Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menang Giveaway 50 Kali dalam Sebulan, Saya Beruntung atau Cuma Kurang Kerjaan?

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
4 Mei 2020
A A
Cara Memilih Medsos buat Olshop yang Pengin Ngadain Giveaway giveaway menang cara tips Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

Cara Memilih Medsos buat Olshop yang Pengin Ngadain Giveaway giveaway menang cara tips Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

Share on FacebookShare on Twitter

“Ya, ampun kamu menang giveaway lagi, beruntung banget sih!”

“Yaelah, menang kuis terosss! Hidupmu kok selow banget sih, kayak kurang kerjaan ikut kuis terus.”

Tiap kali saya membagikan banner pengumuman pemenang di story, biasanya kurang lebih respon teman-teman saya di dunia maya kayak kalimat di atas. Sebenarnya membagikan banner pengumuman kayak gitu tuh gak ada niat mau pamer kalau saya menang kuis, tapi lebih sebagai bentuk tanda terima kasih pada sponsor yang telah memilih saya sebagai pemenang. Yah, itung-itung saya ikutan promosiin akunnya kan ya.

Saya kurang tahu secara jelas pandangan orang tentang giveaway atau kuis, tapi bagi saya pribadi ikutan giveaway itu merupakan kebahagiaan tersendiri. Setiap hari saya biasanya memeriksa daftar kuis di media sosial. Gak mesti harus yang ada hadiahnya, asal ada tebakan atau pertanyaan gitu di media sosial, tangan saya biasanya langsung gatel mau jawab. Pertanyaannya pun juga beragam, dari mulai yang berbobot sampai yang remeh-temeh. Tapi saya jarang sekali ikut kuis yang sistem pemenangnya diambil dengan cara diundi. Nama saya kurang hoki soalnya kalau sistem undian kayak gitu.

Hampir tiap bulan saya itu memenangkan beberapa kuis, tapi akhir tahun kemarin setelah saya hitung-hitung, ternyata saya menang hampir lima puluh lebih giveaway dalam satu bulan. Hadiah yah datang ke rumah pun beragam, dari mulai voucher MAP, buku, baju, sepatu, tas, obat herbal, make up, alat masak, minuman, sepatu anak-anak, gendongan bayi, roti, dan lain-lain. Tukang kurir JNE, TIKI, sama Wahana itu tiap kali ke rumah sampai hafal sama saya, sehingga kalau pas saya pergi, paketannya sudah otomatis disimpankan di teras rumah saya. Gara-gara setiap hari mereka datang ke rumah, saya itu sampai nyetok teh botol buat Pak Kurir.

Lima puluh giveaway dalam satu bulan, kok bisa sih? Sebenarnya tiap akhir tahun itu sering sekali banyak perusahaan atau brand-brand ternama suka bikin kuis untuk menyambut tahun baru atau memperingati Hari Ibu. Saya sendiri sebenarnya gak terobsesi dengan hadiahnya, hanya saja saya itu kecanduan jawab kuis kayak gitu. Pernah gak sih, kalian itu beli koran hanya untuk ngisi TTS di korannya? Nah, saya itu sejak kecil sudah keranjingan ngisi TTS atau ikut lomba cerdas cermat gitu.

Untuk hadiahnya sendiri saya kurang terlalu peduli sih. Sering saya itu menang kuis dan beberapa hadiah itu gak dikirimkan. Pernah juga beberapa kali hadiahnya hilang di jalan, maksudnya sudah dikirim tapi gak sampai di rumah. Saya biasanya gak pernah mengonfirmasi atau menanyakan lagi. Dikirim syukur, nggak yah udah. Lagian, kebanyakan hadiah sering cuma saya bagi-bagikan ke teman atau saudara sih. Saya paling hanya mengambil hadiah pulsa atau vouchernya saja. Bisa jadi juga, doa para orang-orang yang kebagian hadiah ini kali ya yang kadang membuat saya hoki. Hehehe

