Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengenal Chiapas, Wilayah Merdeka yang Hidup Tanpa Negara (2)

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
18 Agustus 2020
A A
chiapas mengenal zapatista masyarakat tanpa negara di meksiko mojok.co

chiapas mengenal zapatista masyarakat tanpa negara di meksiko mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang Chiapas. Pada artikel kedua ini, Victoria Alondra menjelaskan tentang awal mula berdirinya komunal Chiapas dan perlawanan EZLN terhadap pemerintahan Meksiko. Jika Anda suka membaca kisah-kisah pemberontakan, bagian kedua ini cocok untuk menemani waktu luang Anda.

Bagian kedua ini juga berbicara tentang cara hidup masyarakat Chiapas. Bagaimana mereka bertahan hidup tanpa sokongan pemerintah Meksiko serta investor dari luar. Pokoknya, bagian kedua ini akan membuka wawasan kita mengenai manajemen “pemerintahan” ala komunal yang menolak bentuk-bentuk pemerintahan pada umumnya.

Pada tahun 1995-1997, Zapatista mengalami masa sulit. Masa sulit ini diakibatkan hadirnya militer AS di Chiapas untuk membangun kamp dan melatih tentara khusus Meksiko. Kelompok militer ini membawa kembali alkohol kepada masyarakat Zapatista, yang mana alkohol ini membawa kerusakan yang telah berhasil direduksi terutama kekerasan.

Pada masa inilah banyak LSM yang bersimpati datang ke wilayah Zapatista untuk memberi bantuan. Mulai dari masyarakat Palestina, Black Panther, dan berbagai LSM lain. Kedatangan mereka memperkuat basis pertahanan masyarakat Zapatista.

Pada tahun 2001, lahirlah Proyek Mesoamericano. Proyek ini serupa dengan NAFTA, namun mencakup Amerika Selatan. Pada tahun ini, Zapatista berhenti melakukan negosiasi dengan pemerintah. Masyarakat Zapatista mulai membenahi diri, dan memperkuat struktur militer mereka. Kekuatan sebenarnya dari masyarakat Zapatista lahir pada masa-masa sulit ini.

Pada 2003, lahirlah “Good Government” (Pemerintahan Baik). Pemerintahan Baik ini dipandang sebagai “oposisi” pemerintahan Meksiko. Karakter pemerintahan ini otonom dari negara apa pun, 50 persen anggotanya adalah perempuan, dan dari segi umur, 50 persen staf yang menjabat adalah anak muda. Pemerintahan Baik melahirkan kata-kata “Di sini rakyat memimpin dan pemerintahan mematuhi”.

Pada masa ini, penutup wajah bagi masyarakat Zapatista menjadi kewajiban utama ketika mengikuti aksi politik atau ketika pihak luar berkunjung. Ketika sudah kembali dalam kehidupan normal, mereka bisa melepas penutup wajahnya.

Di dalam masyarakat Zapatista, terbentuk 3 sistem masyarakat: Munisipal, Caracoles, dan Komunitas.

Baca Juga:

Vandalisme dan Anarkisme Itu Beda, Jangan Sampai Keliru!

Nasib Anarko: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga pula

Munisipal (Municipios Autónomos Rebeldes Zapatistas, MAREZ atau MARZ) memiliki peran seperti pemerintahan federasi. MARZ berperan dalam pengorganisasian administratif yang mengakomodir berbagai komunitas berbeda. Dalam MARZ setidaknya ada satu sekolah dan satu klinik.

Caracoles (kata Spanyol untuk siput) berperan seperti negara. Caracoles dapat pula memiliki sekolah dan klinik. Caracoles juga berhak menentukan apakah di dalamnya ada perwakilan dari Pemerintahan Baik. Komunitas berisikan masyarakat dengan berbagai kultur dan budaya. Di dalam Komunitas terdapat petugas kesehatan dan kadang juga sekolah. Ada perwakilan lokal dari pemerintahan baik di dalam setiap Komunitas.

Posisi dari MARZ, Caracoles, dan Komunitas saling beririsan. Di dalam masyarakat Zapatista terdapat 5 Caracoles, 27 Munisipal, 1.000 Komunitas, dan 750.000 warga

Bagaimana 750.000 orang di Chiapas bisa menjalankan kehidupan yang otonom? Bagaimana mereka memenuhi kebutuhannya untuk bertahan?

Setiap keluarga di Zapatista memiliki 1-2 hektare lahan. Lahan ini dimanfaatkan untuk bertani dan beberapa juga berternak. Dalam tingkatan komunitas, ada lahan kolektif/komunal yang lebih luas untuk dikerjakan bersama.

