Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Membedah 5 Sihir Marketing Alfamart dan Indomaret yang Bikin Kita Kalap Belanja

Riris Aditia N oleh Riris Aditia N
22 Oktober 2020
A A
Membedah 5 Sihir Marketing Alfamart dan Indomaret yang Bikin Kita Kalap Belanja terminal mojok.co

Membedah 5 Sihir Marketing Alfamart dan Indomaret yang Bikin Kita Kalap Belanja terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah nggak sih tiba-tiba borong banyak belanjaan saat ke Alfamart atau Indomaret? Niatnya cuma beli minuman, eh malah dapat kanebo, mi instan, hingga sabun cuci. Sepertinya ini sudah menjadi penyakit sebagian besar warga +62. Alih-alih biar sekalian belanja, nggak tahunya isi dompet ludes tak bersisa. Hayo, ngaku nggak?

Tapi, saya nggak mau menyalahkan kebiasaan boros kita sepenuhnya. Saya ingat nasihat Bang Napi bahwa kejahatan tidak hanya terjadi akibat niat dari pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan. Sama halnya saat kita kalap belanja. Penyebabnya bukan serta merta nawaitu boros, tapi juga karena adanya sihir marketing yang menggoda iman.

Masuk akal banget, kan, kalau yang namanya pengusaha pasti ingin dagangannya laris manis? Termasuk pemilik Alfamart dan Indomaret. Mereka tuh sebenarnya kesal kalau kita main ke sana cuma pengin ngadem. Apalagi, kalau numpang pipis sambil riset harga tipis-tipis. Mereka itu maunya kita belanja sebanyak-banyaknya dan sesering-seringnya. Oleh karena itulah, mereka melancarkan berbagai strategi marketing agar kita belanja lagi, belanja lagi, dan belanja lagi.

Nah, sihir marketing inilah yang perlu kita ketahui agar kita nggak mudah terpedaya sampai kalap belanja terus-terusan. Berdasarkan pengamatan pribadi, saya menemukan lima sihir marketing yang sering diterapkan di toko-toko swalayan seperti Alfamart dan Indomaret. Waduh, sihir apa aja, tuh?

#1 Promo yang menggoda sejak membuka pintu utama

Begitu membuka pintu Alfamart atau Indomaret, kita langsung disambut deretan produk promosi di rak paling depan. Ini adalah strategi marketing yang paling menggoda iman. Masih belum apa-apa, eh perhatian kita langsung teralihkan pada mereka. Sampai-sampai kita lupa daftar barang apa saja yang harusnya kita beli.

Tidak cukup sampai di situ, saat mengantre di kasir, lagi-lagi kita seperti digoda oleh deretan produk promo di rak depan tersebut. Mau gimana lagi? Toleh kanan-kiri, yang paling menonjol ya produk promo tersebut. Ujung-ujungnya jadi tergiur buat nambah belanjaan.

Apalagi kalau ada promo produk bundling yang dibungkus cantik dan dijual super murah. Mereka seolah tersenyum menyeringai sambil mempertontonkan diskon gede-gedean. Padahal, biasanya produk yang di-bundling ini justru produk yang slow moving alias nggak laku-laku. Namun, karena embel-embel diskon dan stok terbatas, kita langsung gercep masukin keranjang. Parahnya lagi, produk-produk tersebut belum tentu kita butuhkan. Rugi dua kali, deh!

#2 Alunan musik slow yang bikin betah belanja

Perhatikan lagu-lagu yang sering diputar di Indomaret. Kebanyakan adalah lagu yang sedang hits atau lagu-lagu slow yang bikin telinga adem. Kenapa? Biar pelanggan bisa menikmati lagunya sambil berlama-lama di dalam toko. Nah, semakin lama di swalayan, maka semakin berpeluang untuk belanja lebih banyak. Pasalnya, kita bakal lebih tergoda untuk membeli barang yang berkali-kali kita lihat. Walau aslinya mah nggak butuh blas.

Baca Juga:

Memang Tak Banyak Indomaret dan Alfamart di Bantul, tapi, Masalahnya di Mana?

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

Bayangkan saja kalau kita muterin rak Alfamart sampai lebih dari lima kali. Semua kemungkinan bisa terjadi. Yang awalnya nggak butuh, tiba-tiba merasa eman kalau nggak sekalian beli. Di deretan sabun mandi lihat ada diskonan, “Ambil ah!” Di rak Indomie, kok tiba-tiba nongol satu varian rasa baru, “Enak kali yah, cobain ah!” Terus, nggak sengaja lihat bocah makan es krim sampai belepotan, “Duh, jadi pengin es krim juga. Beli satu deh,” dst… dst…

#3 Rayuan harga psikologis

Dalam menentukan harga sebuah produk ternyata ada ilmu psikologinya juga, lho! Intinya, bagaimana caranya agar harga produk yang dipajang bisa memengaruhi sisi psikologis pelanggan. Tujuannya apa? Tentu saja biar pelanggan langsung gercep masukin keranjang.

