Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Menjadi Jomblo, Menjadi Übermensch

Mohammad Sadam Husaen oleh Mohammad Sadam Husaen
3 Mei 2019
A A
Übermensch
Share on FacebookShare on Twitter

Mari kita mulai berenang dalam celoteh saya yang tidak panjang ini. Beberapa minggu yang lalu saya kembali menyandang status jomblo. Sebuah kesepakatan saya ambil bersama mantan kekasih untuk berpisah. Karena hal tersebut adalah sebuah kesepakatan, maka tak perlu saya jabarkan alasan kami berdua berpisah. Lagian saya tidak mau curhat terlalu dalam dan terjatuh terlalu dalam.

Menyandang kembali status jomblo kali ini membuat saya merasakan sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang mengingatkan saya kepada seorang pemikir kawakan Jerman yang sampai akhir umurnya dia masih menyandang status jomblo, Nietzsche namanya. Saya teringat akan konsep Übermensch atau Superman atau kita sepakati saja dalam tulisan ini disebut sebagai Adi Manusia.

Beberapa hal yang saya cerna mengenai Adi Manusia menurut Nietzsche adalah sebuah tujuan hidup manusia yang mempunyai kehendak untuk berkuasa yang bisa dijadikan semangat untuk mengatasi masalah dalam diri. Menyandang kembali status jomblo, seperti menemukan konsep adi manusia menurut saya, yang tentunya mengekor dari pemikiran Nietzsche. Ini benar-benar muluk-muluk, tapi tidak ada salahnya kan? Lha wong membayangkan makan malam bareng Chelsea Islan saja boleh kok.

Menyandang status jomblo kali ini serasa makin berat bagi saya. Bukan karena hantaman olok-olok dari berbagai sisi tapi lebih pada tugas berat Adi Manusia yang saya temukan dalam sebuah ke-jomblo-an. Mari membayangkan, seorang yang menyandang status jomblo tentunya akan mengatasi berbagai masalah sendirian. Tak ada kekasih atau gebetan yang menemani ketika ada masalah dalam diri. Seorang dengan status jomblo harus memberikan sebuah nilai bagi dirinya sendiri tanpa harus menengok kembali pada kenangan-kenangan pahit manis yang dulu pernah dijalani.

Seorang jomblo harus benar-benar mengolah gejolak yang muncul dalam dirinya dan menghadapi kehidupannya sendiri tanpa kasih sayang dan cinta. Segalanya harus dan wajib dijalani tanpa gentar. Seorang jomblo harus makan, mencuci, bahkan tidur sendirian. Ada sedikit celah untuk memandang jomblo sebagai Adi Manusia. Karena Adi Manusia adalah konsep dimana mentalitas tuan menjadi sebuah pegangan hidup. Maka kehendak untuk berkuasa harus dimulai dari diri sendiri.

Jomblo secara tidak langsung mengamini konsep mentalitas tuan, karena apa yang disebut sebagai mentalitas tuan adalah menjalani apapun sesuai kehendak tanpa intervensi apapun. Sebagai seorang jomblo, saya mau ngelirik kemana pun, tak perlu takut dimarahin pacar. Mau godain siapa pun tak perlu takut ancaman berpisah. Mau melakukan apapun tak perlu memikirkan ‘apakah dibolehkan oleh pacar atau tidak?’. Jomblo bebas melakukan sesuatu sesuai kehendaknya.

Selain itu menurut Nietzsche, Adi Manusia juga harus bisa membebaskan diri dari gempuran sosial dan melepaskan dogma yang ada, karena doktrin akan menyulitkan manusia untuk mengenali dirinya sendiri dan mengarahkan manusia pada mentalitas budak. Maka sampai di sini saya mulai berpikir ulang untuk kembali menyandang status berpacaran. Jika menjadi jomblo bisa membebaskan seorang manusia dan bisa menjadikan saya lebih punya otoritas akan diri sendiri, mengapa saya harus bersusah payah mencari pacar. Karena memang hidup seperti yang dikatakan oleh Nietzsche: “Tak ada fakta, yang ada hanya tafsir.”

Untuk memperkuat bahwa menjadi jomblo adalah mengamini konsep Adi Manusia Nietzsche, saya harus lepas dari pandangan masyarakat bahwa menjadi seorang jomblo bukanlah sebuah kekurangan, bukan juga menjadi rendah dalam strata sosial. Karena hal tersebut hanyalah konstruksi dari society yang dijadikan dogma. Melawan berbagai hal tersebut tentu tidak mudah bagi saya, tapi jika memahami konsep nihilisme Nietzsche bukan tidak mungkin hal tersebut bisa terjadi.