Kalau dibilang menang giveaway kayak gini cuma bermodal keberuntungan saja, menurut saya gak juga sih. Untuk menjawab pertanyaan giveaway kayak gini tuh juga butuh pemikiran dan perjuangan sih. Kabanyakan giveaway yang saya menangkan itu pertanyaannya tentang pengalaman pribadi, entah itu yang lucu, menyedihkan, membahagiakan, atau yang memalukan. Selain itu, paling tentang pengetahuan umum atau kalau gak tentang opini. Tapi dari sekian giveaway yang ada, saya paling suka dengan giveaway yang disuruh buat pantun.

Baca Juga:

5 Alasan Beli Motor Bekas Lebih Cerdas daripada Motor Baru

5 Tips Makan Seblak biar Lambung Aman Nggak Jadi Korban

Semenjak menikah saya itu resign dari kerjaan dan jadi pengangguran terakreditasi A. Kerjaan saya di rumah kalau gak beres-beres paling yah mainan sama para kocheng. Jadi ikutan kuis ini merupakan terapi bagi otak saya biar buat hiburan. Disuruh mikir sekali-sekali kan ya. Lagi pula, daripada scroll-scroll akun gosip kan mending ikutan kuis, berfaedah.

Sebenarnya buat menang kuis kayak gini tuh sederhana aja sih. Kenali dulu pertanyaannya lalu lihat jawaban lawannya. Usahakan jawaban kita itu unik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Ingat budayakan membaca sebelum menjawab! Setelah itu lupakan saja, gak usah dingat-ingat. Meski kayaknya sebuah keberuntungan, tapi kalau gak ada usaha dan keseriusan dalam menjawab pertanyaan yah bakalan sia-sia saja.

Kalau menurut saya itu yang namanya giveaway itu cuma buat seru-seruan aja sih. Jadi jangan terlalu banyak berharap dengan hadiahnya. Orang yang fokus dan terlalu berharap dengan hadiahnya, kebanyakan biasanya bakal gagal menang. Sistem ikutan kuis gini tuh hampir sama kayak sistem ngirim tulisan di Terminal Mojok. Kalau ngirim di Terminal Mojok itu kan nulis-kirim-lupakan-nulis Lagi. Nah, kalau ikutan kuis itu yah Ikutan kuis-lupakan-ikutan kuis lagi. Menang syukur gak menang yah udah, ikutan kuis lainnya. Kalau kata Gusdur mah, “Gitu aja kok repot.”

BACA JUGA Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2020 oleh

Tags: giveawayhadiahkuisTips
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Saya Tak Menyuruh Anak Saya Membaca Buku, Hanya Membiasakan 7 Hal Berikut terminal mojok

Saya Tak Menyuruh Anak Saya Membaca Buku, Hanya Membiasakan 7 Hal Berikut

29 Agustus 2021
Mau Meningkatkan Kemampuan Matematika_ Nih, Saya Kasih Tipsnya terminal mojok

Mau Meningkatkan Kemampuan Matematika? Nih, Saya Kasih Tipsnya

6 Juni 2021
giveaway

Melihat Kegigihan Para Pejuang Giveaway 17 Agustus, Gigihnya Sampai Titik Kuota Penghabisan

15 Agustus 2019
Panduan Memahami Kesejahteraan PNS sebelum Benar-benar Yakin Ikut Tes CPNS Tahun Ini

Pengalaman Ikut Tes CPNS yang Bikin Kepala Pusing Tujuh Keliling dan Tips Lolos Seleksi

27 September 2023
4 Tips Hidup Selamat dari Himpitan Biaya Hidup di Kota Besar

4 Tips Hidup Selamat dari Himpitan Biaya Hidup di Kota Besar

22 November 2023
Pertolongan Pertama pada Sakit Gigi yang Dapat Kamu Coba di Rumah terminal mojok

Pertolongan Pertama pada Sakit Gigi yang Dapat Kamu Coba di Rumah

25 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.