Mengenang Kejayaan Ragnarok Online, Game Online Paling Fenomenal di Indonesia – Terminal Mojok

Mengenang Kejayaan Ragnarok Online, Game Online Paling Fenomenal di Indonesia

Artikel

Raden Muhammad Wisnu

Ragnarok Online atau yang biasa disingkat dengan RO, adalah sebuah MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game) yang berasal dari Korea Selatan. Ia dibuat berdasarkan komik Ragnarok yang ditulis oleh Lee Myoung-Jin. Cerita dari komik ini kemudian diadaptasi menjadi sebuah game online yang berfokus pada fitur komunitas sosialnya oleh Gravity Corporation. Di Indonesia, pada awal kemunculannya, ia dikelola oleh PT Lyto Datarindo Fortuna.

Sekitar 17 tahun yang lalu, yakni pada 2004, masyarakat Indonesia saat itu diperkenalkan dengan game online paling fenomenal di Indonesia saat itu. Barangkali, sampai kapan pun tidak akan ada lagi game online yang se-booming dan se-fantastis Ragnarok Online di Indonesia.

Saat itu Ragnarok Online muncul dengan fitur yang bisa dibilang belum ada pada game online lainnya sehingga banyak sekali yang bermain game ini. Bahkan, banyak sekali pemainnya adalah anak perempuan, mahasiswi, hingga orang dewasa yang sudah memiliki anak. Jauh sebelum booming DotA, Point Blank, Mobile Legends, PUBG, kami jauh lebih mengenal Ragnarok Online sebagai gerbang pertama kami dalam menikmati game online.

Mengapa saya sebut demikian? Ragnarok Online muncul pada saat internet belum semurah dan semasif sekarang sehingga sebagian besar orang memainkan game di warnet. Hal ini bikin orang ingin terus-terusan ke warnet untuk memainkan game ini, termasuk saya. Meskipun Ragnarok Online ini berbayar, di mana selain harus membayar billing warnet, pemainnya juga harus membeli voucher untuk bermain game ini. Mirip dengan langganan Netflix atau Spotify sekarang. Tapi, itu tidak menurunkan antusiasme orang-orang dalam bermain game ini.

Sebagai game MMORPG, para pemainnya tentu saja berlomba-lomba ingin memainkan karakternya untuk mencapai level tertinggi setelah memilih job yang dipilihnya. Saat itu, ada 6 job yang dimainkan seperti Swordsman untuk yang menyukai ilmu pedang, Mage untuk yang menyukai sihir, Archer untuk yang menyukai busur panah, Merchant untuk yang menyukai dunia bisnis, Acolyte untuk yang lebih suka di balik layar, dan Thief untuk yang menyukai kecepatan dan kerahasiaan. Nantinya, job yang mereka pilih bisa di-upgrade lagi seiring berjalannya waktu.

Game ini juga unik karena banyak event dalam game yang disesuaikan dengan dunia nyata. Misalnya, ketika lebaran dan natal tiba, suasana dalam game akan mirip dengan suasana lebaran dan natal. Ada item spesial yang hanya muncul di event tersebut saja. Ketika HUT Republik Indonesia tiba, akan ada bonus exp yang akan memudahkan pemainnya untuk naik level lebih cepat. Bahkan setiap tahunnya Lyto membuat event Ragnarok Online ini di mal-mal Jakarta atau kota besar lainnya. Misalnya, dengan mengadakan event turnamen, mengadakan lomba cosplay, hingga menjual merchandise Ragnarok Online.

Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menghasilkan uang di dunia nyata dengan bermain game ini, lho. Mulai dari menjual mata uang dalam game ini, zenny, dengan rupiah; menjual item langka di game ini dengan rupiah; ataupun menjual ID dan password mereka dengan rupiah. Ada juga yang buka jasa joki naik level, baik manual maupun menggunakan program Bot ilegal.

Para pemain Ragnarok ini setiap harinya tidak saja farming untuk naik level ataupun cari uang di dunia nyata, tapi untuk interaksi sosial di dalamnya layaknya di dunia nyata. Bahkan, ada kisah nyata di mana ada pasangan suami istri yang menikah karena interaksi mereka di game ini yang dilanjutkan di dunia nyata, lho.

Saking banyaknya yang kepingin seperti itu, tidak sedikit pemain laki-laki yang ditipu oleh karakter game wanita yang ternyata adalah seorang laki-laki yang menyamar. Ia berusaha mencari keuntungan baik di dunia game maupun dunia nyata. Biasanya disebut dengan istilah Hode, seekor monster di game Ragnarok yang bentuknya seperti cacing, yang merujuk pada alat genital pria.

Saya pikir, yang menjadikan Ragnarok ini dimainkan banyak orang bukanlah farming sampai level tertinggi, PVP (duel antar pemain) maupun fitur War of Emperium (WOE). Di mana setiap pemain ini membuat guild akan berduel dengan guild lainnya untuk mempertahankan kastil yang dimilikinya dan berusaha menjadi penguasa kastil tersebut selama-lamanya. Akan tetapi, justru interaksi sosial di dalamnya.

Tidak jarang saya hanya menghabiskan waktu untuk duduk tenang di salah satu kota di Ragnarok Online, hanya untuk chatting dengan salah satu wanita yang saya kenal di game tersebut. Chatting berjam-jam hanya untuk mendengarkan ceritanya di sekolah.

Sensasi keramahan dan interaksi sosial dalam Ragnarok Online ini tidak akan terulang sampai kapan pun. Meskipun saat ini sudah banyak orang yang bermain game online di PC atau laptopnya masing-masing, seiring perkembangan PC dan laptop gaming serta internet yang semakin murah dan stabil.

BACA JUGA Derita Pemain Game Online yang Main Pakai HP dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Baca Juga:  Ketika Game Online Menyerang, PES dan Winning Eleven Masih Menjadi Pilihan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
6


Komentar

Comments are closed.