Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Mengenang Detergen Boom dan Sabun Mandi Harmony yang Bikin Saya Dikasihani

Riris Aditia N oleh Riris Aditia N
12 Juni 2021
A A
Mengenang Detergen Boom dan Sabun Mandi Harmony yang Bikin Saya Dikasihani terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Pilihan merek sabun ternyata menentukan status sosial kita di masyarakat. Setidaknya di kalangan pertemanan saya zaman kuliah dulu. Saya heran ketika seorang teman tiba-tiba menatap saya penuh rasa iba hanya karena saya langganan detergen Boom dan sabun Harmony.

Katanya, dia salut sama jiwa ngirit saya. Demi menghemat pengeluaran, saya sampai rela membeli detergen dan sabun mandi paling murah seantero rak toko. Padahal, bungkus produknya saja biasanya sampai lecek saking lamanya nggak terjual. “Aku salut,” ujarnya kala itu. Njir, itu pujian atau hinaan, sih? Tapi saya terkekeh saat mendengarnya.

Saya benar-benar nggak menyangka seseorang akan mengomentari pilihan detergen dan sabun mandi yang kita gunakan. Saya kira hanya ada body shaming, jomblo shaming, atau karyawan shaming. Ternyata zaman sekarang juga ada sabun shaming.

Baiklah, saya akui pilihan untuk membeli kedua merek sabun tersebut 99% memang dilatarbelakangi oleh faktor pengiritan. Mau bagaimana lagi, hemat adalah jalan ninja terbaik bagi anak kosan yang masih kuliah dan belum kerja. Belum lagi kalau harus diribetkan dengan berbagai tugas dan project yang memakan uang sampai ratusan ribu. Sudah miskin, masih saja diporotin atas nama pendidikan, hiks.

Oke, balik lagi soal persabunan. Setelah merenungkan beberapa kejadian, lama-lama saya mafhum kenapa teman saya bisa seprihatin itu. Saya baru sadar kalau kualitas detergen Boom tak semenyenangkan harganya.

Untuk kemasan 400 gram, harganya sekitar Rp5.000 saja. Kemasan segede itu bisa dipakai nyuci baju selama seminggu lebih. Apalagi untuk baju anak kuliahan yang nggak kotor-kotor amat. Pasti bisa lebih awet lagi.

Sekarang, bandingkan harganya dengan merek detergen lain seperti Rinso, Daia, atau SoKlin yang rata-rata harganya Rp15.000 lebih untuk kemasan 770 gram. Itu artinya, detergen Boom lebih murah Rp5.000 dibanding merek lain. Anggap saja per minggunya kita butuh 400 gram detergen, jadi dalam sebulan bisa menghemat Rp10.000. Ini angka yang kecil, sih, tapi sangat berguna untuk mempertahankan kelangsungan hidup anak kos. Mantul nggak tuh?

Tapi ya itu tadi, kualitasnya nggak mantul-mantul amat. Busa yang dihasilkan nggak terlalu melimpah, jadi lumayan susah untuk membersihkan noda membandel. Wanginya juga nggak seberapa, bahkan nyaris nggak ada harum-harumnya. Lama-lama bikin insecure.

Baca Juga:

4 Sabun Mandi yang Baiknya Nggak Dibeli, Ada yang Wanginya Bikin Menderita hingga Overrated

5 Rekomendasi Sabun Mandi Paling Wangi dan Tahan Lama, dari yang Murah Meriah sampai yang Paling Mewah

Seperti saat kejadian saya lagi asyik nyuci bareng teman kos. Tiba-tiba dia bertanya, “Kok enak, sih, nyuci pakai Boom nggak ada busanya gitu?” Saya cuma nyengir, lalu melirik bak cucinya yang dipenuhi busa melimpah dengan aroma bunga semerbak. Ternyata dia pakai SoKlin cair yang harganya dua kali lipat lebih mahal dibanding Boom. Ya ampuuun, sungguh pemandangan yang bikin Boom-ku insecure.

Nah, sekarang lain ceritanya dengan sabun mandi Harmony. Saya nggak setuju kalau orang-orang meng-underestimate sabun mandi beraroma buah-buahan segar itu. Oke, kelebihan paling utama memang terletak pada harganya yang murah kebangetan.

