Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Memprediksi Nasib Tamini Square Jakarta Timur yang Kini Hidup Segan Mati Tak Mau

Karina Londy oleh Karina Londy
15 Agustus 2025
A A
Memprediksi Nasib Tamini Square Jakarta Timur yang Kini Hidup Segan Mati Tak Mau

Memprediksi Nasib Tamini Square Jakarta Timur yang Kini Hidup Segan Mati Tak Mau (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya jarang sekali nonton di bioskop. Tapi kalau mau nonton layar lebar, kemungkinan besar saya akan ke Cinepolis Tamini Square yang ada di Jakarta Timur. Soalnya itu adalah bioskop paling dekat dari rumah saya dan harga tiketnya sangat murah.

Kali ini, film Sore: Istri dari Masa Depan membuat saya menyambangi bioskop. Sembari menaiki lift reyot menuju ke lantai 2 tempat Cinepolis berada, saya memandangi atrium mall Tamini Square yang kosong. 

Naik makin atas, pemandangan yang saya lihat makin melompong. Hanya deretan toko tanpa pengunjung di sela-sela toko yang rolling door-nya tertutup. Ditempeli pengumuman “Di jual/Di sewakan” dengan penulisan yang pasti bikin redaktur Mojok gatal.

Tamini Square, mall yang ramai hanya di ground floor dan rooftop-nya saja

Menjadi satu-satunya mall di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, tidak membuat Tamini Square kebal dari efek domino Covid-19. Mall itu tetap saja sepi, bahkan setelah pembatasan aktivitas sosial dari pemerintah dihentikan. Lama-lama, mall itu kesannya seperti mati segan, hidup tak mau.

Kalau kamu ke Tamini Square sekarang, kamu akan menemukan ada keramaian di mall itu, tetapi hanya di lantai dasar dan rooftop-nya. Ramainya pun nggak selalu karena ada banyak orang berbelanja. Bisa jadi karena ada event komunitas, pertandingan bola, atau kebaktian dan salat berjamaah.

Tiga kegiatan terakhir yang saya sebutkan itu bisa kamu temukan di rooftop Tamini Square. Di sana ada masjid, gereja, dan lapangan mini soccer. Lapangan parkir di rooftop ibarat melting pot orang-orang dengan berbagai kepentingan. Yang semuanya bisa diidentifikasi dengan mudah hanya dengan melihat pakaiannya.

Sementara di lantai dasar, memang masih banyak toko yang buka. Paling banyak adalah toko kacamata dan arloji. Ada juga beberapa tenant FnB yang bikin area lobi jadi ramai seperti Chatime dan Shihlin.

Akan tetapi momen paling ramai yang pernah saya alami di Tamini Square adalah ketika ada event komunitas tari di atrium lantai dasar. Mereka pasang musik yang memekakkan telinga yang bikin suasana terasa “ramai” di kuping para pengunjung. 

Baca Juga:

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

Bisa ramai kembali karena ada stasiun LRT baru

Kondisi mall pinggiran Jakarta Timur ini memang lebih kayak gedung serbaguna daripada pusat perbelanjaan. Tapi sebetulnya, mall ini punya kesempatan bagus buat kembali ramai dengan orang belanja.

Saya selalu membandingkan Tamini Square dengan Blok M Square. Keduanya adalah pusat perbelanjaan dan tempat nongkrong yang sudah nggak diminati lagi, bahkan sebelum pandemi melanda. Namun kini Blok M Square bisa bangkit kembali dengan image yang baru. Disokong dengan Stasiun MRT yang posisinya menguntungkan buat tempat itu.

Nah, Tamini Square pun dapat keuntungan yang mirip. Stasiun LRT Taman Mini yang belum lama beroperasi itu berada tepat di seberang Tamini Square. Cocokloginya, lihat Blok M Square sukses setelah ada MRT, pastinya Tamini Square bisa kayak gitu juga dong setelah ada LRT ini? 

Nyatanya, mereka nggak apple-to-apple. Ada beberapa faktor yang bikin Tamini bernasib beda dengan Blok M Square. Salah satunya karena Blok M memang dari dulu kawasan hype. Sehingga ketika dipantik sedikit, bisa kembali nge-hype. 

Sementara sejak berdiri, Tamini nggak pernah menyandang citra yang seperti itu. Tamini Square adalah mall yang praktikal. Tempat kamu bisa menemukan berbagai toko yang memudahkan hidupmu seperti toko reparasi jam dan reparasi tas. Tetapi nyaris nggak ada toko buat kebutuhan bergaya dalam hidup.

Selain itu, kini ada ancaman pula dari stasiun LRT. Sesuatu yang awalnya kita kira adalah peluang bagus buat Tamini Square.

Stasiun LRT malah bangun pusat perbelanjaan sendiri, jadi ancaman buat Tamini Square

Di beberapa stasiun LRT memang lazim ada spot komersial. Biasanya diisi sama minimarket atau fast food. Namun Stasiun LRT Taman Mini beda sendiri. Di sana bakal ada pusat perbelanjaan serta rumah sakit. Agak laen, ya.

