Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengenang Kejayaan Warnet, Rumah Pertama Gamer di Indonesia

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
7 Maret 2021
A A
reza arap microtransaction warnet gamer apex legend mojok

warnet gamer apex legend mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Warung internet atau yang disingkat sebagai warnet adalah saksi sejarah peradaban umat manusia di Indonesia, terutama dalam bidang teknologi informasi, khususnya dunia game. Warnet menghasilkan ratusan gamer profesional yang mewakili tim atau negara dalam ajang turnamen game internasional, maupun mengantarkan mereka menjadi vlogger game terkemuka di YouTube.

Berbeda dengan gamer profesional zaman sekarang, 10 hingga 15 tahun ke belakang sebagian besar gamer bermain game di warnet. Saat itu warnet adalah bisnis yang sangat menjanjikan dan  menjamur di kota besar, mulai dari warnet kecil dengan jumlah unit komputer kurang dari 20 unit yang sekadar bisa main game house dengan spesifikasi seadanya, hingga warnet besar dengan jumlah unit komputer lebih dari 100 unit dan bisa memainkan game kelas atas pada zamannya.

ADVERTISEMENT

Saya cukup beruntung merasakan kebersamaan bersama dengan gamer profesional pada masanya, yakni pada saat saya kelas 6 SD di tahun 2004 hingga awal kuliah di tahun 2010. Saya kerap kali bermain Ragnarok Online, Counter Strike, hingga bermain DotA yang saat itu masih merupakan mod dari Warcraft III: The Frozen Throne, hingga saat muncul DotA 2 yang sudah memiliki engine game terpisah besutan Valve.

Saat itu, banyak gamer seperti saya yang menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya di warnet untuk bermain game meskipun saat itu sudah banyak yang memiliki komputer maupun laptop di rumahnya masing-masing. Namun saat itu, belum ada jaringan internet yang murah dan stabil sehingga banyak gamer yang bermain di warnet.

Di Bandung, tempat saya biasa main adalah Commando Game Center, yang saat itu terletak persis di samping Istana Bandung Electronic Center. Saat itu Commando adalah warnet terbesar di Bandung yang memiliki ratusan unit komputer, yang terbagi menjadi empat kelas seperti Standard, VIP, VVIP, dan Platinum yang memiliki perbedaan sesuai dengan harganya, mulai  dari spesifikasi komputer, kualitas AC, kenyamanan kursi, kualitas keyboard, mouse, dan speaker yang berbeda.

Saya cukup beruntung lahir dan tumbuh di keluarga kelas menengah karena saat itu saya hampir selalu bermain di level Platinum bersama teman dan saudara-saudara saya. Pada hari sekolah, setidaknya saya bermain dua hingga tiga jam saja sepulang sekolah. Namun, saat akhir pekan atau hari libur nasional, saya bisa bermain lebih dari enam jam di sana. Sampai makan siang, makan malam, dan mandi pun saya lakukan di sana.

Saya cukup terkenal di kalangan anak SMP saat itu karena dinilai cukup mahir bermain DotA saat itu. Tentu saja, bukan karena skill individu saya yang di atas rata-rata. Ini terjadi karena saat bermain, saya selalu berbarengan dengan 4 rekan saya lainnya di warnet tersebut sehingga tim kami lebih mudah untuk melakukan koordinasi karena letak komputer kami yang semuanya bersebelahan. DotA adalah game yang mengutamakan kerjasama alih-alih skill individu pemainnya.

Pada game online lainnya, terutama yang bergenre RPG Online seperti Ragnarok Online cukup saya bisa menghasilkan uang dari game saat itu dengan menjual mata uang di dunia game maupun sejumlah item rare yang kemudian ditukarkan dengan sejumlah rupiah. Saya juga pernah menjual sejumlah karakter yang sudah mencapai level tertinggi yang saat itu hanya saya gunakan untuk membeli pulsa maupun billing warnet saja.

Baca Juga:

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Pakai Hape Samsung, Apa Kamu Salah Satunya?

Sungguh Memalukan, Operator Warnet 3 Ribu Sejam Ternyata Lebih Jago ketimbang PDN Kominfo yang Anggarannya 700 Miliar!

Tentu saja tidak semua masa kejayaan warnet tersebut diisi oleh kenangan yang baik saja. Ada juga kenangan buruknya. Saat itu kerap kali terjadi perkelahian di warnet akibat banyak gamer yang bertindak SARA setelah menang dari lawan-lawannya yang menyebutkan kalimat-kalimat rasis, dan terjadilah baku hantam di sana, sampai-sampai pihak berwajib datang.

Saya pikir, seluruh kenangan yang saya sebutkan di atas tidak akan pernah terulang lagi sampai kapanpun. Sekarang sebagian besar gamer bermain di rumahnya masing-masing dengan komputer dan laptopnya sendiri meskipun dimainkan secara online. Tetapi mereka tidak akan merasakan sensasi dan kenangan bermain di warnet seperti yang saya ceritakan di atas. Bagaimana indahnya bermain game di depan komputer dengan ratusan orang lainnya di satu ruangan secara bersamaan.

Zaman yang terus bergerak maju meninggalkan apa yang seharusnya. Provider yang mulai masuk daerah terpencil membuat warung internet terlihat seksi. Harga PC… baiklah, harganya tetap mahal, tapi bukan berarti jadi barang tak lazim di rumah. Kombinasi tersebut mengubur eksistensi warnet semakin dalam dan kini tinggal kenangan.

Tapi, setidaknya sebagian besar dari kita tumbuh dan mengalami ruangan pengap berisi teriakan manusia yang bersahut-sahutan, dan masa itu tak akan lagi ada.

BACA JUGA Mengenang 3 Warnet Bilik Tinggi Penuh Gairah di Jogja dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2021 oleh

Tags: Gamerwarnet
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

5 Pelajaran Hidup yang Saya Sadari Setelah Main Gim The Sims terminal mojok.co

Menanggapi Abad Milenial Melalui Pembukaan Prodi Khusus YouTuber, Gamer, dan Animator di Perguruan Tinggi

16 Juni 2019
Apesnya Main di Warnet Terdekat Warnet Mesum di Cikarang (Unsplash)

Apesnya Main di Warnet Terdekat: Kejayaan Warnet Mesum di Cikarang

5 Februari 2023
Warnet Bokep di Jogja yang Pernah Jaya Bersama Pornhub (Unsplash)

Warnet Bokep di Jogja yang Pernah Jaya Bersama Pornhub

1 Februari 2023
Pengalaman Menggunakan Samsung S21+ Selama 2 Tahun Bikin Saya Yakin Mending Beli Flagship Seken ketimbang Hape Midrange Baru hape samsung saber line samsung a06 5g

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Pakai Hape Samsung, Apa Kamu Salah Satunya?

19 Januari 2025
Para Gamer yang Mengintimidasi dan Merendahkan Orang Lain Ketika Bermain Game Itu Annoying Banget, sih!

Para Gamer yang Mengintimidasi dan Merendahkan Orang Lain Ketika Bermain Game Itu Annoying Banget, sih!

8 Desember 2019
SHAREit Sekarang Jadi Aplikasi Mesum yang Banyak Clickbaitnya terminal mojok.co

Resiko Bukan Gamer: Merasa Asing Saat Teman yang Lain Bermain PUBG dan Mobile Legend

9 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.