Setiap komunitas memiliki akses menuju infrastruktur, meskipun infrastruktur tersebut berada di luar komunitas mereka. Minimal ada satu petugas kesehatan di setiap komunitas. Di setiap komunitas juga ada perwakilan dari Pemerintahan Baik. Semua layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah Zapatista diberikan secara gratis, bahkan bagi masyarakat di luar wilayah Zapatista. Zapatista juga memiliki universitas untuk pendidikan tingkat lanjut. Semua sekolah di Zapatista menggunakan bahasa pribumi, sedangkan bahasa Spanyol menjadi bahasa kedua.

Setiap komunitas memiliki fasilitas listrik, mesin, pertanian, komputer, dan dapur umum. Kembali ke lahan kolektif, lahan ini dikerjakan bersama sebagai sumber kehidupan komunitas. Masyarakat di sebuah komunitas dapat bekerja tiga hari di lahan kolektif dan tiga hari di lahan keluarga. Lahan kolektif biasanya ditanami kopi, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Terdapat pula peternakan di lahan kolektif. Hasil produksi lahan kolektif ini biasanya dijual untuk membeli barang yang tidak dapat mereka produksi, terutama senjata dan buku. Seseorang yang bekerja sebagai petugas kesehatan akan dibebaskan dari pekerjaan lahan kolektif.

Dalam pekerjaan, dilakukan rotasi menyeluruh pada seluruh anggota komunitas. Rotasi ini bertujuan untuk mencegah seseorang memiliki jabatan tertentu untuk waktu lama. Rotasi ini juga untuk benar-benar mengeliminasi kelas sosial yang terjadi dari spesialisasi kerja. Pekerjaan pemerintahan, pertanian, petugas kesehatan, mekanik, guru, dan lain-lain akan mengalami rotasi ini. Biasanya, rotasi pekerjaan dilakukan setiap 3 tahun.

Untuk keanggotaan pemerintahan baik, semua dipilih oleh masyarakat Komunitas. Tidak ada kampanye atau perebutan jabatan. Semua benar-benar atas keputusan bersama karena memang tidak ada privilese dari jabatan apa pun.

Zapatista saat ini sangat menolak segala bentuk dana donor atau derma. Setiap orang luar yang datang dan hidup bersama masyarakat Zapatista tidak dituntut untuk memberi sumbangan dana, melainkan sumbangan ilmu. Setiap orang luar yang hidup bersama mereka diharapkan bisa membagikan ilmunya untuk kebaikan bersama.

Salah satu contoh, petugas kesehatan Zapatista dapat melakukan operasi besar setelah salah satu pendatang membagikan ilmu tentang operasi ini. Para petani datang membagikan teknik pertanian, jurnalis membagikan cara menggunakan kamera, ahli elektro membagikan mengenai kelistrikan, mekanik membagikan ilmu mekanik, dan ahli bangunan membagikan ilmu bangunan. Biasanya pendatang ini tinggal di Zapatista selama 3 bulan sampai 1 tahun (seperti halnya Victoria).

Masyarakat Zapatista “wajib” memiliki kemampuan seni dan olahraga. Mereka biasa mengadakan pesta dan berbagai pertandingan olahraga. Dan meskipun bukan orang asli Zapatista, anak-anak muda dapat bersekolah di Zapatista. Banyak keluarga yang mengirim anaknya ke sekolah Zapatista karena gratis, kurikulumnya baik, dan tidak rasis terutama pada penduduk asli. Zapatista membuka pintu pendidikan bagi orang luar untuk memberi contoh langsung bagaimana kehidupan tanpa bernegara bisa berjalan.

Sumber gambar: chiapas-support.org

BACA Perut yang Lapar Lebih Berbahaya daripada Kebangkitan Komunisme dan tulisan Dimas Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Agustus 2020 oleh

Tags: anarkismezapatista
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

mengenal chiapas meksiko wilayah tanpa negara subcomandante marcos mojok.co

Mengenal Chiapas, Wilayah Merdeka yang Hidup Tanpa Negara

9 Agustus 2020
Vandalisme dan Anarkisme Itu Beda, Jangan Sampai Keliru!

Vandalisme dan Anarkisme Itu Beda, Jangan Sampai Keliru!

10 Juni 2022
Nasib Anarko: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga pula terminal mojok.co

Nasib Anarko: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga pula

19 Oktober 2020
meme anarkisme

Bagaimana Meme Mempertontonkan Inkompetensi Polisi dalam Isu Anarkisme

28 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.