Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Membedah Perbedaan Editor Naskah di Luar Negeri dan Indonesia

Yogi Dwi Pradana oleh Yogi Dwi Pradana
1 Oktober 2021
A A
Membedah Perbedaan Editor Naskah di Luar Negeri dan Indonesia terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Saat seseorang memutuskan jadi editor naskah, berarti ia harus siap bekerja di depan komputer, berinteraksi dengan penulis, dan jadi orang yang super teliti. Menjadi seorang editor juga harus siap bertemu dengan beberapa penulis dengan karakter yang berbeda-beda. Ada penulis yang mudah diajak berunding, ada penulis yang fleksibel, ada juga penulis yang antikritik.

Tahukah kalian job desc dari seorang editor naskah? Sederhananya, seorang editor naskah bertugas memeriksa aksara. Beberapa orang mungkin mengira tugas tersebut adalah hal yang mudah, padahal tentu saja tidak begitu. Seorang editor harus siap mengambil risiko apa pun yang terjadi terkait naskah yang sedang ia pegang. Belum lagi harus berhadapan dengan deadline yang mepet.

Saya pernah bertemu dengan seorang teman yang merupakan editor kawakan, sebut saja Mas Mumu. Blio bercerita pada saya mengenai perbedaan menjadi editor di Indonesia dan luar negeri. Atas pencerahan yang blio berikan, saya jadi tertarik untuk menuliskan perbedaan antara editor di Indonesia dan luar negeri. Berikut perbedaannya:

Pertama, di luar negeri editor lebih dikenal daripada penulis. Hal ini tentu jadi perbedaan yang paling mencolok antara editor di Indonesia dengan luar negeri. Kenapa editor di luar negeri lebih dikenal ketimbang penulis? Karena editor luar negeri biasanya punya kemampuan yang luar biasa melebihi penulis. Di luar negeri, nama editor lebih melambung ketimbang nama penulis.

Nama-nama editor di luar negeri lebih disegani karena beberapa buku yang berhasil tak lepas dari peran seorang editor yang membantu mengotak-atik karya tersebut. Tentu saja editor akan memberikan masukan-masukan yang baik berdasarkan pengalaman mereka selama menangani beberapa penulis. Gaji yang diterima editor di luar negeri pun bisa lebih besar dibanding penulis.

Kedua, editor di luar negeri mendampingi penulis sebelum tulisan dimulai. Pertama kali mendengar penjelasan tersebut, saya sempat kaget. Lho, belum punya tulisan kok sudah cari editor, lalu apa yang akan disunting? Kawan saya ini lalu menjelaskan bahwa editor di luar negeri benar-benar membantu penulis dalam merancang sebuah karya.

Penulis di luar negeri akan berburu editor terbaik karena editor akan sangat berperan dalam membuat sebuah karya menjadi fenomenal. Di luar negeri, editor juga jadi pihak yang memberikan saran di mana sebaiknya tulisan atau karya si penulis diterbitkan. Mereka punya channel pada penerbit-penerbit yang mereka rekomendasikan. Di Indonesia, belum ada editor yang berani menemani proses seperti di luar negeri ini.

Ketiga, pengalaman editor di luar negeri lebih mumpuni. Tentu menjadi seorang editor di luar negeri harus serba bisa merujuk pada penjelasan saya di poin pertama dan kedua. Hal itu terjadi berkat pengalaman-pengalaman yang telah mereka lalui selama mendampingi penulis dalam menelurkan suatu karya.

Baca Juga:

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

Nah, itulah tiga perbedaan editor naskah di luar negeri dan Indonesia. Sejujurnya, saya pribadi masih jarang melihat editor yang bekerja di balik karya seseorang ketika membaca sebuah buku.Padahal tanpa kehadiran editor, suatu karya belum tentu sebaik yang sudah terbit. Semoga saja kelak editor di Indonesia juga bisa dikenal dan lebih dihargai.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2021 oleh

Tags: editorpekerjaan
Yogi Dwi Pradana

Yogi Dwi Pradana

Mahasiswa Sastra Indonesia UNY. Sedang berada di pojok ruang memikirkan masa depan.

ArtikelTerkait

Jadi PNS Nggak Melulu Enak, Inilah Hal-hal Pilu yang Harus Dihadapi Terminal mojok

Masih Ngebet Jadi PNS? Pikir-pikir Lagi

28 Maret 2021
2 Kalimat Terkutuk yang Bikin SDM di Indo Stuck

2 Kalimat Terkutuk yang Bikin SDM di Indo Stuck

4 Februari 2022
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

1 September 2024
tukang cap voucher kuota internet mojok

Pengalaman Saya Menjadi Tukang Cap Voucher Kuota Internet

17 November 2020
Mengintip Bagaimana Operator Line Interaktif Bekerja terminal mojok

Mengintip Cara Kerja Operator Line Interaktif yang Sering Dibilang Jagain Telepon doang

28 Juli 2021
bos marah cara mengatasi bos marah mojok

3 Hal yang Sebaiknya Anda Lakuin Saat Diomelin Bos

14 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.