Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menguak Alasan Keluarga Weasley Hidup Miskin padahal Berdarah Murni

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
5 Maret 2021
A A
keluarga weasley Mengenang Kembali Kejayaan Novel Harry Potter Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Ada hal menarik dari tujuh buku dan delapan film Harry Potter, yakni keluarga Weasley yang berdarah murni justru digambarkan sangat miskin sampai selalu jadi bahan olok-olokan Draco Malfoy dan anak-anak Slytherin lainnya.

Mulai dari jubah Ron Weasley yang merupakan jubah lungsuran dari ketiga kakaknya, tongkat Ron yang merupakan tongkat bekas Bill Weasley, kakak sulungnya, sapu terbang Ron yang sangat murah, yang selalu diolok-olok Draco Malfoy dan anak Slytherin lainnya saking bututnya. Bahkan ketika tongkat Ron patah di buku kedua, Ron hanya menambalnya dengan selotip sihir dan baru mendapat tongkat baru di buku ketiga saat keluarga Weasley menang undian sebesar 700 Galleon dari Daily Prophet.

Padahal kepala keluarga mereka, Arthur Weasley ini bekerja di Kementrian Sihir Inggris pada Departemen Penyalahgunaan Barang-barang Muggle. Arthur ini PNS lho, kerja di Kementerian Sihir di London, tapi kenapa sengsara sekali hidupnya? Padahal PNS Kementrian di Jakarta saja hidupnya itu lebih daripada PNS di daerah-daerah lainnya di Indonesia. Untuk menjawab itu, mari kita telisik satu persatu alasannya.

#Keluarga Weasley terlalu banyak anak

Arthur dan Molly Weasley sebenarnya adalah keluarga berkecukupan yang berasal dari keluarga berdarah murni. Sebagai PNS Kementrian Sihir, saya yakin gaji Arthur ini di atas UMK London. Salah satu faktor utama kenapa mereka malah hidup miskin di The Burrow adalah karena Arthur dan istrinya ini memiliki tujuh orang anak! Bill Weasley, Charlie Weasley, Percy Weasley, Fred dan George Weasley, Ronald Weasley, dan Ginny Weasley.

Tentu saja pada awal mereka membentuk keluarga, kehadiran Bill Weasley dan Charlie Weasley tidak akan terlalu mengganggu keuangan keluarga mereka. Terlihat dari barang-barang yang mereka gunakan selalu barang baru. Keduanya juga menjabat sebagai Prefek dan Ketua Murid di Hogwarts.

Namun, semuanya berubah ketika Percy Weasley lahir, yang kemudian lalu disusul oleh kelahiran Fred dan George Weasley, lalu Ron Weasley, dan terakhir Ginny Weasley, yang membuat keluarga Weasley harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang lain.

Meskipun Hogwarts disubsidi oleh Kementrian Sihir Inggris sehingga biaya pendidikannya gratis, mereka tetap harus memberi makan mereka ketika liburan musim panas di rumah bukan? Belum lagi membeli tongkat untuk masing-masing anak, kuali untuk masing-masing anak, buku, burung hantu, dan sejumlah kebutuhan sekolah lainnya. Ini belum ditambah pajak penghasilan, iuran BPJS, PBB, PDAM dan sejumlah tagihan lainnya yang mungkin ada di Dunia Sihir.

Mereka memiliki banyak anak bukan karena percaya bahwa banyak anak banyak rezeki, tapi Molly Weasley dari dulu menginginkan anak perempuan sehingga mereka terus mencoba membuat anak dan baru terlaksana di anak ketujuh mereka, Ginny Weasley.

Baca Juga:

5 Hal yang Mungkin Terjadi Setelah Netflix Resmi Mengakuisisi Warner Bros

5 Alasan Film Harry Potter Banyak Disukai

#Arthur Weasley terlalu mencintai pekerjaannya

Arthur Weasley dikenal sebagai pecinta Muggle meskipun dia berdarah murni. Sampai-sampai keluarga Weasley dijuluki Darah Pengkhianat oleh Dunia Sihir karena kecintaan Arthur pada Muggle. Dia gemar mengoleksi barang-barang Muggle seperti radio, mobil, dan barang-barang lainnya. Dia begitu suka bahwa Muggle bisa bertahan hidup tanpa sihir sama sekali. Bahkan ambisinya adalah ingin tahu bagaimana pesawat terbang ini bisa melayang di angkasa.

Saking cintanya pada Muggle, Arthur Weasley ini cukup berpuas diri untuk terus bekerja di Departemen Penyalahgunaan Barang-Barang Muggle yang merupakan departemen dengan anggaran yang sangat minim di Kementerian Sihir sehingga gajinya tidak sebanyak departemen lainnya. Bahkan dia tidak menerima upah lembur atau bonus natal. Dia juga tidak mengalami kenaikan gaji sejak pertama kali menjadi PNS di sana sehingga keuangan keluarga Weasley ini benar-benar terpuruk. Ini yang selalu jadi bahan olok-olokan Lucius Malfoy.

