Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Menanggapi Tulisan Kita Semua Suka Pelajaran Olahraga: Maaf Mas, Saya Nggak Suka

Siti Halwah oleh Siti Halwah
15 Agustus 2019
A A
nggak suka olahraga

nggak suka olahraga

Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin, tanggal 14 Agustus 2019 sebuah artikel dengan judul ‘Kita Semua Suka Pelajaran Olahraga’ tayang di Terminal Mojok. Artikel itu sebagian besar berisi alasan mengapa penulis menyukai pelajaran Penjakses dan beranggapan bahwa semua orang pasti juga menyukainya. Padahal, nggak. Saya salah satunya.

Saya termasuk di antara orang-orang yang sampai kapan pun tidak akan menyukai pelajaran Penjaskes. Bagi saya, Penjaskes adalah mata pelajaran yang ingin selalu saya skip tiap minggunya. Dimulai sejak SMP sampai SMA. Meskipun hanya sekali dalam seminggu, pelajaran Penjaskes selalu mendatangkan rasa khawatir dan kecemasan tersendiri.

Entah memang hukum alam atau sebuah konspirasi semesta, guru-guru olahraga selalu memiliki tubuh yang kekar, wajah garang dan jarang tersenyum—juga sebagian besar laki-laki. Kalaupun tersenyum saya malah lebih takut lagi. Mereka seolah dikaruniai sifat tegas dan suara nyaring. Cukup nyaring untuk meneriaki seisi kelas saya agar segera berlari.

Berlari yang dimaksud bukanlah lari-lari jogging. Tapi benar-benar berlari. Sewaktu SMP, perkenalan pertama saya denganpelajaran Penjaskes adalah berlari mengelilingi satu kampung. Bayangkan, satu kampung. Saat itu, kami yang masih kelas satu diuji staminanya dengan kemampuan bertahan dalam lari. Siswa laki-laki diberi batasan maksimal 10 menit, sedangkan siswa perempuan 15 menit.

Saya masih ingat, saat itu saya masuk dalam 3 orang siswa perempuan yang berhasil menyelesaikan lari dalam waktu 15 menit. Rasanya benar-benar complicated. Perut saya berputar-putar, kaki saya sakit dan malamnya seluruh badan saya pegal semua. Sungguh, perkenalan yang manis dengan mata pelajaran Penjaskes.

Selain lari, saya juga dikenalkan dengan olahraga rol. Baik rol depan dan rol belakang. Pertama kali melihat guru olahraga saya mempraktikkan cara melakukan rol depan, saya sudah mulas duluan. Berpikir bagaimana jika leher saya nanti keseleo atau lebih gawatnya otak saya geser setelah mempraktikkannya? Saat itu saya berharap tiba-tiba saja sakit perut dan tidak perlu mengikuti praktik ini.

Lepas dengan olahraga rol, saya dikenalkan dengan olahraga renang. Alamak, dari dulu sampai sekarang saya paling tidak tahu caranya berenang. Selain khawatir tenggelam, saya juga takut mules saat berendam di air, nanti malah khilaf dan pipis di kolam. hehe

Belum lagi waktu pelajaran Penjaskes yang biasanya selalu dilakukan di waktu pagi. Dimulai pukul 6. Telat sedetik, sudah tidak diizinkan mengikuti pelajaran ini. Presensi alpa dan siap-siap ikut praktik susulan dengan kelas lainnya.

Baca Juga:

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

10 Tips Olahraga di Gym untuk Newbie yang Terdengar Sepele, tapi Penting

Penjaskes juga selalu identik dengan praktik. Meskipun terdapat LKS (Lembar Kerja Siswa), guru Penjaskes SMP saya tidak pernah sekali pun melakukan pertemuan di dalam kelas. Menurutnya, olahraga itu ya di luar, di lapangan, bukan di dalam kelas. Ampun, deh.

Hal lain yang membuat saya nggak suka pelajaran olahraga adalah karena namanya sudah Olah-Raga. Mengolah raga yang artinya pasti berkeringat. Bayangkan saja, kami—siswa perempuan—sudah berangkat dengan tampil cantik dari rumah, memakai parfum dan sedikit make-up seperti pelembab. Eh, di sekolah semuanya buyar karena harus lari-larian ke sana-ke mari dan berkeringat. Menyebalkan.

Saat mau berganti pakaian sehabis olahraga juga ribet. Iya siswa laki-laki bisa berganti seenaknya saja, di mana saja. Bahkan di kelas dan di koridor sekolah pun jadi. Lah, kami siswa perempuan harus mengantri untuk berganti pakaian di toilet—yang kadang juga bau dan sempit. Belum lagi waktu pergantian jam olahraga dengan mata pelajaran selanjutnya sangat sebentar. Alhasil, kami tidak dapat tampil semaksimal saat berangkat dari rumah tadi.

Saat masuk ke kelas, bau keringat juga menyebar ke mana-mana bercampur wangi parfum anak perempuan. Segala jenis bau, apek dan bau matahari bercampur membentuk koloni untuk kemudian dihirup. Membuat mata pelajaran selanjutnya berjalan sangat tidak efektif karena siswa sudah kelelahan dengan berolahraga.

Siswa laki-laki juga menjadi sangat usil tiap mata pelajaran Penjaskes. Mereka suka sekali mengambil—mencuri—parfum milik anak perempuan. Jika ditegur, alasannya karena mereka tidak diberi pinjam. Ya, tentu saja, mereka jika diperi pinjam justru malah berakhir dengan dihabiskan—atau tinggal setengahnya. Menyebalkan, kan?

Selain itu, tema olahraga setiap minggu juga berbeda dan sangat asing di telinga wong ndeso seperti saya. Saya masih ingat, setiap Selasa malam, saya sudah berdebar-debar membayangkan kira-kira olahraga jenis apa lagi yang akan guru Penjaskes saya kenalkan besoknya. Sungguh, betapa saya dipenuhi rasa kekhawatiran.

Satu-satunya pengalaman menyenangkan dengan matapelajaran Penjaskes yang saya miliki adalah saat praktik bermain lompat tali. Saat itu, aturannya untuk lolos praktik ini hanya 1, yaitu berhasil membuat seratus lompatan tanpa jeda. Saya pemenang pertama, soalnya memang suka main lompat tali sejak kecil. Hehe.

Jadi, buat penulis yang mengatakan bahwa Kita Semua Suka Pelajaran Olahraga, mohon maaf, nggak semua orang sama. Buktinya, saya nggak suka, tuh. (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: berenangMasa Sekolahmenanggapi tulisanolahragapelajaranpenjaskessenam
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

tukang parkir

Saya Usul Supaya Profesi Tukang Parkir Jadi Pilihan Cita-Cita

11 Agustus 2019
Naik Gunung untuk Mengobati Patah Hati Itu Niat yang Konyol terminal mojok.co

Rekomendasi Gunung di Jawa Tengah dan Jogja untuk Pendaki Pemula

6 September 2020
Sekte Membasahi Sikat Sebelum Gosok Gigi Perlu Dapat Perhatian Lebih terminal mojok.co

Sekte Membasahi Sikat Sebelum Gosok Gigi Perlu Dapat Perhatian Lebih

23 Januari 2021
3 Hal yang Bikin Saya Resah Saat Jogging di CPI Makassar

3 Hal yang Bikin Saya Resah Saat Jogging di CPI Makassar

22 Oktober 2023
kevin durant

Seperti Neymar, Durant Juga Keluar Agar Bersinar

11 Juli 2019
bk

Aku Masuk Ruang BK, Maka Aku Nakal

13 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

8 Februari 2026
Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

9 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.