Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Mengenal Bunda Maria yang Dianggap Allah oleh Kemendikbud

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
27 Juli 2022
A A
Mengenal Bunda Maria yang Dianggap Allah oleh Kemendikbud Terminal Mojok

Mengenal Bunda Maria yang Dianggap Allah oleh Kemendikbud (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Kok bisa Bunda Maria itu Allah?” tanya teman saya sambil menunjukkan tangkapan layar sebuah buku yang kemarin ramai diperbincangkan di jagat media sosial. Bukan buku biasa, melainkan buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Yang menerbitkannya adalah Kemendikbud, lho. Opo tumon sekelas kementerian salah dalam memberikan edukasi? Saya hanya bisa bilang, “Lha, kok iso?”

Dear @Kemdikbud_RI cc: @nadiemmakarim @Nadiem_Makarim @KatolikG @ProtestanGL

Entah bagaimana proses editing penerbitan buku panduan belajar seperti ini dilakukan. Sangat disayangkan bahwa penulis tdk memahami ajaran dari agama Kristen Protestan dan Katolik terkait Trinitas. pic.twitter.com/JrzBmzfVLt

— Sigit Pranoto (@mogitscj) July 25, 2022

Lantaran heboh soal kesalahpahaman tersebut, saya jadi pengin membahas tentang Bunda Maria. Bukan perkara profil yang saya pikir sudah banyak diketahui orang, melainkan bagaimana posisi “Bunda Allah” ini dalam iman Katolik. Tentu saja dengan sudut pandang gereja Katolik. Dan dengan menyadari berbagai kekurangan, saya coba jelaskan sosok yang sering muncul sebagai patung di dalam gua ini.

Pada artikel tentang Trinitas Kristiani, saya menekankan bahwa mengenal konsep teologi orang Katolik itu sangat kompleks. Namun, yang patut kita pegang adalah relasi tiga pribadi Allah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Nah, kalau gitu di mana Bunda Maria?

Banyak yang memandang Bunda Maria sangat tinggi kedudukannya, bahkan lebih tinggi dari Allah. Maklum saja, sebutan “Bunda Allah” membuat banyak orang awam salah paham. Saya pun mencoba maklum dengan luputnya Kemendikbud perkara ini.

Tapi masalahnya, Bunda Maria bukanlah Allah! Sebutan “Bunda Allah” muncul karena ia mengandung dan melahirkan Yesus. Karena Yesus diimani sebagai perwujudan Allah Putra, maka Maria mendapat julukan luar biasa tersebut.

Akan tetapi, penghormatan kepada Bunda Maria sifatnya sekunder. Ia tidak pernah lebih tinggi dari Yesus sendiri. Penghormatan ini bersumber dari keterlibatannya dalam karya penyelamatan Yesus. Ia terus bertekun dalam iman dan melaksanakan sabda Allah dengan menjadi tubuh yang melahirkan Yesus. Karena dalam konsep keselamatan ini, Yesus harus hadir dalam rupa manusia.

Bunda Maria bekerja sama dengan keselamatan Allah dan menjadi perantara manusia kepada Kristus. Karena sosoknya menjadi perantara kehadiran Yesus dengan mengandung dan melahirkan, pada akhirnya ia menjadi perantara manusia untuk menuju Yesus. Ungkapan “Ad Jesum per Mariam” yang berarti menuju Yesus melalui Bunda Maria menggambarkan relasi ini.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

Karena jasa dan peran yang besar ini, Bunda Maria mendapat karunia besar. Ia bangkit dari antara orang mati dan diangkat ke surga seperti Yesus. Ia juga menjadi Ratu Surga dan menjadi bunda seluruh orang beriman. Ia menjadi perantara doa kita kepada Tritunggal Mahakudus.

