Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Himalaya Purifying Neem Mask, Masker Ajaib yang Ramah di Kantong

Fanisa Putri oleh Fanisa Putri
9 Juni 2021
A A
Himalaya Purifying Neem Mask, Masker Ajaib yang Ramah di Kantong terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pencinta masker dan sudah mencoba berbagai macam masker, clay mask adalah salah satu jenis masker favorit saya. Selain karena fungsinya yang ciamik—terutama untuk pemilik wajah berminyak seperti saya—clay mask sendiri bisa menyerap minyak berlebihan pada wajah kita, membersihkan pori-pori, mengangkat sel-sel kulit mati, dan membuat wajah jadi lebih segar. Tekstur clay mask yang kental pun cenderung lebih mudah diaplikasikan, meskipun saat ngebersihinnya agak merepotkan lantaran harus dibilas dengan air mengalir dan double cleansing dengan toner untuk mengangkat residu yang menempel. Tapi, hal itu nggak melunturkan kecintaan saya kepada clay mask.

Setelah mencoba berbagai macam clay mask, mulai dari yang harganya lumayan menguras uang jajan sebulan sampai masker yang harganya terjangkau, saya menemukan salah satu masker yang mudah dijumpai dan harganya masih bisa dijangkau dengan harga setara dengan dua gelas kopi susu gula aren, yaitu Himalaya Purifying Neem Mask!

ADVERTISEMENT

Himalaya Purifying Neem Mask adalah salah satu produk dari Himalaya Herbals, perusahaan farmasi multinasional yang berasal dari India, yang menciptakan produk skincare dengan bahan-bahan alami tradisional yang terinspirasi dari Ayurveda pengobatan obat-obatan tradisional tertua di dunia yang berasal dari India. Jadi, sebagian besar kandungan yang terdapat dalam masker Himalaya Purifying Neem Mask ini berasal dari bahan-bahan alami terutama daun neem, tumbuhan yang banyak terdapat di kawasan India utara. Daun neem ini memilik kandungan antibacterial dan astringent yang mampu melawan bakteri penyebab jerawat membandel. Selain itu, purifying mask ini juga mengandung kunyit sebagai pencegah bakteri dan mengurangi peradangan (anti-peradangan) pada jerawat.

Masker ini dikemas dalam kemasan tube dengan tampilan putih dan nuansa hijau yang terlihat segar di mata. Kemasan tube ini juga sangat memudahkan kamu untuk mengaplikasikan produk agar tetap higienis dan pemakaiannya nggak berantakan loh. Tersedia dalam 2 ukuran, yaitu ukuran 50 ml yang mudah dibawa ketika berpergian dan ukuran 100 ml yang cukup besar untuk dipakai berkali-kali. Dari segi harga, Himalaya Purifying Neem Mask ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 28.500 untuk ukuran 50 ml dan Rp 40.000 untuk ukuran 100 ml. Masker ini mudah ditemukan di Indomaret, Alfamart, dan apotek terdekat.

Pengalaman saya pada saat awal pemakaian, ketika mengeluarkan produk, konsistensi masker Himalaya ini berbentuk clay yang agak sedikit encer dengan tekstur kasar seperti scrub berukuran kecil. Saat diaplikasikan, produknya cenderung mudah untuk diratakan ke seluruh bagian wajah. Biasanya, sih, saya pakai untuk area yang lebih berminyak seperti dahi, hidung, dan area pipi di sekitar hidung karena pori-pori wajah saya yang besar.

Dari segi aroma, masker ini memiliki harum seperti jamu. Mungkin beberapa orang akan merasa terganggu saat pemakaian awal, tapi lama-kelamaan ketika masker mulai kering, aroma itu berangsur hilang, kok. Jadi, aromanya nggak akan mengganggu terlalu lama. Meskipun ini clay mask, masker ini nggak mengering terlalu cepat, bahkan masker ini bisa kalian pakai hingga 10-15 menit! Lumayan lama, kan, buat “me time” sambil nonton video clip BTS terbaru.

