Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Menjaga Pertemanan dengan Mendukung Bisnis, Bukan Minta Harga Teman Terooos!

Ayu Octavi Anjani oleh Ayu Octavi Anjani
23 Mei 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Selama 22 tahun menjalani kehidupan di dunia tipu-tipu ini, saya sudah sangat sering menemukan beragam jenis orang dengan karakter yang beda-beda. Apalagi kehidupan perkuliahan saya berjalan bak naik roller coaster dan sangat berwarna. Kadang warnanya solid, kadang pelangi. Kadang berjalan biasa atau lempeng saja tanpa masalah. Kadang dibumbui dengan masalah-masalah sederhana sampai yang peliknya nggak ada obat. Hadeeeh.

Kehidupan saya dari sekolah hingga kuliah dikelilingi teman-teman yang… yaaa lumayan banyak lah. Hanya saja sekarang saya lebih memilih fokus kepada beberapa teman dekat yang—menurut saya—membuat saya nyaman banget. Nggak mau beralih, deh, rasanya.

Namun, izinkan saya flashback ke masa-masa kuliah offline dulu, ya. Saya mau cerita gimana menghadapi teman-teman saya, khususnya mereka yang punya bisnis sendiri.

Anak kuliah itu dituntut untuk mengejar pendidikan sekaligus ngumpulin cuan. Hmmm… Sebenarnya nggak semuanya dituntut seperti itu, sih. Saya pun nggak. Saya hanya dituntut untuk sekolah yang benar thok wes. Ya sudah, saya turutin kemauan orang tua. Nah, selama kuliah inilah saya sering menemukan teman-teman yang kuliah sambil ngumpulin cuan alias kerja.

Sebagai mahasiswa yang pastinya punya banyak grup kelas mulai dari SD, SMP, SMA, hingga kuliah, saya sering menemukan teman-teman sejawat saya ini rajin sekali mempromosikan bisnis kecil-kecilan mereka. Ya jualan makanan lah, merchandise lah, minuman lah, dan barang lainnya yang nggak jarang hanya jadi koran saja alias dibaca thok.

Sekalinya ada yang tertarik dengan barang yang dijual, kok ya nawarnya nggak nanggung-nanggung, ya. Alasan paling klise yang saya sebal adalah “harga teman, dooonggg”. Hadeh. Males banget kalau seperti itu. Ini nggak hanya saya temukan di grup-grup saja, lho. Waktu saya kuliah di kampus dulu juga begitu.

Malah saya pernah merasakannya sendiri. Diminta harga teman adalah sesuatu yang sangat menyebalkan menurut saya. Bisa nggak sih kamu tuh mendukung bisnis temanmu, daripada minta harga teman terus? Ih, menyebalkan rasanya.

Dulu waktu sedang riweuh mengurus acara angkatan jurusan, semua anak angkatan saya harus menjual berbagai barang seperti danus risoles, stiker jurusan, hingga jadi driver ojek online. Waktu saya menjajakan itu semua (kecuali jadi driver ojol), saya sering sekali dimintai harga teman. Padahal harga yang dipatok sudah sangat murah dan untung kami juga nggak banyak. Eh, masih bisa-bisanya dimintai harga teman.

Baca Juga:

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

4 Kelakuan Menjengkelkan Penebeng Kendaraan Teman, Tolong Peka Sedikitlah

Saya rasa harga teman itu bikin leher tercekik, deh. Ya gimana nggak mencekik, saya kan jualan tujuannya untuk dapat untung. Memang sih jualan saya waktu itu bukan untuk saya sendiri, tapi kan kalau nggak jualan cari dana, nanti satu angkatan nombokin, dong. Lha yo wegaaah.

Jualan untuk kepentingan angkatan saja sudah susah. Apalagi mereka yang jualan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, ya? Sudah susah-susah nawarin, eh, dimintai harga teman. Rugi yang ada.