Baca Juga:

5 Destinasi di Semarang yang Cocok untuk Jomblo buat Menangis

Stop Komersialisasi Perselingkuhan, Kasihan Para Jomblo!

Nihilisme menurut saya bukan hanya tentang ketuhanan dan tetek bengek yang menyertainya. Melepaskan berbagai anggapan-anggapan miring tentang jomblo menurut saya secara mendasar juga termasuk konsep nihilisme. Karena dengan melepaskan konstruksi yang sudah dibentuk oleh masyarakat tentang jomblo akan memunculkan sebuah kekosongan nilai-nilai yang berlaku. Saya rasa Nietzsche juga berpikiran seperti itu deh. Coba saja cari kisah cinta tragis yang dialaminya. Jangan dikira filsuf gak bisa galau ya.

Dari datangnya kekosongan nilai-nilai tersebut muncullah Adi Manusia menurut Nietzsche. Dalam hal ini jomblo memiliki potensi besar disebut sebagai Adi Manusia. Dengan melepaskan diri dari berbagai konstruksi yang diciptakan masyarakat, jomblo akan melepaskan kelemahan-kelemahannya. Dengan melepaskan kelemahan tersebut, seorang jomblo akan menjadi seperti sosok yang Adi Manusia yang disampaikan Zarathustra di tengah pasar. Jomblo akan menjadi sosok yang menentukan sendiri makna dan tujuan hidupnya, sebagai pengganti dogma yang sudah dikonstruksikan masyarakat.

Karena bisa dibilang konstruksi miring terhadap status jomblo adalah perbuatan yang bengis dan keji. Sedangkan menurut Nietzsche, Adi Manusia adalah sosok yang dimaksudkan untuk membebaskan serta melawan perbuatan bengis tersebut.  Adi Manusia adalah sosok yang bisa mengembangkan apa yang ada dalam dirinya secara penuh untuk merangkul kehidupan. Begitulah jomblo saya pahami, menjadi jomblo adalah urusan melawan dan mengembangkan potensi diri tanpa harus terperangkap dalam konstruksi-konstruksi miring yang sudah terlanjur muncul dalam masyarakat.

Menjadi jomblo adalah memberikan jalan pada ‘kehendak berkuasa’ untuk tumbuh dalam diri. Menjadi jomblo adalah menjadi Übermensch/Adi Manusia. Seperti yang disampaikan Nietzsche melalui Zarathustra:

“Lihatlah, aku mengajarkan Übermensch kepadamu.

Übermensch adalah makna dunia ini. Biarkanlah kehendakmu berseru. Hendaknya Übermensch menjadi makna dunia ini.”

Seperti itulah hal yang saya rasakan ketika menyandang kembali status jomblo. Hal tersebut walaupun berat tapi membuat saya semakin mantab untuk menjalani kehidupan ini sebagai seorang jomblo. Maka,  jika mempunyai pacar dianggap sebagai sebuah eksistensi manusia, segera hal tersebut harus dilawan agar konsep Adi Manusia dalam status jomblo semakin kuat. Saya harap para jomblo sedunia bisa menyatukan tekad serta merapatkan barisan untuk menjadi sosok Adi Manusia, sampai pada saatnya nanti kalimat ijab dan qobul diucapkan.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2021 oleh

Tags: Jomblo
Mohammad Sadam Husaen

Mohammad Sadam Husaen

Laki-laki, masih hidup dan percaya jika suatu saat alien akan menginvasi bumi.

ArtikelTerkait

cincin untuk menikah apalah menikah bikin lebih bahagia BPS

Apakah Menikah Bikin Lebih Bahagia? Mari Lihat Data BPS

6 Oktober 2020
Wedding Organizer

Waspada Tipu Daya Wedding Organizer Abal-Abal!

9 Oktober 2019
Payung Teduh Masih Tetap Teduh Didengar Meski Ditinggal Mas Is terminal mojok.co

Emang Bener Hujan di Malam Minggu Terjadi Karena Doanya Para Jomblo?

7 Maret 2020
Belum Menikah Bukan Berarti Halal Dikasih Banyak Tugas Tambahan terminal mojok.co

Belum Menikah Bukan Berarti Jadi Babu, Kita Juga Sibuk

16 September 2021
Jadi Jomblo Nggak Selamanya Suram, Berikut Sisi Positif yang Bisa Diambil Ketika Nggak Punya Pacar ala Yumi’s Cells terminal mojok

Jadi Jomblo Nggak Selamanya Suram, Berikut Sisi Positif yang Bisa Diambil Ketika Nggak Punya Pacar ala Yumi’s Cells

8 Oktober 2021
Kiat Menjadi Mahasiswa Jomblo Kaya di Akhir Bulan

Kiat Menjadi Mahasiswa Jomblo Kaya di Akhir Bulan

3 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.