Harga sabun batang Harmony kemasan 70 gram sekitar Rp1.700 saja. Kalau didiskon bisa sampai Rp1.000 sampai Rp1.500 saja per batang. Sedangkan harga merek sabun lainnya seperti Lux atau Lifebuoy berkisar Rp2.500 per batang untuk ukuran yang sama.

Entah saking murahnya sabun mandi Harmony atau terlalu mahalnya merek sabun mandi lain. Sampai-sampai seorang teman iseng ngecengin sewaktu saya ketahuan belanja sabun Lux cair di suatu hari. Dia bilang, “Ciyeee… Awal bulan belinya sabun Lux”. Haduh, maksudnya apa coba?

Meski harganya murah banget (bahkan sering didiskon saking lamanya tergeletak di rak toko), kualitas sabun mandi Harmony nggak boleh diremehkan. Ini serius. Berbeda dengan kebanyakan sabun mandi lainnya yang beraroma bunga, sabun Harmony diformulasi ekstrak buah-buahan segar yang wanginya menyegarkan. Mulai dari melon, jeruk, apel, anggur, stroberi, lemon, leci, dan pepaya.

Semua aromanya terasa segar, terutama melon dan jeruk. Sampai-sampai saya jadi pengin memakannya saking miripnya dengan aroma buah segar beneran. Wangi khas buah-buahan pada sabun Harmony juga serupa moodboster yang bikin semangat kembali. Beda halnya dengan wangi-wangian bunga yang biasanya terlalu semerbak dan “nyegrok”.

Selain alasan itu, saya juga punya pengalaman tersendiri tentang sabun Harmony. Dulu, sabun Harmony sempat booming saat saya masih SD. Saya dan beberapa teman sampai berebut mengoleksi semua variannya. Mungkin, karena itulah saya langsung teringat memori masa kecil setiap mencium aroma sabun Harmony. Memori kanak-kanak yang polos, bebas, dan menyenangkan.

Secara ilmiah, aroma memang mampu memicu munculnya kenangan tertentu pada otak manusia. Bisa jadi, wangi sabun Harmony yang bikin mood saya membaik itu tak terlepas dari pengaruh kenangan masa kecil tadi.

Itu artinya, selama ini saya hanya membeli kenangan dalam sebatang sabun Harmony. Tapi untungnya harga sabun Harmony terlampau murah. Karena mengutip Leila S. Chudori dalam novel Pulang, “Aku sama sekali tak setuju menggunakan uang untuk sekadar menghirup kenangan”.

Sumber Gambar: YouTube Resky Yuliani 

BACA JUGA Mari Bersepakat Bahwa Indomaret Lebih Baik daripada Alfamart dan tulisan Riris Aditia N. lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2021 oleh

Tags: BoomdetergenHarmonyKecantikan Terminalsabun mandi
Riris Aditia N

Riris Aditia N

Freelance writer & stroyteller

ArtikelTerkait

Detergen Attack, Penyelamat Orang-orang yang Suka Lupa Rendaman Baju

Detergen Attack, Penyelamat Orang-orang yang Suka Lupa Rendaman Baju

25 Juli 2023
5 Rekomendasi Sabun Mandi Paling Wangi dan Tahan Lama, dari yang Murah Meriah sampai yang Paling Mewah

5 Rekomendasi Sabun Mandi Paling Wangi dan Tahan Lama, dari yang Murah Meriah sampai yang Paling Mewah

22 Januari 2025
Akui Saja bahwa Kita Tidak Sesuai dengan Standar Kecantikan Indonesia terminal mojok

Akui Saja bahwa Kita Tidak Sesuai dengan Standar Kecantikan Indonesia

16 Juni 2021
Panduan Memahami Niacinamide untuk Pemula terminal mojok

Panduan Memahami Niacinamide untuk Pemula

9 Juli 2021
Acnes UV Tint, Sunscreen Terjangkau Sobat Oily-Acne Prone Skin terminal mojok

Acnes UV Tint, Sunscreen Terjangkau Sobat Oily-Acne Prone Skin

26 Juni 2021
Lifebuoy Merah_ Sabun yang Dituduh Punya Bau Nggak Enak dan Bikin Apek terminal mojok

Lifebuoy Merah: Sabun yang Dituduh Punya Bau Nggak Enak dan Bikin Apek

6 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.