Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Membela Gebrakan Menteri Perdagangan yang Kontroversial

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
17 Juni 2022
A A
Membela Gebrakan Menteri Perdagangan yang Kontroversial

Membela Gebrakan Menteri Perdagangan yang Kontroversial (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Perdagangan yang baru, Zulkifli Hasan, memulai gebrakan sehari setelah dilantik. Tak pakai basa-basi, Pak Menteri langsung blusukan alias sidak ke pasar. Sebuah bukti nyata dari kinerja yang satset, lebih cakcek dibanding Si Gundul.

Bahkan, ia pun langsung dibuat terkaget-kaget oleh harga kebutuhan pokok yang tinggi. Itulah kiranya tujuan ia diangkat jadi menteri, agar tahu permasalahan yang dihadapi rakyat. Tak hanya agar mau membuka mata saja, sudah barang tentu agar mau juga mengurusi dan merampungkan masalah ini.

Harga kebutuhan pokok yang tinggi kan sudah berlangsung lama, kok baru tau ya?

Seseorang yang dipilih oleh Pak Jokowi bukanlah orang sembarangan, sudah pasti ia mampu dan tokcer. Terbukti ia langsung memberi gebrakan lain dengan berjanji memberangkatkan umrah pedagang yang ia temui di sebuah pasar. Sebuah bukti nyata jika menteri kita ini mampu bekerja dengan sangat baik. Bayangkan, di hari pertamanya saja, ia langsung menggabungkan ibadah dengan bekerja. Benar-benar contoh nyata dari baliho-baliho MLM yang punya konsep : bekerja diniati ibadah.

Ia adalah blueprint revolusi mental di dalam hal memangku jabatan. Bahwa sebuah jabatan tak mampu menggelapkan mata dan hati orang yang amanah. Setinggi apa pun jabatannya, ia masih ingat soal ibadah rakyatnya. Di tengah harga kebutuhan pokok yang tinggi, rakyat yang kesusahan dan terjepit, munculah menteri sehebat blio. Bayangkan, seorang pedagang pasar yang juga terimbas kenaikan harga, malah ditawari umrah. Siapa yang tak bisa kagum?

Tak menutup kemungkinan jika ada saja yang berkomentar miring soal hal ini. Ya, apa pun yang ada di dunia ini memang sudah seharusnya punya dua sisi, ada yang pro, ada juga yang kontra. Sebagai orang yang pro, tentu saya ingin membela blio. Hal itu jangan dipandang sebagai bukan hal baik. Memang, memberangkatkan pedagang pasar umrah tak akan berpengaruh pada kestabilan harga bahan pokok di negara ini. Namun, jika melihat dari sisi spiritualitas, hal ini tentu punya nilai guna yang lebih tinggi dibanding kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Umrah adalah ibadah yang bukan hanya bisa diganjar pahala saat melakukannya, namun merupakan salah satu ibadah nan prestisius bagi kebanyakan rakyat Indonesia. Dan Pak Menteri Perdagangan pandai mengambil kesempatan baik itu. Soal ada tuduhan pencitraan, saya kira itu tak benar. Kinerja semacam ini adalah jenis kinerja yang rawan dinyinyirin. Padahal umrah adalah hal paling penting bagi negara ini. Memang itu sangat penting bagi rakyat, meski tak semuanya bisa merasakan. Setidaknya hal ini mengindikasikan bahwa tak ada yang lebih penting dari ibadah.

Apalagi yang umrah adalah pedagang pasar, salah satu sendi utama dari marwah perdagangan Indonesia. Karena itulah, ini serupa menguatkan sendi perdagangan Indonesia lewat sisi spiritualitas. Sendi yang makin kuat, bikin tubuh pun makin kuat. Ini inovasi yang sudah seharusnya didukung oleh banyak orang Indonesia. Kan, sayang kinerja semacam ini dinyinyirin terus.

Baca Juga:

Kebiasaan Buruk Jemaah Umroh Indonesia yang Bikin Petugas Bandara Madinah Ngelus Dada

Umroh Gratis Malah Jadi Beban Gara-gara Tuntutan Sosial yang Mengharuskan Bawa Oleh-oleh!

Ya emang nggak ada efeknya ke harga bahan pokok sih. Tapi, tetep penting dan bagus kok.

Dalam dua tahun mendatang, siapa tahu makin banyak inovasi yang blio lakukan. Bisa saja semua pedagang pasar di seluruh Indonesia dibawa naik haji atau umrah. Atau semua pedagang Indonesia diajak ziarah kubur keliling Indonesia. Intinya agar pasar di negara ini menjadi pasar yang religius. Menjadi religius adalah keutamaan, soal yang lain nanti dulu.

Harga pangan tak stabil sudah menjadi masalah yang sejak dahulu belum punya jalan keluar nan ampuh, jadi biarkan Pak Menteri berinovasi. Siapa tahu cara itu berhasil. Selagi Bapak Menteri masih sibuk membenahi sisi religius para pedagang, kita harus bersabar dahulu. Meski kita juga tahu, sabar dan masa jabatan selalu ada batasnya. Kalau sampai habis masa jabatan tak ada perubahan, setidaknya kita makin religius dan tinggal menunggu inovasi lain dari menteri yang baru lagi.

Atau menunggu menteri perdagangan periode selanjutnya kaget sama harga bahan pokok dulu, baru ada terobosan lagi. Dan semoga terobosannya benar-benar sebuah langkah yang solutif, nggak lagi gimmick.

Penulis: Bayu Kharisma Putra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mendukung Ide Hebat Rompi Penangkal Korupsi Ciptaan KPK

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2022 oleh

Tags: blusukangebrakanmenteri perdagangansidakumroh
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

BEM Unesa Setahun Nggak Ngapa-ngapain Part 2: Gebrakan Nggak Ada, Malah Cuma Jadi Brand Ambassador!

BEM Unesa Setahun Nggak Ngapa-ngapain Part 2: Gebrakan Nggak Ada, Malah Cuma Jadi Brand Ambassador!

25 Agustus 2024
Trik Bermanuver kalau Tiba-tiba Ada Sidak Mertua terminal mojok.co

Trik Bermanuver kalau Tiba-tiba Ada Sidak Mertua

8 Oktober 2021
Kebiasaan Buruk Jemaah Umroh Indonesia yang Bikin Petugas Bandara Madinah Ngelus Dada Mojok.co

Kebiasaan Buruk Jemaah Umroh Indonesia yang Bikin Petugas Bandara Madinah Ngelus Dada

7 Februari 2025
Pak Jokowi, Tolong Bikin Kunjungan ke Magelang pada Malam Hari!

Pak Jokowi, Tolong Bikin Kunjungan ke Magelang pada Malam Hari!

5 Mei 2023
Zulkifli Hasan Adalah Sebaik-baiknya Seorang Ayah Terminal Mojok

Zulkifli Hasan Adalah Sebaik-baiknya Seorang Ayah

14 Juli 2022
gimmick sidak blusukan presiden jokowi mojok

Sidak, Blusukan, dan Gimik Insignifikan Pejabat

30 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.