Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Membela Anak Facebook yang Dianggap Alay dan Ketinggalan Zaman

Fajar Hikmatiar oleh Fajar Hikmatiar
13 Desember 2020
A A
Membela Anak Facebook yang Dianggap Alay dan Ketinggalan Zaman Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Dunia media sosial nggak pernah lepas dari stereotip. Namun bagi saya yang merupakan pengguna aktif Facebook sejak tahun 2012, stereotip Facebook yang dianggap ketinggalan zaman cukup mengganggu. Masalahnya nggak melulu seperti itu kok, karena beberapa kali tren yang sedang ramai dibicarakan orang di media sosial justru bermula dari Facebook.

Stereotip ini diperkirakan bermula dari terjadinya invasi golongan tua yang mulai mengenal teknologi dan mencoba untuk menemukan alternatif hiburan di Facebook. Mereka kerap bersikap kolot dan nggak adaptif dalam mengikuti sebuah tren. Kadang kala nggak menyaring informasi dan menelan bulat-bulat sebuah berita, atau nggak mau kalah dan merasa paling benar ketika berdebat. Jujur, itu memang menyebalkan. Tapi, bukannya hampir di semua media sosial ada yang seperti itu ya?

Algoritma media sosial, terutama Facebook dan Instagram, kebanyakan menampilkan postingan yang memiliki banyak interaksi dengan kita dan postingan sejenis yang kita sukai. Tujuannya sudah jelas, agar kita betah berlama-lama rebahan sambil scrolling di kamar, ruang tengah atau di manapun sesuai selera.

Maksud saya begini, apa yang kalian cari, itulah yang kalian temukan. Jika kalian bermain Facebook dan menemukan hal-hal yang seperti itu, ya mungkin memang itu yang sedang kalian cari. Entah karena terlalu banyak melakukan interaksi dengan postingan seperti itu, atau apa pun, yang jelas itu berpengaruh.

Memang sih kelakukan anak alay di Facebook juga menyebalkan. Tapi karena saya juga pernah melalui masa-masa alay ketika masih baru di dunia per-Facebook-an, saya jadi sedikit mengerti. Mungkin anak-anak alay ini masih awam juga. Kadang saya menemukan mereka yang masih bekerja di “PT. Mencari Cinta Sejati” atau yang cara typingnya menurut saya nggak banget. Update status Facebook dengan kata-kata aneh juga masih sering saya temukan. Penginnya sih tarik kuping mereka lalu berbisik, “Sudahlah, jangan kayak gitu. Nanti beberapa tahun ke depan kamu akan menyesal seperti saya, karena pernah alay.”

Alasan saya masih aktif bermain Facebook juga karena rata-rata jokes yang ada lebih segar dan masuk akal bagi saya. Dibandingkan dengan Twitter yang menurut saya jokesnya terlalu dipaksakan dan terkesan seperti mendongeng. Apalagi terlalu banyak orang pintar di sana. Saya juga pengguna Twitter sih walau Twitter biasanya hanya saya gunakan untuk sekadar mencari apa yang sedang dibicarakan oleh warga dunia. Tapi untuk mencari lucu-lucuan, Facebook tetap juaranya bagi saya.

Contoh sederhananya begini, saya pernah menemukan bercandaan di Twitter yang berbau SARA. Mereka menganggapnya itu sebagai dark jokes. Dan apabila ada yang tersinggung, mereka selalu bersembunyi di balik kata, “Dih, baperan”, “Baru kenal Twitter ya?” atau yang paling aneh statement: “Karena Twitter itu deepweb-nya sosmed”. Jujur itu membuat saya ngakak sampai bengek, Hyung.

Memang nggak semua seperti itu, dan saya juga nggak memukul rata. Dan anak Facebook pun harusnya jangan dihakimi seperti itu. Nggak semua pengguna Facebook alay dan pantat tipis–yang otak sama jempol kinerjanya lebih cepet jempol–walau memang faktanya banyak yang seperti itu. Hahaha.

Baca Juga:

Facebook Marketplace, Titik Kumpul Barang Unik dan Berguna, sekaligus Surganya para Penipu

4 Barang dan Jasa “Gelap” yang Tidak Pernah Saya Sangka Dijual di Facebook Marketplace

Banyak juga kok grup-grup yang isinya anti-toxic dan saling membagikan pengetahuan seputar sejarah, fakta unik, dan diskusi. Yah, walau kadang sering juga gontok-gontokan, tapi justru hal itu yang nggak diketahui orang luar. Ketika banyak orang menilai Facebook sebagai perkumpulan orang alay, sebetulnya nggak melulu seperti yang orang tuduhkan loh.

Hingga pada akhirnya, garis kesimpulan saya berkata untuk nggak pernah memukul rata dan mencoba memahami. Tipikal anak Facebook, Twitter, dan Instagram, okelah saya sudah lumayan paham. Walau saya masih bisa belum memahami, membagikan info pengetahuan sambil joget-joget di video itu apa urusannya? Kan nggak sambil joget juga bisa!

BACA JUGA Pemain Naturalisasi: Ketika Jadi Tuan Rumah Pildun, tapi yang Main Bukan Orang Indonesia dan tulisan Fajar Hikmatiar lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2020 oleh

Tags: anak alayFacebook
Fajar Hikmatiar

Fajar Hikmatiar

Cuma mas-mas biasa yang hobi banget nonton bola.

ArtikelTerkait

perkembangan media sosial

Balada Mengikuti Perkembangan Media Sosial Dalam Satu Dekade

20 Mei 2019
bisnis kontrakan

Orang Bisnis Kontrakan kok Disuruh Ikhlas, Memangnya Lagi Buka Pengungsian?

5 November 2021
Grup FB: Alasan Terberat untuk Meninggalkan Facebook

Grup FB: Alasan Terberat untuk Meninggalkan Facebook

8 April 2023
Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja di Facebook, Duit Melayang (Unsplash)

Pengangguran Apes setelah Menjadi Korban Penipuan Lowongan Kerja di Facebook. Niat Cari Kerja Malah Duit Melayang dan Mental Remuk

22 April 2025
COD Marketplace Sekarang Nyusahin, Mending Hilangkan Aja

COD Marketplace Sekarang Nyusahin, Mending Hilangkan Aja

4 Februari 2023
Kasta Media Sosial Itu Semu, Berhenti Berdebat Soal Siapa yang Paling Asyik terminal mojok.co TikTok alay Twitter darkjokes

Facebook dan 3 Stigma yang Dilekatkan kepada Anak Muda yang Masih Menggunakannya

30 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang

10 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.