Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Menguji Validitas Bubur Ayam Palapa, Bubur Terenak Sedunia menurut Cing Abdel Achrian

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
1 Februari 2021
A A
Menguji Validitas Bubur Ayam Palapa, Bubur Terenak Sedunia menurut Cing Abdel Achrian
Share on FacebookShare on Twitter

Sabtu lalu, saya lagi pengin banget sarapan bubur ayam. Lantaran beberapa hari terakhir selalu terngiang-ngiang video atau pernyataan Cing Abdel Achrian bahwa, bubur palapa adalah bubur terenak sedunia yang fana. Bagi saya, hal tersebut terbilang menarik. Lantaran, bubur ayam rasanya gitu-gitu aja kan, ya? Lalu, di mana spesialnya bubur ayam Palapa yang diagung-agungkan Cing Abdel?

Untuk sekadar survey kecil-kecilan, saya sempat menanyakan terlebih dahulu kepada beberapa teman yang domisilinya di sekitaran Jagakarsa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dari lima orang teman yang saya tanya, mereka semua mengiyakan bahwa bubur ayam Palapa memang tenar betul. Hampir saban hari, antreannya panjang. Buka setiap hari pada setiap pukul 5.30 pagi, sebelum pukul 10.00 sering kali sudah ludes.

Oke, karena saya penasaran dengan rasa bubur ayam Palapa yang melegenda itu, akhirnya saya segera memesannya melalui Grab Food. Dari domisili saya di kawasan Depok, lokasi bubur ayam Palapa jaraknya sekira delapan kilometer. Harganya pun terbilang normal untuk seporsi bubur ayam, yakni Rp15.000 dan untuk tambahan per-toping, termasuk sate telur puyuh, usus, juga ati-ampela, harganya mulai dari Rp2.000-Rp4.000.

Saya memesan pukul 07.30 dan driver Grab tiba di rumah sambil membawa bubur ayam palapa ada pukul 07.55. Waktu yang terbilang cepat. Setelah basa-basi sedikit dengan driver-nya, pembeli memang cukup banyak. Namun, jalanan terbilang lancar.

Kemasan terbilang apik dan higienis. Antara bubur, beragam toping, sampai dengan kuah kuning juga sambal semuanya dipisah. Tentu saja ini terbilang cukup baik demi menjaga kualitas rasa juga menyesuaikan selera.

Untuk satu porsi bubur ayam, topingnya terbilang lengkap. Di antaranya ada cakue, kacang kedelai, kerupuk, emping, dan suwiran daging ayam yang terbilang banyak. Selebihnya ada daun seledri dan bawang goreng. Semuanya bisa langsung digabung menyesuaikan selera.

FYI, saya nggak akan memperdebatkan bagaimana cara makan bubur ayam yang baik dan benar. Mau diaduk atau nggak diaduk, suka-suka kalian. Saya juga sudah menyicip bubur ayam Palapa dengan kedua cara tersebut. Rasanya masih tetap sama alias nggak mengubah rasa. Jadi, stop perdebatan yang gitu-gitu aja, Sob.

Dari sisi rasa, saya harus mengakui bahwa, meski punya tampilan serupa dengan bubur ayam pada umumnya, tapi bubur ayam Palapa menawarkan rasa yang unik dan berbeda. Bumbu/kuah kuningnya betul-betul terasa pas. Betul-betul menyatu dengan bubur beserta toping lainnya. Cocok. Pas. Klob. Sambalnya pun tidak sembarang pedas, tapi juga menambah rasa dari buburnya. Dan yang pasti, tekstur buburnya cukup kental. Tidak encer.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Boleh jadi, masih banyak yang lebih enak dibanding bubur ayam Palapa. Namun, sekali lagi, bubur ini menawarkan rasa dan sensasi yang berbeda. Perpaduan antar bumbu pun tercampur sempurna alias solid.

Jadi, secara keseluruhan, boleh dikatakan, saya sepakat dengan Cing Abdel. Bubur ayam palapa memang enak. Beda dari bubur ayam pada umumnya. Namun, apakah menjadi bubur terenak sedunia yang fana, bagi saya, masih dalam pertimbangan. Sebab, barangkali di wilayah lain masih ada bubur yang bisa jadi rasanya lebih enak. Hanya saja, kita belum mencobanya. Gimana? Lebih logis, kan? Hehehe.

Saran saya, bagi kalian yang ingin datang ke lokasi bubur ayam palapa secara langsung, baiknya sudah tiba di lokasi sejak awal buka. Kisaran pukul 05.30-06.30, pembeli masih belum begitu ramai. Biasanya akan ramai antara pukul 06.30-08.00. Wajar saja, karena pada waktu tersebut, sedang ramai-ramainya khalayak berburu sarapan.

Saran tersebut juga berlaku bagi kalian yang ingin memesan via ojek online. Jika ingin bubur segera tiba, sesuaikan antara waktu pemesanan dan jarak tempat tinggal. Jangan sampai kalian yang salah perhitungan antara waktu dan jarak lokasi, malah driver ojolnya yang kena semprot ketika telat mengantar pesanan. Kecuali, kalian memang nggak masalah mau pesanan datangnya tepat atau telat.

Sulit disangkal bahwa bubur ayam Palapa memang sangat cocok dijadikan salah satu rekomendasi untuk sarapan. Porsinya terbilang pas. Nggak banyak, nggak juga sedikit. Pokoknya, pas dengan harganya. Rasanya juga pas dengan selera khalayak.

Jika kalian sedang mampir atau ada di kawasan Jakarta Selatan, bisa langsung ke Jalan Sirsak, RT 11/RW 10, Pasar Minggu, Jagakarsa. Kalau kalian mengetik di Google dengan kata kunci “bubur ayam palapa”, nanti juga akan muncul banyak informasinya, kok. Termasuk maps untuk menuju ke sana.

Sumber Gambar: endeus.tv

BACA JUGA Metamorfosis Bubur Ayam, Dulu Murah Sekarang Mewah dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: bubur ayam palapa
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Saya Tidak Antisosial, Saya Cuma Takut Ikut Rewang dan Pulang Dicap Nggak Bisa Apa-apa

29 Januari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.