Kalian pasti sering melihat harga produk dengan nominal seperti Rp9.999 atau Rp49.999. Kira-kira kenapa tuh harganya nggak dibulatkan jadi Rp10.000 biar gampang ngitungnya? Justru di situlah letak sihir marketing-nya. Saat melihat harga Rp9.999 atau Rp49.999, kita refleks menganggapnya lebih murah. Biasanya kita membatin, “Halah, nggak sampai 10 ribu. Halah, nggak sampai 50 ribu”. Padahal, aslinya cuma selisih 1 rupiah doang.

#4 Embel-embel promo yang bikin salfok

Triknya hampir sama dengan psikologi harga. Namun, kalau yang ini lebih menekankan pada permainan grafis yang bikin salfok. Saya pernah melihat label harga Oreo yang biasanya dijual Rp8.000-an, tapi saat itu tertulis Rp2.000. Jiwa-jiwa pencari diskonan langsung gentayangan dalam tubuh saya. Tanpa pikir panjang, saya langsung ambil lima bungkus Oreo beraneka rasa. Mumpung lagi murah-murahnya. Lumayan, cuma sepuluh ribu dapat lima bungkus. Eh, begitu saya lihat label harganya lebih dekat, ternyata ada tulisan “Lebih Hemat” di atas nominal Rp2.000.

Kampret! Kata “Lebih Hemat” dicetak dalam ukuran kecil, sementara Rp2.000 dicetak dalam ukuran jumbo. Yang artinya, harga Oreo tersebut hanya didiskon dua ribu. Jadi, harganya enam ribu per bungkus. Ini mah nge-prank pembeli! Untungnya saya belum ke kasir. Sejak saat itu, saya lebih meningkatkan kejelian agar tidak kena prank lagi.

#5 Memintamu tebus murah di meja kasir

Familiar dengan kasir yang menawarkan beli pulsa, paket data, atau tebus murah produk yang dipajang di meja kasir? Tak jarang, mereka juga menawarkan produk yang sedang promo dengan kalimat, “Wah, ini lagi ada promo lho, Kak. Kalau beli tiga bisa lebih hemat bla bla bla…” Kita pun langsung tergiur untuk menerima tawaran itu. Lagi-lagi, semua karena embel-embel promo dan kata-kata lebih murah. Padahal, kita tidak membutuhkan semua produk itu.

Tanpa kita sadari, ternyata sihir marketing telah berkonspirasi dengan senyum-sapa manis dari mas-mas dan mbak-mbak kasir. Jangan kira mereka itu saking perhatiannya padamu sampai mengingatkan agar beli pulsa dan mendapatkan harga promo yang lebih menarik. Semua itu dilakukan karena sudah menjadi SOP kasir agar dapat meningkatkan repeat order.

Nah, bagaimana? Sudah berapa kali tersihir oleh trik-trik marketing ala Alfamart dan Indomaret di atas? Mulai sekarang, bukan hanya niat maksimal yang kita perlukan agar tidak kalap belanja. Akan tetapi, pahami juga trik-trik marketing yang sering menyihir diam-diam. Trik-trik di atas tidak hanya berlaku di swalayan, lho! Banyak toko konvensional hingga yang berjualan online juga menerapkannya. Jadi, kita memang harus lebih teliti dalam membeli.

BACA JUGA Mari Bersepakat Bahwa Indomaret Lebih Baik daripada Alfamart dan tulisan Riris Aditia N. lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2021 oleh

Tags: alfamartindomartmarketing
Riris Aditia N

Riris Aditia N

Freelance writer & stroyteller

ArtikelTerkait

Tisu Indomaret vs Tisu Alfamart, Mana yang Lebih Berkualitas? Mojok.co

Tisu Indomaret vs Tisu Alfamart, Mana yang Lebih Berkualitas? 

14 Maret 2025
5 Peralatan Rumah Tangga yang Nggak Saya Sangka Dijual Alfamart

5 Barang yang Pemudik Wajib Beli Saat Mampir Alfamart  

25 Maret 2025
belanja di Alfamart dan Indomaret minimarket pilih yang mana mojok.co

6 Hal yang Memengaruhi Saya Mau Belanja di Alfamart atau Indomaret

26 Juni 2020
selebgram

Strategi Marketing Parenting ala Selebgram

20 Oktober 2019
Alfamart Beli Lawson dari Alfamidi: Lha, Bukannya Mereka Saudaraan? Sebuah Panduan Memahami Hubungan Alfamart, Alfamidi, dan Lawson

Alfamart Beli Lawson dari Alfamidi: Lha, Bukannya Mereka Saudaraan? Sebuah Panduan Memahami Hubungan Alfamart, Alfamidi, dan Lawson

16 Mei 2025
Membayangkan yang Terjadi jika Indomaret dan Alfamart Tidak Pernah Ada

Membayangkan yang Akan Terjadi jika Indomaret dan Alfamart Tidak Pernah Ada

1 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.