Mengenal Karakter Calon Pembeli Perhiasan di Toko Emas

Ada beberapa tipe karakter calon pembeli perhiasan di toko emas yang perlu dipahami pemilik toko. Kira-kira kamu tipe pembeli yang mana?

Artikel

Avatar

Selama lima tahun saya bekerja sebagai karyawan di toko perhiasan emas, saya telah berhadapan dengan banyak konsumen dengan berbagai macam karakternya. Secara tidak sengaja, saya pun menengarai tipe-tipe karakter mereka. Ada dari mereka yang menyenangkan, ada juga yang bikin geleng-geleng kepala. Secara umum tipe-tipe mereka, saya gambarkan sebagai berikut.

Tipe Satu: Have to Buy

Tipe ini adalah jenis konsumen yang memang dari rumah berencana untuk membeli perhiasan dengan semangat yang menggebu-gebu. Prinsip mereka sejak dari rumah adalah harus membeli perhiasan, bagaimanapun keadaannya. Biasanya konsumen jenis ini akan memilih barang dengan sesuka hati mereka asal tidak melebihi budget yang dibawa. Saran saya untuk menghadapi konsumen jenis ini adalah layani mereka dengan sebaik mungkin, sebab hampir dapat dipastikan jika kamu melayani mereka dengan baik, hasilnya pun akan deal alias mereka akan jadi membeli.

Tipe Dua: Perfeksionis

Ini adalah tipe konsumen paling idealis yang menginginkan perhiasan dengan kualitas top. Penilaian mereka terhadap perhiasan biasanya dilihat dari kebaruan model dan kesempurnaan kondisi barang yang bebas dari noda dan cacat sekecil apa pun. Nasihat saya ketika berhadapan dengan customer jenis ini, kamu harus menunjukkan barang-barang yang kualitasnya nomor wahid yang ada di toko. Bahkan kalau perlu, tawarkan ke mereka barang paling gress yang belum sempat dikasih banderol, supaya mereka yakin bahwa pihak toko sudah memberikan yang terbaik. Siapa tahu dengan totalitas yang diberikan oleh pihak toko, mereka pun akan jadi membeli.

Tipe Tiga: Up to Date

Ini adalah jenis konsumen yang datang ke toko perhiasan seminggu sekali atau paling lama sebulan sekali untuk meng-update model perhiasan yang mereka punya. Mereka adalah tipe yang senang gonta-ganti perhiasan lantaran ingin menjadi trendsetter di kampungnya. Tips untuk menghadapi pelanggan tipe ini adalah dengan sering berbelanja model perhiasan terbaru supaya mereka semakin rajin datang ke toko.

Tipe Empat: Adjust My Budget

Mereka merupakan tipe customer yang berbelanja perhiasan dengan anggaran yang (biasanya) pas-pasan. Tips untuk menghadapi pelanggan ini, ladeni mereka dengan baik dan jangan pernah bosan menghitung nilai perhiasan yang mereka pilih sesuai dengan ukuran kantong budget mereka apalagi sampai menyinggung perasaan mereka, meskipun nominal belanjanya sangat kecil. Saya yakin dengan berbekal ketelatenan saat melayani mereka, hasilnya pun akan deal.

Tipe Lima: Penawar

Ini jenis pelanggan yang lazim ditemui di toko mana pun, tak terkecuali di toko perhiasan emas. Selain hobi menawar barang, biasanya jurus lain yang mereka gunakan jika kamu nggak mau nurunin harga adalah minta dikasih hadiah. Hadeh! Solusi untuk kamu jika bertemu dengan pelanggan macam ini bisa dengan menyiapkan souvenir dari acara pernikahan yang tidak kamu pakai sebagai hadiah. Jika mereka minta hadiahnya, tinggal dikasih souvenir ini saja, mereka pasti akan girang bukan kepalang dan tentunya akan datang kembali lagi ke toko kamu di lain waktu.

Baca Juga:  4 Alasan Kenapa Mahasiswa FEB Bukan Pasangan Ideal

Tipe Enam: Just Try

Merupakan konsumen yang dari awal memang tidak ada niat untuk membeli dan sekadar ingin mencoba-coba saja perhiasan yang ada di toko. Saran saya untuk meladeni pelanggan jenis ini adalah tetap memberi pelayanan yang baik. Barangkali saat mereka punya rezeki nanti, mereka akan jadi beli.

