Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Menjadi Buruh Pabrik Adalah Keputusan Terburuk dalam Hidup Saya, Pantas Gen Z Tidak Betah

Muhammad Afsal Fauzan S. oleh Muhammad Afsal Fauzan S.
10 Mei 2025
A A
Menjadi Buruh Pabrik Adalah Keputusan Terburuk dalam Hidup Saya, Pantas Gen Z Tidak Betah

Menjadi Buruh Pabrik Adalah Keputusan Terburuk dalam Hidup Saya, Pantas Gen Z Tidak Betah

Share on FacebookShare on Twitter

Tak pernah terpikirkan dalam benak saya selama 24 tahun hidup di dunia ini untuk menjadi seorang buruh pabrik. Oleh karena krisis keuangan yang menimpa sejak akhir 2024, akhirnya saya nekat jadi buruh pabrik, dan itu adalah keputusan terburuk dalam hidup saya. Penyesalan, tinggallah penyesalan. Kebetulan, saya Gen Z, dan saya benar-benar tidak bisa memahami kenapa kultur kerja di negara ini seburuk ini.

Sebagai Gen Z yang berkecimpung lebih dulu di gigs economy sebelum ke dunia industri, saya rasa sistem kerja di Indonesia sudah jauh ketinggalan zaman. Ketika masih berkecimpung di dunia gigs economy, penghasilan memang tidak tetap, tapi kesehatan fisik dan mental tetap terjaga. Waktu dan hubungan dengan orang-orang terkasih juga selalu terjaga.

ADVERTISEMENT

Berbeda ketika berada di industri. Saat jadi buruh pabrik, kebebasan saya dirampas. Masuk saja tidak boleh bawa HP, tidak boleh pakai jam tangan, tidak boleh bawa makanan dari luar, dan larangan-larangan lainnya. Bagi seorang Gen Z yang tidak bisa lepas dari teknologi, saya seperti dimasukkan ke dalam penjara.

Akhirnya, saya menyesali keputusan terburuk dalam hidup saya yaitu jadi buruh pabrik, di sebuah perusahaan FMCG. Memang, gaji terjamin, lembur dibayar, dan lain sebagainya. Tapi, hidup tidak tenang, sedang ngopi di malam Minggu saja sudah dichat diminta lembur besoknya. Tidak ada ruang bernapas dan berkreasi di luar jam kerja. Work-life balance hanyalah bualan kosong yang tak ada guna.

Loyalitas buruh pabrik yang bikin stres

Ditambah, saya adalah karyawan outsourcing. Saya merasa dieksploitasi, untuk minta libur di hari Minggu saja harus minta izin, padahal itu adalah hak karyawan. Posisi saya sebagai admin gudang merangkap sebagai operator dan helper. Mereka mengeluh kekurangan karyawan, tapi saya yakin para petingginya juga sedang melakukan efisiensi.

Loyalitas buruh pabrik ditandai dengan lamanya berdiam diri di kantor, menambah beberapa menit di jam pulang agar menunjukan dedikasi. Pulang tepat waktu dianggap penghinaan. Lembur di tanggal merah dan hari libur selalu terjadi, tanpa persetujuan karyawan. Kalau tidak setuju, ya tahu sendiri karyawan outsourcing. Langsung pecat saja.

Hal-hal seperti itu tidak pernah saya dapatkan ketika masih berkecimpung di dunia gigs economy. Meski penghasilan kerap naik dan turun, tetapi ketenangan dan kebahagiaan selalu meliputi wajah dan hati saya setiap harinya. Tidak ada beban setiap bangun pagi, tidak overthinking ketika hendak tidur di malam hari.

Hari libur dihabiskan dengan bersenda gurau bersama sahabat, atau sekadar ngopi sama pacar sambil haha-hihi sejenak. Akhirnya saya paham kenapa gigs economy melesat tinggi di Indonesia. Meskipun ekonomi di Tanah Air sedang mengalami ketidakpastian, kami para Gen Z hanya butuh ketenangan dalam berkarya.

Baca Juga:

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

Bahkan, daripada harus membebani diri dengan cicilan kendaraan, lebih baik digunakan untuk ngopi seminggu sekali. Gigs economy yang masih tinggi di Indonesia menandakan bahwa sistem kerja kita sudah usang dan tidak adil, terlebih bagi pekerja Gen Z.

Keputusan terburuk

Tapi, bagaimana dengan para pekerja yang masih bertahan menjadi buruh pabrik? Beberapa teman saya bertahan karena kebutuhan, ada juga yang karena dia suka uang. Tapi sedikit yang punya kesadaran bahwa bekerja tidak hanya menyelesaikan tugas dan berdedikasi atas semua perintah atasan. Bekerja juga harus sambil mencari makna untuk kehidupan.

Gen Z seperti kami dianggap lemah, mentalnya kurang, dan lain sebagainya. Padahal, yang saya rasakan adalah para generasi sebelumnya lah yang membuat sistem kerja mengerikan seperti ini. Dan, mereka menganggap ini biasa, wajar, dan normal. Pokoknya, saya menyesal jadi buruh pabrik dan itu keputusan terburuk saya selama hidup.

Penulis: Muhammad Afsal Fauzan S.
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Sisi Gelap Profesi Buruh Pabrik

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Mei 2025 oleh

Tags: buruh pabrikgen zperusahaan FMCG
Muhammad Afsal Fauzan S.

Muhammad Afsal Fauzan S.

Mantan wartawan yang jadi programmer dan web developer di pesantren. Sudah menulis sejak 7 tahun lalu. Suka baca buku sambil ngopi.

ArtikelTerkait

Musuh Terbesar Organisasi Ekstra Kampus Adalah Kadernya Sendiri

Siapa Bilang Organisasi Kampus Nggak Lagi Relevan? Sembarangan!

15 Februari 2023
Gen Z di Dunia Kerja: Punya Potensi, tapi Kurang Disukai Rekan Kerja Sendiri

Gen Z di Dunia Kerja: Punya Potensi, tapi Kurang Disukai Rekan Kerja Sendiri

29 Desember 2023
5 Pengalaman Unik Saya sebagai Gen Z yang Bekerja sebagai Guru Mojok.co

5 Pengalaman Unik Saya sebagai Gen Z yang Bekerja sebagai Guru

28 Agustus 2024
Kenapa Gen Z dan Milenial Tak Beli Rumah? Karena Memang Tak Bisa. Gaji Nggak Naik-naik, tapi Harga Properti Selalu Naik, Gimana Bisa Beli? KPR rumah

Kenapa Gen Z dan Milenial Tak Beli Rumah? Karena Memang Tak Bisa. Gaji Sekecil Itu Berkelahi dengan Bunga KPR, ya Rungkad!

21 Maret 2024
20 Bahasa Gaul Gen Z dan Artinya yang Viral di Media Sosial Sepanjang Tahun 2023

20 Bahasa Gaul Gen Z dan Artinya yang Viral di Media Sosial Sepanjang Tahun 2023

22 Oktober 2023
Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

2 Mei 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026
4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar Terminal

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

14 Agustus 2026
5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri, bukan di Indonesia Mojok.co

5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri karena lingkungan akademis Indonesia belum siap

14 Agustus 2026
Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.