Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mengenal Ereveld, Area Pemakaman Orang Belanda yang Jadi Korban Perang di Indonesia

Christianto Dedy Setyawan oleh Christianto Dedy Setyawan
29 Mei 2021
A A
ereveld makam korban perang belanda jogja sulitnya cari makam kuburan mojok

jogja sulitnya cari makam kuburan mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam pelajaran Sejarah semasa sekolah, kita diajarkan narasi tentang pertempuran pejuang Indonesia menghadapi pihak penjajah. Kita dengan mudah mengidentifikasi mana tokoh yang dapat diteladani dan mana yang jauh dari kata panutan. Penjelasan tentang pertempuran di berbagai daerah konsisten tercantum di buku Sejarah anak sekolahan. Yang luput dari pengajaran di kelas adalah materi soal kelanjutan nasib tokoh pasca perang. Pernahkah terbersit di benak kita soal kuburan orang-orang yang berperang di zaman kemerdekaan?

Kita dengan mudah menyebutkan taman makam pahlawan sebagai peristirahatan terakhir para pejuang. Lha kalau tokoh Belanda dikubur di mana? Apakah dikubur bareng warga pribumi, dipulangkan ke negaranya, atau dibuang ke laut agar dimakan hiu? Memang tidak sedikit warga Belanda yang dikubur dalam lahan kerkhof, namun kalau bicara tentang makam tokoh Belanda yang berkecimpung di perang kemerdekaan maka Ereveld adalah tempatnya.

Ereveld merupakan kompleks kuburan yang dikelola oleh yayasan makam kehormatan Belanda yakni Oorlogs Graven Stichting (OGS). OGS memelihara lebih dari 50.000 makam korban perang di seluruh dunia yang tewas dari periode Mei 1940. Di Indonesia terdapat nyaris 25.000 makam korban perang dari pihak Belanda. Di luar itu masih ada kisaran 130.000 korban perang yang tidak bermakam. Dari angka 25.000 korban tadi 80%-nya adalah warga sipil pria, wanita, dan anak yang dimakamkan di tujuh Ereveld. Ketujuh Ereveld tersebut adalah Ereveld Menteng Pulo dan Ancol (Jakarta), Kalibanteng dan Candi (Semarang), Pandu (Bandung), Leuwigajah (Cimahi), dan Kembang Kuning (Surabaya).

Sebelum bertempat di tujuh ereveld, dahulunya para korban dikuburkan di 22 makam kehormatan Belanda yang tersebar di berbagai wilayah dan dibangun oleh dinas pemakaman tentara Kerajaan Hindia Belanda dalam periode 1946-1959. Di dekade 1960-an baru dilakukan pengumpulan makam ke tujuh ereveld yang berpusat di pulau Jawa. Usai terbangun ereveld, pihak Belanda fokus pada perawatan makamnya. Dilihat dari kondisi fisiknya, ketujuh ereveld terletak pada lahan luas dengan keadaan yang sangat terawat. Kesan angker tidak tampak di sini. Justru nuansa asri, sejuk, dan indah yang dominan sebab rupa makamnya dibuat nyaris seragam dengan jarak antar makam yang teratur serta ditambah dengan konsep taman berhamparan rumput hijau yang indah.

Berbeda dengan konsep kerkhof yang memiliki bangunan besar di atas tanah, makam di ereveld umumnya hanya ditandai dengan berdirinya banyak nisan berwujud patok salib putih bertuliskan nama mendiang dan tanggal lahir serta meninggalnya. Jika patok salib polos merupakan penanda bahwa yang dimakamkam adalah orang Kristen, patok dengan rupa lain juga membantu kita untuk mengenali agama yang dikuburkan. Patok salib berhias digunakan untuk makam Katolik, patok berbentuk mirip kubah masjid untuk makam Islam, hingga patok bintang segi enam untuk makam Yahudi. Untuk makam yang tidak diketahui identitasnya ditulisi Onbekend alias tidak dikenal.