Tipe Tujuh: Talkactive

Yakni jenis konsumen yang gemar berbelanja sambil bercerita panjang lebar tanpa kamu tanya topik apa pun ke mereka. Umumnya mereka bercerita tidak jauh-jauh dari pembahasan seputar keluarga, teman, atau pekerjaan. Tips untuk menghadapi konsumen jenis ini adalah menanggapi mereka dengan baik dan seperlunya saja. Ingat kamu juga memiliki pelanggan lain yang harus dilayani.

Jika kamu terlalu baik saat beramah-tamah dengan konsumen tipe talkactive ini, mungkin mereka akan betah berjam-jam berbelanja di toko. Ini sih cocok dilakukan saat toko sedang sepi. Lumayan, kehadiran mereka bisa jadi obat penawar ngantuk dan suntuk sambil menunggu pelanggan lain datang.

Tipe Delapan: Investor

Mereka adalah jenis konsumen yang membeli perhiasan dengan tujuan untuk menabung. Konsumen tipe ini biasanya tidak akan menjual perhiasan jika mereka belum butuh uang. Biasanya mereka akan menjual perhiasan untuk kebutuhan musim tanam, ingin membeli sapi, bayar biaya sekolah, atau ingin beli tanah. Filosofi mereka adalah berhias sambil menabung. Saran saya untuk menghadapi pelanggan ini adalah mengamati lebih detail barang yang mereka bawa untuk mengantisipasi barang yang rusak akibat terlalu lama disimpan.

Tipe Sembilan: Just Asking

Tipe ini termasuk jenis palanggan yang datang untuk sekadar tanya-tanya saja tanpa ada maksud sepenuhnya untuk membeli. Ini tipe konsumen yang amat perhitungan, suka membandingkan dengan toko sebelah, dan bisa jadi mereka ini juga tipe konsumen investor yang hanya akan menjual barangnya manakala harga sudah tinggi dan akan kembali membeli perhiasan manakala harga sudah mulai turun. Tips untuk menghadapi pelanggan jenis ini adalah ya dijawab saja pertanyaannya, sebab nggak akan merugikan sepeser pun ke kamu.

Baca Juga:  Alangkah Baiknya Jika Pemerintah Kita Belajar dari Warga Ciraos Bernama Idoy

Tipe Sepuluh: Pseudo Customer

Jenis pelanggan semu yang merupakan suruhan dari toko emas lain untuk menjajaki sistem yang ada di toko kamu. Mereka biasanya akan menanyakan berapa harga barang di toko kamu saat ini dan mekanisme jual belinya. Solusi jika kecurigaan kamu sudah haqqulyaqin benar dengan konsumen jenis ini dan ia telah terciduk bolak-balik datang ke tokomu, adalah menanggapi pertanyaan mereka dengan jawaban singkat saja. Misalnya cukup menunjukkan salah satu harganya saja atau menjelaskan sistem yang pada umumnya dipraktikkan di toko emas. Tidak perlu semuanya dijelaskan dengan rinci, apalagi menyangkut rahasia toko. Saya kira itu sudah lebih dari cukup.

Tipe Sebelas: Sariq(ah)

Merupakan tipe pelanggan yang pura-pura mencoba perhiasan tanpa ada maksud untuk membelinya sedikit pun sampai si penjualnya merasa jenuh. Begitu penjualnya sudah suntuk dan lengah, mereka akan memasukkan satu demi satu perhiasan yang mereka pilih ke dalam saku bajunya. Lantas mereka pamit dari toko dengan mimik muka tak berdosa dengan dalih tak ada perhiasan yang cocok untuk dipilih. Hati-hati, terus waspada, dan jangan sampai lengah jika kamu bertemu dengan tipe pelanggan seperti ini! Sebab tidak lain, mereka adalah pencuri.

Bagaimana? Sudah tahu, kan, tipe-tipe karakter pelanggan toko perhiasan emas. Namun, bagaimanapun tipe karakter mereka (kecuali tipe yang terakhir), mereka ibarat raja yang patut dilayani dengan sebaik-baiknya. Semoga jamaah mojokiyyah bukan termasuk tipe customer yang terakhir ini! Mari diamini bersama-sama.

BACA JUGA Tips untuk Kamu biar Nggak Rugi Saat Jual Perhiasan Emas atau tulisan Muhammad Adib Mawardi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
4


Komentar

Comments are closed.