Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menjadi Teman Dekat Bukan Jaminan Menjadi Teman Curhat

Alhaditsatur Rofiqoh oleh Alhaditsatur Rofiqoh
10 Februari 2020
A A
Menjadi Teman Dekat Bukan Jaminan Menjadi Teman Curhat
Share on FacebookShare on Twitter

Berteman dengan seseorang, pada dasarnya tidak boleh pilih-pilih. Namun berbeda halnya dengan memilih teman ketika ingin curhat dan berbagi hal-hal yang lebih privasi. Di mana beberapa dari kita mulai memfilter jenis teman seperti apa yang nantinya akan kita jadikan tempat curhat dan berbagi hal-hal yang lebih dalam tentang diri kita. Hingga muncul istilah teman dekat, sahabat, plek, memet, dan lain sebagainya.

Mereka inilah yang kemudian hampir terlibat 99,9% urusan dunia kita, mulai dari kesamaan karakter, minat, hobi, urusan keluarga, hingga asmara. Tidak heran, jika kemudian kita sebut mereka sebagai tempat jatuh cinta sebelum kepada kekasih. Bahkan mereka tak segan-segan untuk ikut marah dan siap tempur ketika ada seseorang yang berani menyakiti hati kita. Uwuwu~

Di balik cerita-cerita menarik perihal teman, ada beberapa fenomena yang saya temui dalam kubangan teman dekat ini. Mungkin saja ini hanya saya yang mengalaminya, dan kalian-kalian tidak belum mengalaminya. Cepat atau lambat, secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, disadari atau belum disadari, itu akan terjadi.

Saya memiliki beberapa cakupan teman dekat, cukup dekat, bahkan sangat dekat, bila sudah membicarakan hal-hal yang bersifat receh, itu cukup untuk menjadi bahan tertawa bersama. Sudah lama, sejak masa sekolah, sebut saja Geng Kapak. Tak jauh berbeda dengan versi teman dekat lainnya, apa lagi ini geng yang anggotanya cewek semua. Tentu tau donk, apa yang kami bahas. Hehehe…

Faktanya, walaupun memiliki teman dekat dalam lingkaran yang terdiri dari beberapa orang, perihal urusan curhat dan sambat kita tak perlu melibatkan semua anggota geng. Ini menyangkut kepercayaan, karena setiap orang punya kadar tersendiri dalam memilih orang yang dipercaya. Misalnya, ada kasus si A putus dengan pacarnya. Respons setiap individu dalam setiap anggota geng itu akan berbeda-beda, mafren.

Ada yang benar-benar mendukung untuk si A berpisah, ada yang tak setuju, bahkan ada yang diam-diam bersorak bahagia ketika si A putus. Sehingga si A kemudian memilih untuk bercerita cukup kepada satu orang, tanpa yang lainnya tahu. Istilahnya, menyembunyikan sesuatu bersama dua orang dalam geng, atau menyembunyikan sesuatu dengan semua anggota geng. Kecuali dengan satu orang, alias kamu ga ditemenin lagi, alias mereka bikin grup WhatsApp lagi dan kamu nggak dimasukin. Mamam tuh~

Nyatanya ada beberapa cerita yang tak bisa langsung kita bagikan dengan banyak orang, sebab beberapa alasan tertentu. Entah itu karena kurang deket, atau hal itu sangat pribadi. Hingga beberapa orang harus dikecualikan.

Cerita lain, juga saya temukan dalam versi ‘teman dekat’ lainnya. Sebut saja kami ini tiga serangkai, pada suatu ketika si C terkena musibah. Musibah yang menimpa hubungan antara dia dan kekasihnya, yang harus kandas sebelum sampai pada babak pelaminan. Kasusnya tak jauh beda dengan sebelumnya. Sayangnya, saya berada di posisi yang berbeda dalam memerankan tokoh teman dekat.

Baca Juga:

4 Alasan Orang dengan Kepribadian INFP Adalah Teman Curhat yang Tepat

Menghalau Gugup Saat Diminta Beri Pidato Pernikahan untuk Teman Dekat

Dalam versi pertama. Saya menjadi ‘teman dekat yang lebih dekat’ dari yang lainnya. Hingga si A bercerita kepada saya, tentang hubungannya yang kandas tanpa bercerita pada yang lainnya. sedang posisi teman dekat kedua, ialah ‘teman dekat yang tak cukup dekat’ untuk mendengar cerita kandasnya hubungan dia dengan pacarnya.

Berada di posisi kedua mungkin agak tidak nyaman, sebab di situ saya kemudian merasa sedikit kesal karena tidak mendengar cerita teman dekat saya langsung darinya melainkan mendegar dari orang lain. Padahal status kami adalah teman dekat, sedekat mendung dan hujan. Tapi cuma dimendungin doank. Ah! Sakit.

Namun kemudian saya menimbang-nimbang kembali rasa kesal saya setelah mendengar penjelasannya mengapa ia tidak bercerita kepada saya. Dia hanya ingin saya nantinya tahu sendiri bahwa dia dan kekasihnya sudah berpisah, tanpa harus mendengar bagaimana cerita lengkap dan detailnya. Meski di balik itu semua, niat saya hanya ingin menghibur. Setidaknya ngajakin ngopi di warkop depan gang, supaya tak sedih.

Namun kembali lagi, itu urusan kepercayaan dan kesiapan seseorang. Saya tak bisa protes ketika dia memilih untuk menyembunyikan ceritanya, meskipun saya adalah teman dekatnya. Saya hanya bisa menarik kesimpulan bahwa di mana pun posisi saya nantinya, saya hanya dituntut untuk lebih memahami perasaan mereka dan menghargai batasan privasi yang mereka buat semacam itu.

Jadi, jangan langsung mengira kamu nggak dianggap teman dekat, karena tak tahu seluk beluk dan kelok hidup teman dekatmu. Mereka punya privasi untuk dihargai, dan perasaan hati yang tak bisa diceritakan kapada banyak orang.

BACA JUGA Hal-hal Sepele yang Membedakan antara Hubungan Pertemanan dan Persahabatan atau tulisan Alhaditsatur Rofiqoh lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2020 oleh

Tags: gengteman curhatteman dekat
Alhaditsatur Rofiqoh

Alhaditsatur Rofiqoh

Seorang guru sekolah dasar dari Madura yang menyempatkan waktu untuk menulis di sela-sela mengajar

ArtikelTerkait

Menghalau Gugup Saat Diminta Beri Pidato Pernikahan untuk Teman Dekat terminal mojok.co

Menghalau Gugup Saat Diminta Beri Pidato Pernikahan untuk Teman Dekat

28 Maret 2021
4 Alasan Kepribadian INFP Adalah Teman Curhat yang Tepat Terminal Mojok

4 Alasan Orang dengan Kepribadian INFP Adalah Teman Curhat yang Tepat

14 Januari 2023
Skema Kedekatan Pertemanan Berdasarkan Banyaknya Grup WhatsApp Turunan terminal mojok.co

Skema Kedekatan Pertemanan Berdasarkan Banyaknya Grup WhatsApp Turunan

17 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.