Oh ya, tenang saja, kalian nggak harus tiduran untuk memakai masker ini karena maskernya nggak menimbulkan residu yang berjatuhan mengotori lantai ketika mulai mengering. Jadi, kalian tetap bisa jalan-jalan atau duduk ketika memakai masker ini. Nah, ketika masker sudah mengering, kalian bisa membilasnya dengan air mengalir. Tapi saya sarankan untuk membilas masker ini di kamar mandi saja dibandingkan dibilas di wastafel. Ini lantaran ketika dibilas, air bekas bilasannya akan kotor berwarna kehijauan. Dan karena ini clay mask, jadi akan mudah untuk mengendap di wastafel.

Sensasi yang saya rasakan ketika memakai masker ini terasa kulit agak ketarik, dan setelah dibilas, kulit wajah rasanya jadi bersih, segar, dan nggak berminyak. Namun, sebaiknya lakukan double cleansing setelah memakai produk Himalaya ini. Jadi, setelah dibilas dengan air, bersihkan lagi wajah kalian dengan toner dan kapas untuk menghindari sisa-sisa masker yang mengendap di kulit.

Baca Juga:

Indomie x Rabbit Habit Calming Treatment Mask, Masker Wajah Aroma Indomie Apa Gimana, sih?

8 Jenis Masker yang Bisa Dipilih sebagai Senjatamu Saat Pandemi

Setelah beberapa kali dipakai, masker ini terbukti cukup ampuh untuk mengatasi beruntusan di dahi saya dan membuat jerawat nasi (jerawat bernanah di atasnya) kering dengan dua kali pemakaian berturut-turut. Pun mampu mengurangi minyak berlebih di wajah saya tanpa menimbulkan rasa kering ketarik setelah memakainya. Masker ini juga biasanya saya gunakan sebagai pengganti obat totol jerawat ketika ada jerawat batu di wajah saya.

Karena fungsinya yang beragam dan kandungannya yang alami, serta mudah ditemukan di mana saja, saya menobatkan Himalaya Purifying Neem Mask sebagai clay mask ajaib yang ampuh untuk jerawat.

Sumber Gambar: YouTube Kornelia Luciana

BACA JUGA 3 Tips Memanfaatkan Produk Skincare yang Nggak Cocok dan tulisan Fanisa Putri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2021 oleh

Tags: Himalayajenis maskerKecantikan Terminalmasker wajahpurifying mask
Fanisa Putri

Fanisa Putri

Saya suka T-rex, berharap suatu hari nanti bisa membawanya jalan-jalan keliling kompleks perumahan. Kalau lihat T-rex kabari saya lewat instagram @fanisaput ya!

ArtikelTerkait

Sebuah Pedoman Gambar Alis bagi Pemula biar Nggak Ieuwh terminal mojok.co

Sebuah Pedoman Gambar Alis bagi Pemula biar Nggak Ieuwh

14 Juli 2021
Sebuah Kerja Keras di Balik Rambut Warna-warni Bias terminal mojok

Melihat Kerja Keras di Balik Rambut Warna-warni Bias

16 Juni 2021
Derita Punya Rambut Beruban sejak Usia Muda terminal mojok

Derita Punya Rambut Beruban sejak Usia Muda

5 Juni 2021
Citra Hand Body Bengkoang_ Lotion yang Dituduh Jadi Penyebab Lebatnya Bulu terminal mojok

Citra Hand Body Bengkoang: Lotion yang Dulu Dituduh Jadi Penyebab Lebatnya Bulu

24 Juni 2021
Pandemi Berkepanjangan Bikin Penderita Maskne seperti Saya Kewalahan terminal mojok

Pandemi Berkepanjangan Bikin Penderita Maskne seperti Saya Kewalahan

8 April 2021
Azarine, Sunscreen Ringan yang Bikin Kita Nggak Kerasa Pakai Sunscreen terminal mojok.co

Azarine, Sunscreen Ringan yang Bikin Kita Nggak Kerasa Pakai Sunscreen

10 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.