Bahkan anak ketiga Arthur, Percy Weasley berani meninggalkan keluarganya demi kariernya dan mengatakan bahwa ayahnya tidak memiliki ambisi sama sekali ketika baru saja lulus dari Hogwarts. Pada tahun pertamanya bekerja sebagai PNS di Kementrian Sihir dia sudah menjabat sebagai PNS di Departemen Kerjasama Sihir Internasional di bawah komando Barty Crouch Senior. Beberapa bulan kemudian, dia menjabat sebagai Asisten Pribadi Barty Crouch Senior. Satu tahun setelahnya, Percy bahkan menjabat sebagai Asisten Muda Menteri Sihir.

Ini jauh sekali dibandingkan Arthur Weasley yang tidak pernah naik gaji dan naik jabatan sejak pertama kali jadi PNS di sana. Hanya di tahun keenamnya saja dia naik jabatan, memiliki gaji yang lebih besar, serta sejumlah anak buah yang melapor padanya setiap hari ketika diangkat sebagai Kepala Kantor Pendeteksian dan Penyitaan Mantra Pertahanan dan Benda Perlindungan Palsu.

#Molly Weasley yang memilih jadi ibu rumah tangga seutuhnya

Tentu saja keuangan keluarga Weasley akan jauh lebih baik jika Molly Weasley memilih untuk bekerja, baik sebagai PNS di Kementrian Sihir Inggris, ataupun jenis pekerjaan lainnya di Dunia Sihir. Tapi, Molly Weasley ini memiliki jiwa keibuan yang sangat besar, tidak saja untuk ketujuh anaknya, tetapi juga dia menyalurkan jiwa keibuannya untuk Harry Potter dan Hermione Granger yang dia sayangi sebagaimana tujuh anaknya.

Molly Weasley memilih untuk menjadi sosok ibu sepenuhnya di rumah agar ketujuh anak mereka dapat diurus dengan baik dan penuh kasih sayang. Molly juga memiliki banyak ide untuk mengakali kebutuhan ketujuh anaknya dengan melungsurkan banyak barang dari anak sulungnya ke anak-anak selanjutnya agar tidak mubazir. Molly juga memilih untuk membeli kuali dan buku-buku bekas untuk anak-anaknya di tengah keterbatasan finansial yang dialaminya.

Bahkan saat menerima uang undian sebanyak 700 Galleon di buku ketiga, Molly memilih untuk menggunakan uangnya untuk berlibur di Mesir, sekaligus mengunjungi anak sulungnya, Bill Weasley yang bekerja di sana. Dia beranggapan bahwa uang tersebut harus digunakan untuk family time yang dapat dikenang selamanya alih-alih membeli sedikit kemewahan yang hanya dapat bertahan sementara saja.

Molly Weasley juga sudah sejak dulu menginginkan peri rumah di rumahnya agar dapat membantu dan meringankan segala macam pekerjaan rumah tangganya, tetapi dengan segala faktor yang saya sebutkan di atas, keluarga Weasley ini tidak mampu mempekerjakan seorang peri rumah meskipun peri rumah seringkali bekerja di keluarga penyihir berdarah murni dan pejabat Kementrian Sihir. Untungnya, Molly Weasley ini sangat jago memasak dan mahir dalam sihir-sihir yang membantunya dalam pekerjaan rumah tangga.

Itulah poin-poin utama kenapa keluarga Weasley ini begitu miskin dan melarat. Meskipun melarat, keluarga Weasley ini hidup penuh cinta dan kehangatan. Dan juga JK Rowling ingin menegaskan bahwa meski di dunia sihir, kita harus tetap bekerja dan memiliki keahlian yang tinggi, karena tidak ada sihir yang dapat memunculkan makanan. Makanan merupakan satu dari perkeculian Prinsip Hukum Gamp tentang Transfigurasi Elemental. Yang intinya, penyihir tidak bisa menyihir agar makanan muncul di hadapan mereka begitu saja.

BACA JUGA Mengenang 7 Tokoh Guru Pertahanan Ilmu Hitam Hogwarts yang Menyebalkan dalam Film Harry Potter dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2021 oleh

Tags: harry potterkeluarga weasley
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Alasan Kenapa Hogwarts Adalah Tempat Paling Ideal Untuk Menghadapi Pandemi terminal mojok

Alasan Kenapa Hogwarts Adalah Tempat Paling Ideal untuk Menghadapi Pandemi

19 Juli 2021
Mengenang 7 Tokoh Guru Pertahanan Ilmu Hitam Hogwarts yang Menyebalkan dalam Film Harry Potter

Mengenang 7 Tokoh Guru Pertahanan Ilmu Hitam Hogwarts yang Menyebalkan dalam Film Harry Potter

12 Januari 2021
Seandainya Reuni Harry Potter Berlatar SMK terminal mojok.co

Seandainya Reuni Harry Potter Berlatar SMK

17 Desember 2021
5 Tempat di Sekolah Sihir Hogwarts yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi terminal mojok.co

5 Tempat di Sekolah Sihir Hogwarts yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi

25 Desember 2021
keluarga weasley Mengenang Kembali Kejayaan Novel Harry Potter Terminal Mojok

Mengenang Kejayaan Novel Harry Potter di Tengah Rendahnya Minat Baca Indonesia

4 Maret 2021
5 Tempat di Dunia Sihir yang Sebaiknya Dikunjungi Muggle terminal mojok.co

5 Tempat di Dunia Sihir yang Sebaiknya Dikunjungi Muggle

31 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.