk mengurus lahan “budaya” lebih njelimet daripada lahan milik perseorangan.

Seharusnya pertanyaan kenapa UMP Jogja rendah tak berhenti di situ saja. Harusnya, pertanyaannya jadi seperti ini: kenapa UMP Jogja rendah dan pemerintah seakan-akan berusaha melestarikannya? Mari kita tanyakan pada rumput alun-alun utara yang kumuh dan kering itu.

BACA JUGA Pentingnya Kerja Cerdas dan Work-Life Harmony agar Ngarso Dalem Nggak Kerja 24/7 dan tulisan Prabu Yudianto lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: harga tanahInvestasikesejahteraanPojok Tubir TerminalUMP Jogjaupah rendah
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Pentingnya Kerja Cerdas dan Work-Life Harmony agar Ngarso Dalem Nggak Kerja 24/7 terminal mojok.co

Pentingnya Kerja Cerdas dan Work-Life Harmony agar Ngarso Dalem Nggak Kerja 24/7

5 Juli 2021
Investasi Sapi Disukai Warga Desa Saya daripada Investasi Emas dan Saham: Bukan Mengejar Kekayaan, melainkan Ketenteraman

Investasi Sapi Disukai Warga Desa Saya daripada Investasi Emas dan Saham: Bukan Mengejar Kekayaan, melainkan Ketenteraman

26 Juni 2024
guyonan tukang bakso di depan rumah mojok

Guyonan Tukang Bakso di Depan Rumah Itu Nggak Lucu dan Garing

20 Juni 2021
Pembangunan Jalan Raya Super Selly di Kartun SpongeBob Adalah Gambaran Buruk Investasi terminal mojok.co

Pembangunan Jalan Raya Super Selly di Kartun SpongeBob Adalah Gambaran Buruk Investasi

25 Oktober 2020
Perbedaan Emas Antam dan UBS yang Perlu Dipahami sebelum Memulai Investasi

Perbedaan Emas Antam dan UBS yang Perlu Dipahami sebelum Memulai Investasi

20 Agustus 2024
Tak Harus Cakap untuk Jadi Pemimpin di Negara Demokrasi? terminal mojok.co

Tak Harus Cakap untuk Jadi Pemimpin di Negara Demokrasi?

2 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.