Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

McD Sarinah Emang Tempat Kongkow Legend Bagi ABG Jakarta Tahun 90-an

Dessy Liestiyani oleh Dessy Liestiyani
11 Mei 2020
A A
McD Sarinah

McD Sarinah Emang Tempat Kongkow Legend Bagi ABG Jakarta Tahun 90-an

Share on FacebookShare on Twitter

Restoran cepat saji McDonald’s Sarinah Thamrin resmi ditutup sementara per 10 Mei 2020 ini. Untuk netijen jaman now  mungkin tidak terlalu perduli dengan fenomena ini. Ah kan masih banyak resto McD lainnya yang masih buka. Gak usah lebay. It’s nothing! (dengan gaya bule ala ala). Tapi buat orang-orang yang ABGnya tahun 90an seperti saya, McDonald’s alias McD punya banyak memori. So, it’s something!

Resto dengan icon badut Ronald ini pertama kali happening di Jakarta yaa di gedung Sarinah Jl. Thamrin itu, tahun 1991. Masih inget pas baru-baru buka, saya masih seragaman putih biru waktu itu, edan ruame! Padahal saat itu rata-rata menu makanan di McD adalah burger, dan burger belum jadi makanan yang umum dikonsumsi sebagai makanan utama di Indonesia. Tapi berhubung lagi hits berat, menu Big Mac yang super duper besar, jadi menu wajib kala ngeceng saat itu. (Sampai sekarang pun saya sebenarnya gak ngerti gimana caranya menikmati menu Big Mac ini dengan benar. Mungkin perlu ada yang posting tutorialnya di yutup).

Yang juga bikin resto ini hits kala itu, karena seingat saya McD Sarinah menjadi satu-satunya resto fast food yang buka 24 jam. Jadi kalau kelaperan tengah malem, udah pasti kongkow* ke sini. Apalagi lokasinya di Jalan Thamrin, jalan gaulnya anak Jakarta. Yang pas malam minggu selalu bikin macet dan cari parkir berjam-jam karena semua orang sepertinya kemek ke sini.

Walaupun Jakarta punya banyak sekali tempat makan dan hiburan, namun McD Sarinah menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi remaja Jakarta di jaman itu. Sendirian, bawa bokin, atau bareng gank, kalau udah nongkrong di McD, suka gak inget waktu. Apalagi kalau bulan Ramadhan, dari abis tarawih bisa langsung meluncur ke McD, nongkrong sampai sahur bareng sohib dan konco. Ngabisin dokat.

Tapi di tahun 2009 resto ini berubah namanya menjadi Toni Jacks’s. Katanya sih ada gonjang-ganjing tentang kepemilikan di internalnya, ini dan itu. Au ah gelap. Yang pasti resto dengan nama baru ini masih mengusung konsep fast food. Menunya pun sejenis. Ada burger, ayam goreng, es krim, dan lain-lain. Mungkin strateginya berusaha mengambil ceruk pasar sebelumnya. Tapi sepertinya terlihat ada penurunan yang cukup signifikan dari jumlah pengunjungnya. Tidak terlihat antrian panjang depan kasir, atau macet karena susah cari parkir. Lengang. Sampai akhirnya dua tahun kemudian, resto ini kembali berubah menjadi McD.

Selain jadi salah satu tempat jadian dan naracap sama doi, kenangan tentang McD yang saya ingat adalah tentang adek-adek pengamen jalanan yang kerap menempelkan wajahnya di kaca resto. Tidak jarang mereka blak-blakan meminta pengunjung untuk memberikan makanan ke mereka. Beberapa kali saya melihat juga adek-adek itu ikut ngantri di kasir karena diajak salah satu pengunjung. Rejeki mereka. Tapi kalau lagi apes, sering juga mereka jadi target usiran security di sana.

Ah. Tapi McD Sarinah beberapa tahun belakangan ini tidak se-iconic dulu. Selain karena cabangnya udah banyak, saingan tempat nongkong sejenis udah seabreg juga tersebar di seantero Jakarta. Terakhir ke sini, lokasi ini udah gak bikin macet lagi. McD Sarinah memang lebih menjadi tempat memorable buat sebagian kalangan generasi 80’s dan 90’s seperti saya, tapi mungkin tidak cukup memorable untuk orang-orang yang mau menutup resto ini. Hiks..sediiih.

Saya baca berita kalau bangunan di Jalan Thamrin ini mau direnovasi. Saya masih harap, saat udah jadi kakek nenek nanti siapa tau bisa ke sini lagi sama suami saya, salah seorang mantan bokin yang nembak saya di sini. haha…

Baca Juga:

McD Sarinah, Cinta Lama yang Kembali tapi Sudah Nggak Menarik Lagi

Nostalgia 9 Sinetron Ramah Anak, Generasi 90-an Masih Ingat?

Daftar istilah :

Au ah gelap : gak tau ah / bodo amat

Bokin : pacar

Doi : pacar

Dokat : duit

Kemek : makan

Kongkow : ngumpul, nongkrong

Nacarap : pacaran (kata dibalik)

Sohib : sahabat

Ngeceng : nongkrong cari perhatian

BACA JUGA Membandingkan Burger King dan McDonald’s Tidaklah Sulit: Jelas Lebih Enak Burger King, Lah! atau tulisan Dessy Liestiyani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2020 oleh

Tags: generasi 90-anMcD Sarinahtempat nongkrong jakarta
Dessy Liestiyani

Dessy Liestiyani

Tinggal di Bukittinggi. Wiraswasta, mantan kru televisi, penikmat musik dan film.

ArtikelTerkait

5 Jajanan Mi Jadul Terbaik yang Sebenarnya Nggak Baik-baik Amat terminal mojok

5 Jajanan Mi Jadul Terbaik yang Sebenarnya Nggak Baik-baik Amat

22 Oktober 2021
monopoli

Belajar Sekaligus Mengatur Keuangan dengan Permainan Monopoli

24 September 2019
Wiro Sableng: Serial Pendekar Jenaka, Soundtrack Easy Listening, dan Simbol 212 yang Ikonik terminal mojok.co

Wiro Sableng: Serial Pendekar Jenaka, Soundtrack Easy Listening, dan Simbol 212 yang Ikonik

30 Juni 2021
Kebebasan berpendapat

Kebebasan Berpendapat di Media Sosial: Jangan Bedakan Antara Media Sosial dan Kehidupan Nyata

19 September 2019
merawat kenangan

Merawat Kenangan Melalui Helm Ala Generasi 90-an

3 September 2019
generasi 90-an

Jika Anda Mendengar OST Kartun 90-an dan Merinding: Selamat Anda Sudah Tua

21 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.