Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

Aprilia Ani Fatimah oleh Aprilia Ani Fatimah
14 Januari 2026
A A
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada fenomena menarik yang saya cermati dari warga Banyumas. Mereka senang memperkenalkan diri spesifik sebagai orang Purwokerto daripada orang Banyumas. Sekalipun tidak berasal dari Purwokerto, mereka tetap meminjam daerah itu sebagai identitasnya. 

FYI, Banyumas adalah nama kabupaten di Jawa Tengah berdekatan dengan Brebes, Pemalang, dan Tegal. Sementara Purwokerto adalah  ibukota dan pusat pemerintahan Banyumas. Sebenarnya, selain Purwokerto, ada banyak daerah lain di bawah Kabupaten Banyumas seperti Ajibarang, Baturaden, dan Jatilawang. Namun, orang-orang dari daerah itu lebih senang memperkenalkan diri sebagai orang Purwokerto daripada Kabupaten Banyumas kecamatan aslinya. 

Saya salah satu orang yang melakukan hal itu. Saya aslinya orang Kecamatan Kedungbanteng, tapi jarang mengaku asli sana. Bukannya tidak bangga akan daerah asal saya atau Banyumas, saya merasa hanya merasa, mengaku sebagai orang Kota Satria itu lebih praktis karena beberapa alasan. 

Baca juga 5 Hal Menyenangkan di Purwokerto yang Bikin Betah.

Purwokerto lebih terkenal

Ini alasan paling sederhana dan paling sering digunakan. Harus diakui kalau nama Purwokerto lebih dikenal ketimbang kecamatan lainnya, bahkan Kabupaten Banyumas itu sendiri. Fakta ini membuat saya lebih memilih mengaku orang Kota Satria daripada memasukkan penjelasan peta Banyumas dalam obrolan. Dijelaskan pun orang akan sulit memahaminya.

“Asal mana?”

“Kedungbanteng, Banyumas.”

Jawaban ini akan menghasilkan dua kemungkinan. Pertama, obrolan berakhir karena lawan bicara tidak tahu di mana itu Kedungbanteng. Kedua, lawan bicara akan balik bertanya dengan, “Oh, itu dari Purwokerto ke mana?”

Baca Juga:

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

Jangankan dengan orang baru dari luar Banyumas, sesama warga Banyumas pun kadang masih kebingungan mengenal kecamatan lain di daerahnya. Sering kali saya menggunakan daerah ini sebagai patokan.

“Asal mana?”

“Kedungbanteng, sebelah utaranya Purwokerto.”

Jawaban ini lebih baik karena lawan bicara lebih bisa membayangkan lokasinya. Tapi bukan berarti mereka paham juga karena biasanya sebagian jawaban yang mereka temukan adalah,

“Oh, Baturaden, ya.”

“Bukan, agak ke barat sedikit,”

“Oalah, Cilongok itu berarti, ya?”

Belajar dari dua jawaban sebelumnya, akhirnya saya lebih sering memilih menjawab langsung sebagai warga Kota Satria. Selesai. Praktis dan hemat energi.

Baca juga Purwokerto, Tempat Ternyaman untuk Merayakan Patah Hati.

Dekat dari banyak sisi

Meskipun tercatat sebagai wilayah Banyumas, secara geografis Kecamatan Kedungbanteng cenderung lebih dekat dengan Purwokerto. Hal ini juga yang mungkin dirasakan oleh warga di kecamatan lain yang berada di sekitarnya seperti Baturaden, Sokaraja, Karanglewas, Kembaran, atau Sumbang. Bagi kami, mengaku warga Kota Satria masih masuk akal. 

Selain kedekatan dari sisi geografis, sisi administratif dan sosial pun saya merasa dekat dengan daerah satu ini. Pusat pemerintahan Banyumas ada di sana mulai dari kantor bupati, gedung DPRD, sampai berbagai kantor dinas. Untuk mengurus segala dokumen administrasi demi menjalani hidup sebagai WNI yang taat, semua dikerjakan di sana. 

Dalam kehidupan sehari-hari pun demikian. Kota Satria ini berjasa dalam memenuhi kebutuhan serta keinginan warga Banyumas, dari yang penting sampai yang tidak terlalu penting. Sekolah? Banyak sekolah unggulan baik yang negeri maupun swasta letaknya di Purwokerto. Belanja? Pasar besar seperti pasar Wage atau pasar manis juga ada di sana. Jangan lupakan mal kebanggan warga se-Barlingmascakeb yang lokasinya juga di Purwokerto. Kuliah, cari kerja, nonton bioskop, atau sekadar nongkrong, semua dilakukan di Purwokerto.

Mengaku asli Purwokerto bukan berarti menyangkal sebagai warga Banyumas. Toh, di kepala banyak orang, Banyumas dan Purwokerto sudah telanjur menyatu. Saya tetap orang Banyumas, dengan segala logat ngapak dan kebiasaan wong kabupaten yang melekat. Purwokerto hanyalah nama yang saya pinjam agar lebih mudah dipahami.

Penulis: Aprilia Ani Fatimah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Orang dari Kota Besar Stop Berpikir Pindah ke Purwokerto, Kota Ini Belum Tentu Cocok untuk Kalian.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: banyumasjawa tengahkabupaten banyumaspurwokerto
Aprilia Ani Fatimah

Aprilia Ani Fatimah

Mbak-mbak yang lidahnya Jawa banget, tapi jiwanya kadang keminggris.

ArtikelTerkait

Kalau di Kota Padang Nggak Ada Nasi Padang, di Tegal Tetap Ada Warteg, tapi...

Kalau di Kota Padang Nggak Ada Nasi Padang, di Tegal Tetap Ada Warteg, tapi…

15 Januari 2024
3 Rekomendasi Supermarket di Kota Magelang, Cocok buat Belanja Anak Kos

3 Rekomendasi Supermarket di Kota Magelang, Cocok buat Belanja Anak Kos

26 September 2023
Merasa Spesial saat Saya Naik dan Turun KA Jayakarta di Stasiun Walikukun Ngawi (Dokumen pribadi penulis).

Stasiun Walikukun Ngawi yang Membuat Saya Merasa Spesial

28 Mei 2023
Sisi Gelap Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing (Unsplash)

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

19 Januari 2026
Alun-Alun Temanggung Sekarang Seperti Kuburan di Tengah Kota (Unsplash)

Alun-Alun Temanggung Sekarang seperti Kuburan di Tengah Kota

8 Agustus 2023
3 Alasan Saya Lebih Senang Nonton Film di Bioskop Jadul Rajawali Purwokerto daripada Bioskop Modern di Mall Mojok.co

3 Alasan Saya Lebih Senang Nonton Film di Bioskop Jadul Rajawali Purwokerto daripada Bioskop Modern di Mall

5 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY
  • Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius
  • Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda
  • Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan
  • Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya
  • Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.