Awalnya, stasiun ini membuka spot komersial hanya di sekeliling eskalator yang menghubungkan peron dengan jalan raya. Spot itu pun hampir semuanya diisi sama brand-brand FnB. Wajar dong, di sekitar stasiun ada tempat jajan makanan. 

Namun ternyata, mereka punya rencana yang lebih jauh. Mereka bakal membuka pusat ritel bernama Travoy Hub dan Rumah Sakit Brawijaya yang terhubung dengan stasiun. 

Dengan Stasiun LRT Taman Mini buka resto aja sudah mengancam Tamini Square, ini ditambah jadi pusat ritel pula. Apalagi desain “mall” baru ini pastinya lebih modern dan estetik dibanding Tamini yang cat bangunannya sudah pudar itu.

Apakah Tamini Square masih punya harapan?

Sebagai langganan di banyak toko di Tamini Square, tentu saya berharap mall ini nggak akan tutup. Kalau tutup, toko-toko langganan saya bisa-bisa mencar dan itu bakal menyusahkan saya.

Biar nggak tutup, mall ini mesti ramai. Tetapi melihat kondisinya saat ini, sulit membayangkan Tamini kembali ramai. Padahal letak mall ini strategis sekali, lho.

Tamini Square tak hanya terletak di dekat stasiun LRT, namun juga di sebelah halte Transjakarta koridor 9 Pinang Ranti-Pluit. Dan berada persis di perempatan besar yang dari salah satu arahnya adalah exit toll Jagorawi. Sayang sekali kalau menyerah di tengah-tengah traffic sebanyak itu.

Tentukan jati diri baru

Sebetulnya Tamini Square hanya perlu menentukan jati diri baru. Sebagai apa ia mau memosisikan diri di kawasan ini. Nggak bisa lagi jadi mall palugada seperti dulu. Karena persaingan dengan online shop sangat ketat sekarang. 

Tamini juga sudah nggak bisa hanya mengandalkan FnB karena lagi-lagi saingannya juga banyak. Bukan cuma resto-resto di stasiun LRT, tapi juga ada Green Terrace & The Amboja yang sudah jadi pusat makan-makan di daerah sini.

Mungkin jadi sentra buku second seperti Blok M? Atau jadi pusat optik mengingat sekarang pun yang masih banyak bertahan adalah toko kacamata? Jadi destinasi untuk release inner child macem Playtopia oke juga tuh.

Intinya, Tamini Square masih punya kesempatan kalau pengelolanya bisa menentukan jati diri baru. Sambil mengamati pergerakan traffic setelah mall Stasiun LRT Taman Mini beroperasi nanti. Apa yang kurang dari mereka, bisa segera disikat sama Tamini Square. 

Dalam strategi ini, endurance sangat berperan penting. Tapi toh mall pinggiran Jakarta Timur ini kan sudah diambil alih sama Lippo Group. Mestinya mereka punya fuel yang cukup untuk bertahan dong, sambil menyusun rencana agar kembali berjaya.

Penulis: Karina Londy
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mal Jakarta Timur seperti dari “Planet yang Lain” Dibanding Mal Jakarta Selatan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2025 oleh

Tags: Jakarta Timurmal jakarta timurmallpusat perbelanjaanTamini Square
Karina Londy

Karina Londy

Lulusan komunikasi yang bekerja di industri penerbangan. Fotografer dan pegiat olahraga alam bebas. Pengelola taman baca swadaya di Jakarta Timur.

ArtikelTerkait

Jakarta Timur, Tempat Terbaik untuk Tinggal di Jakarta (Foto milik penulis) rawamangun

Jakarta Timur adalah Tempat Terbaik untuk Bermukim di Jakarta: Meski Nggak Elite, tapi Komplet

13 Maret 2025
Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

28 Oktober 2025
4 Alasan Malang Nggak Perlu Bangun Mall Baru

4 Alasan Malang Nggak Perlu Bangun Mall Baru

18 Januari 2025
Jakarta Timur Kota Tawuran, Perlu Punya 9 Nyawa untuk Hidup di Kota Ini Mojok bassura jaktim

Betapa Konyolnya Tawuran di Bassura Jaktim, Sore-sore Tawuran, Situ Nggak Punya Kegiatan yang Lebih Berguna?

10 Juli 2024
Bravo Supermarket, Tempat Belanja Underrated yang Bisa Menyaingi Transmart

Bravo Supermarket, Tempat Belanja Underrated yang Bisa Menyaingi Transmart

9 Januari 2024
blok m square mall terbaik shopping mojok

6 Alasan Blok M Square Adalah Mal Terbaik yang Pernah Saya Kunjungi

22 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam “Naik Kelas” Jadi Makin Diperhitungkan

18 Juni 2026
Kandang Ayam Datang Belakangan, Rusak Kenyamanan (Unsplash)

Rumah Saya Perlahan Kehilangan Rasa Nyaman Akibat Kandang Ayam yang Datang Belakangan

21 Juni 2026
Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

21 Juni 2026
Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya Mojok.co

Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya

22 Juni 2026
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

21 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.