Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Menebak 6 Karakter Seseorang Dilihat dari Tempatnya Menangis

Erwin Setia oleh Erwin Setia
21 November 2019
A A
Menebak 6 Karakter Seseorang Dilihat dari Tempatnya Menangis
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagaimana tertawa, menangis adalah hal lumrah yang dilakukan oleh seorang manusia. Tiap manusia normal lahir ke alam dunia selalu dalam keadaan menangis. Tidak terkecuali kamu-kamu yang pura-pura kuat menahan segala emosi agar tak tumpah tak jadi tangis. Haishh, jangan dipaksakan tho. Kalau nangis, ya nangis saja.

Menangis tak melulu berarti ciri seseorang itu cengeng atau lemah jiwa. Dalam banyak riwayat bahkan diceritakan bahwa orang-orang saleh zaman dahulu itu suka menangis. Menangisi dosa, maksudnya, bukan karena putus cinta. Sementara itu dari sisi kesehatan, aktivitas ini memiliki beragam manfaat. Menurut penelitian seorang ahli biokimia Dr. William H. Frey yang dilansir medicaldaily.com, ia bisa mengeluarkan racun dari dalam tubuh, membunuh bakteri, meningkatkan pengelihatan, memperbaiki suasana hati, dan meredakan stres.

Dalam tataran lebih serius, E. M. Cioran—seorang filsuf Rumania—mengatakan dalam  On The Heights of Despair, “Pengakuan-pengakuan murni hanya ditulis dengan air mata.” Wow, magis betul kan perkara tangis ini. Sampai ahli filsafat saja membahasnya. Dengan segala pemaparan mengenai menangis di atas, saya berusaha menyingkap dengan segenap jiwa-raga karakter seseorang dilihat dari tempat nangisnya. Tak lain penelitian sangat tidak serius ini dibuat untuk memperluas khazanah kita mengenai dunia tangis. Berikut hasilnya:

Satu: Kamar

Orang yang biasa menangis di kamar adalah orang yang paling mudah ditebak karakternya. Sudah tentu ia adalah tipe penyendiri atau pemendam masalah. Dalam kata lain: pemalu. Ia tidak mau ada orang yang tahu kalau dirinya bersedih.  Orang dengan karakter begini akan mencari tempat paling tersembunyi untuk menumpahkan tangisnya. Andai saja Segitiga Bermuda atau Black Hole berada di dekat rumahnya, tentu saja ia akan memilih dua tempat tersebut sekadar untuk menangis. Pokoknya tersembunyi, deh.

Dua: Studio Karaoke

Lazimnya studio karaoke adalah tempat orang bersenang-senang, berjoget-joget, bernyanyi-nyanyi, dan semacamnya. Meski begitu, bagi sebagian orang, studio karaoke adalah tempat yang cocok untuk menangis. Orang yang melakukan aktivitas ini di studio karaoke umumnya adalah orang yang memiliki kepekaan hati tingkat tinggi dan kepercayaan diri berlebih. Ia tidak malu tangisannya dilihat orang-orang.

Biasanya ia akan menangis ketika lagu-lagu mellow tersaji. Hati orang jenis ini memang sepertinya terbuat dari kulit Camila Cabello. Halus betul.

Tiga: Pinggir Jalan

Hanya orang-orang tak hati-hati dan cenderung sembronolah yang menangis di pinggir jalan. Biasanya mereka adalah korban penjambretan atau kecelakaan-kecelakaan semacamnya. Lantaran sudah tak tahan lagi, maka ia pun menangis meratapi nasib buruknya. Tak peduli walaupun ia masih berada di pinggir jalan. Beberapa orang yang nangis di pinggir jalan barangkali memang korban patah hati atau anak kecil yang merengek minta jajan, tapi secara umum hanya orang-orang dengan kepribadian tak hati-hati dan cenderung sembronolah yang nangis di pinggir jalan.

Kalau orang yang nangis di tengah jalan? Tentu saja itu orang yang tidak waras.

Baca Juga:

Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

Derita Hidup di Lokalisasi JBL Semarang-Kendal, Sering Dikira Mucikari dan Bos Karaoke Padahal Cuma Numpang Tinggal

Empat: Sekolah

Sekolah adalah tempat belajar. Tak peduli itu gedung TK ataupun kampus, hakikatnya sekolah adalah tempat menambah ilmu dan wawasan. Sama sekali bukan tempat untuk menangis. Tapi, berhubung seorang manusia tetap harus membawa mata dan perasaannya sekalipun ketika pergi ke gedung sekolah, tak ayal kita pun dapat menemukan orang yang menangis saat di sekolah.

Orang jenis ini memiliki karakter perfeksionis. Kenapa begitu? Sebab biasanya orang yang menangis di sekolah hanya orang yang menyesalkan nilai buruknya. Saya pernah mendengar seorang kawan bercerita. Ia memiliki teman kuliah yang sangat emosi sampai menitikkan airmata, hanya karena ada orang yang mendapat nilai 3.8, sedangkan nilainya cuma 3.7!

Lima: Depan Gedung Pemerintahan

Orang yang kuat dan berani bukanlah orang yang tidak pernah menangis. Boleh jadi orang yang suara tangisnya paling kencang dan durasi tangisnya paling lama, ia adalah orang yang paling kuat dan berani. Demikianlah orang-orang yang menangis sewaktu berada di depan gedung pemerintahan. Saat berunjuk rasa menyampaikan aspirasi orang banyak dan menuntut pemerintah berpihak kepada kemanusiaan. Saking semangat dan penuh penghayatannya ia terhadap usahanya menyuarakan seruan untuk keadilan, maka menangislah ia. Itu sama sekali tidak menunjukkan bahwa ia lemah, justru memperlihatkan bahwa ia seorang yang kuat dan berani.

Lalu bagaimana dengan orang yang menangis karena terkena semprotan gas air mata? Sama saja. Mereka juga termasuk orang-orang berkarakter pemberani dan kukuh terhadap prinsip yang dipegangnya. Tangisan mana lagi coba yang lebih romantis daripada tangisan karena semprotan gas air mata?

Enam: Masjid

Cukup dua kata untuk menggambarkan karakter orang yang suka menangis di dalam masjid: Subhanallah, akhi….

BACA JUGA Yakin Mau Nangis di Nikahan Mantan? atau tulisan Erwin Setia lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 November 2019 oleh

Tags: kamarkaraokeMasjidmenangis
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

Punya Kawan Marbot Masjid Adalah Kemewahan Paling Mudah, Murah, plus Berkah terminal mojok.co

Jangan Usir Anak-Anak yang Bermain di Masjid

24 Mei 2019
Semarang, Surganya Rumah Ibadah dengan Arsitektur Unik

Semarang, Surganya Rumah Ibadah dengan Arsitektur Unik

28 Februari 2024
Nggak Mau Sandal Hilang Sewaktu Salat di Masjid, tapi Enggan Tertib Saat Menyimpannya

Nggak Mau Sandal Hilang Sewaktu Salat di Masjid, tapi Enggan Tertib Saat Menyimpannya

15 Februari 2020
Derita Hidup di Lokalisasi JBL, Dikira Mucikari dan Bos Karaoke (Unsplash)

Derita Hidup di Lokalisasi JBL Semarang-Kendal, Sering Dikira Mucikari dan Bos Karaoke Padahal Cuma Numpang Tinggal

13 Agustus 2025
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan

11 Mei 2020
Antara Ngaji Mazhab Khusyuk dan Mazhab Santuy, Pilih yang Mana MOJOK.CO

Ngaji Mazhab Khusyuk atau Mazhab Santuy, Pilih Mana?

7 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.