Ada kakak tingkat yang pernah saya lihat mendapatkan perlakuan harga teman tadi. Kakak tingkat ini berjualan bakso aci yang saat itu sedang hype sekali di kalangan mahasiswa. Waktu itu, kami punya circle sendiri dan kakak tingkat saya menawarkan produk bakso aci khas kotanya pada saya dan teman-teman yang lain.

Jujur, saya beli dua dengan harga normal. Tanpa diskon. Tanpa nawar. Ya saya sih memang pengin mencoba makan bakso aci sekaligus kasihan, kan dia sudah lelah berkeliling sambil bawa bakso aci yang saya ingat sebanyak apa dulu.

Seorang teman akhirnya buka suara ingin membeli bakso aci punya si kakak tingkat. Eh, dia bilang kemahalan. Mau beli kalau harga normal untuk satu kemasan, tapi dapat dua kemasan. Katanya, “Masa sama temen mahal banget, sih?” Ya ampun, ingatan saya bagus juga ternyata. Hal kecil begini saja saya masih sangat ingat.

Duh, rasanya pengin saya lakban mulutnya, deh. Dengan tegas si kakak tingkat nggak memberikan harga teman itu. Hahaha. Bagus sih sebenarnya seperti itu. Kadang jadi penjual itu harus tegas, kalau perlu sedikit galak, Mylov.

Padahal tahu nggak, sih, minta harga teman terus menerus itu nggak enak. Ya kalau nanti ketemu lagi sama teman yang berjualan malu, dong. Seperti si penjual sudah tahu pasti akan minta harga teman lagi. Nggak jarang hubungan pertemanan jadi renggang karena si penjual berusaha menjauh dari teman yang hobi minta harga teman.

Apa sih susahnya mendukung bisnis teman sekaligus menjaga pertemanan tanpa minta harga teman terus? Toh kalau memang merasa kemahalan, ya nggak usah beli saja sekalian. Daripada si penjual bosan dengar “harga teman, dooonggg” terus menerus.

BACA JUGA Standar Kecantikan Korea: Hidup Pelik Mereka yang Tidak Didefinisikan sebagai ‘Cantik’ dan tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: Bertemanharga temanjualan temanTeman
Ayu Octavi Anjani

Ayu Octavi Anjani

Mahasiswa akhir yang hobi makan dan nulis.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Camilan Indomaret di Bawah 10 Ribu yang Isinya Nggak Cuma Angin

5 Rekomendasi Camilan Indomaret di Bawah 10 Ribu yang Isinya Nggak Cuma Angin

7 Desember 2023
tipe teman dalam menanggapi curhat mojok.co

5 Tipe Orang ketika Menanggapi Curhat Temannya

28 Agustus 2020
Slangpedia 5 Kata Lain untuk Menyebut 'Friend', Biar Nggak Dibilang Kaku MOJOK.CO

Slangpedia: 5 Kata Lain untuk Menyebut ‘Friend’, Biar Nggak Dibilang Kaku

3 Agustus 2020
mahasiswi curhat

Jeritan Hati Mahasiswi Kamseupay Macam Saya

7 Mei 2019
4 Alasan Seseorang Menanyakan Pekerjaan Orang Lain Saat Ngumpul

4 Alasan Seseorang Menanyakan Pekerjaan Orang Lain Saat Ngumpul

7 September 2020
5 Jenis Teman Nongkrong yang Sebaiknya Diajak biar Ngumpulmu Nggak Wagu Terminal Mojok.co

5 Jenis Teman Nongkrong yang Sebaiknya Diajak biar Ngumpulmu Nggak Wagu

27 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wisata Wonosobo Enak Dinikmati, tapi Tidak untuk Ditinggali (Unsplashj)

5 Wisata Wonosobo Selain Dieng yang Tak Kalah Indah untuk Dinikmati, meski Nggak Enak untuk Ditinggali

14 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

14 Februari 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026
Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah
  • Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara
  • Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Tak Ramah
  • Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis
  • Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri
  • Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.