Dengan karunia sebesar ini, apakah sosoknya satu level dengan Yesus? Dalam Konsili Vatikan II disebutkan bahwa Bunda Maria telah lebih unggul dari segala makhluk di surga maupun di bumi (Lumen Gentium, 53). Tapi, semua ini karena Yesus sendiri dan bukan “keilahian” Bunda Maria. Kemuliaan Bunda Maria senantiasa berakar dari kemuliaan Yesus sendiri.

Maka sudah jelas. Bunda Maria bukanlah Allah. Ia adalah manusia yang dimuliakan secara luar biasa atas keterikatan kepada Yesus.

“Tapi, kenapa orang Katolik berdoa di depan patung Bunda Maria?” Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya demikian.

Saya lompati urusan peran patung dalam ibadah Katolik. Seperti yang sudah dijelaskan, posisi Bunda Allah ini adalah perantara bagi manusia. Ia tidak pernah mengabulkan doa, dan tidak pula memiliki kuasa atas itu. Semua doa orang Katolik tertuju pada Tritunggal Mahakudus, bukan kepada Bunda Maria.

Bait terakhir doa Salam Maria adalah, “Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.” Dari bait ini sudah jelas bahwa umat Katolik meminta doa kepada Bunda Maria. Bukan meminta wangsit, harta, apalagi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dan untuk memahami mengapa orang Katolik meminta doa dan perantaraan padanya, saya punya anekdot menarik. Mengingat peristiwa pernikahan di Kana, Maria meminta Yesus menolong mempelai yang kehabisan anggur. Yesus menyatakan bahwa waktunya untuk melakukan mukjizat dan mulia belum datang. Tapi karena permohonan sang ibu, Yesus melakukan mukjizat pertamanya: mengubah air menjadi anggur (Yoh 2:1-11)

Dari sini kita melihat bahwa permohonan Maria dikabulkan Yesus, bahkan sebelum waktunya. Sekaligus menunjukkan bahwa doa seorang ibu akan dikabulkan. Maka umat Katolik memohon doa dan perantaraan Bunda Maria agar Yesus mengabulkan seperti saat pernikahan di Kana.

Maka salah pemahaman Kemendikbud tadi sudah saya jawab. Yah, sekarang tinggal bagaimana Kemendikbud merevisi bagian yang salahnya fatal tadi. Masa harus nunggu seviral ini baru dilakukan pengecekan ulang? Kasihan nanti generasi baru Indonesia akan berselisih paham soal iman gara-gara buku pegangan yang salah.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Memahami Konsep Trinitas: Kenapa Tuhan Orang Kristen Beranak dan Ada 3?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2022 oleh

Tags: Bunda Mariagereja katolikkatolikpilihan redaksitrinitas
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

5 Oleh-Oleh Khas Klaten yang Paling Direkomendasikan untuk Dibawa Pulang

5 Oleh-Oleh Khas Klaten yang Paling Direkomendasikan untuk Dibawa Pulang

5 Desember 2024
Percuma Desain Paspor Indonesia Baru, tapi Lemah, Kalah Kuat dari Paspor Timor Leste!

Percuma Desain Paspor Indonesia Baru, tapi Lemah, Kalah Kuat dari Paspor Timor Leste!

18 Agustus 2024
Review Mars Partai Politik dari Orang yang Kurang Percaya Partai terminal mojok.co

Review Mars Partai Politik dari Orang yang Kurang Percaya Partai

17 Agustus 2021
Dear, Orang Tua_ Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri. Bahaya! terminal mojok

Dear, Orang Tua: Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri, Bahaya!

13 September 2021
3 Tips Beli Baju Zara Second biar Tetap Nggaya Terminal Mojok

3 Tips Beli Baju Zara Second biar Tetap Nggaya

20 April 2022
Berlomba Mengutuk BPJS, Padahal yang Buruk Pelayanan Rumah Sakitnya

Berlomba Mengutuk BPJS, padahal yang Buruk Pelayanan Rumah Sakitnya

25 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.