Pengelolaan ereveld berada di bawah yayasan OGS yang berpusat di Den Haag. Di Indonesia terdapat kantor cabang yang berada di Kebayoran Baru. Perawatan lapangan dikoordinir oleh setiap opzichter (pengawas) yang bertanggung jawab agar kondisi makam tetap terawat dan terjaga. Mengenai susunan kompleks ereveld kita dapat melihat isi Ereveld Menteng Pulo sebagai contoh. Di sana terdapat lahan makam, monumen, prasasti, gereja Simultan, taman, lonceng tua, dan columbarium (tempat khusus untuk menyimpan guci abu jenazah). Beberapa tokoh yang dimakamkan namanya cukup tenar dan mungkin pernah kita baca di buku Sejarah. Misalnya adalah Simon Hendrik Spoor, Thomas Karsten, dan Charles Prosper Wolff Schoemaker. Tokoh yang tenar dalam Pertempuran 10 November yakni A.W.S. Mallaby juga disemayamkan tidak jauh dari ereveld Menteng Pulo, tepatnya di kompleks yang bersebelahan dengan lahan makam tersebut.

Di sana juga terdapat kompleks pemakaman prajurit Inggris yang menjadi korban perang. Berbeda dengan ereveld, kompleks ini dikelola oleh Commonwealth War Graves Cemetery (CMGC). Secara umum, yang dimakamkan di ereveld tidak seratus persen orang Belanda. Terdapat pula orang-orang Indonesia seperti Achmad Mochtar (ilmuwan yang menjabat sebagai direktur Lembaga Eijkman dan tewas di tangan tentara Jepang) hingga warga lokal yang tergabung dalam pasukan KNIL.

Ereveld terbuka untuk dikunjungi masyarakat umum, baik bagi yang hendak berziarah atau yang hendak belajar sejarah. Setiap tahunnya pada tanggal 27 Februari, ereveld Menteng Pulo dan Kembang Kuning mengadakan peringatan Pertempuran Laut Jawa yang dihadiri pada diplomat hingga keluarga korban perang. Adanya ereveld yang kini juga menjadi bagian dari bangunan cagar budaya ini mengajak kita untuk merenungi peristiwa sejarah bangsa dan mengambil hikmahnya di masa kini. Ereveld menjadi penanda bahwa pertempuran sejatinya tidak berdampak positif bagi kedua pihak yang berseteru. Perdamaian dunia yang indah lah yang menjadi dambaan setiap orang.

Baca Juga:

Kodim 0734/Yogyakarta: Dulunya Sekolah para Guru, Kini Jadi Markas para Tentara

Pulau Nusa Barong, Tempat Bersejarah di Jember yang Keindahannya Tertutup Mitos dan Kisah Kelam

BACA JUGA Betapa Gobloknya Orang-orang yang Memuji dan Minta Maaf ke Daendels dan tulisan Christianto Dedy Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2021 oleh

Tags: aws mallabybelandaereveldkorban perangpendidikan terminalperang kemerdekaantaman makam pahlawan
Christianto Dedy Setyawan

Christianto Dedy Setyawan

Pencinta literatur yang hobi blusukan sejarah

ArtikelTerkait

Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25 terminal mojok.co

Sebagai Warga Desa, Saya Justru Repot Ngadepin Mahasiswa yang KKN Online

30 Juli 2021
penjarahan artefak indonesia mojok

Penjarahan Artefak Nusantara: Maling yang Terlalu Pintar atau Kita yang Konsisten Abai?

28 Juni 2021
Jangan Dihujat Dulu, Ada Tujuan Positif dari Guru yang Ngambek Nggak Mau Ngajar Gara-gara Muridnya Melakukan Kesalahan terminal mojok

Jangan Dihujat Dulu, Ada Tujuan Positif dari Guru yang Ngambek Nggak Mau Ngajar Gara-gara Muridnya Melakukan Kesalahan

29 Juli 2021
5 Salah Kaprah Istilah Matematika dalam Percakapan Sehari-hari terminal mojok.co

5 Salah Kaprah Istilah Matematika dalam Percakapan Sehari-hari

8 Agustus 2021
nasi goreng di jogja pakem wonosari tegal jawa timur ciri khas mojok.co

Sejarah di Balik Cita Rasa Manis Makanan Jawa

18 September 2020
pelet ilmu hitam indonesia santet mojok

Indonesia Bukannya Nggak Mau, Tapi Memang Nggak Bisa Pakai Santet untuk Melawan Belanda

29 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.