Matcha Frappe Point Coffee: Kualitas Premium, Harga Terjangkau

Matcha Frappe Point Coffee: Kualitas Premium, Harga Terjangkau

Matcha Frappe Point Coffee: Kualitas Premium, Harga Terjangkau (pixabay.com)

Matcha Frappe Point Coffee itu kayak senyumanmu, tiada duanya.

Kian hari, makin banyak minuman kekinian bermunculan dengan segala variasinya. Jika ditarik jauh mundur ke belakang, tren minuman ini diawali oleh kemunculan cappucino cincau, ragam boba, es kopi kekinian, thai tea, juga matcha. Semuanya saling bergelut dengan rasa dan ciri khas masing-masing, yang kemudian diberi label signature, tanpa terkecuali. Meski pada akhirnya akan bermuara di frasa: tiap produk punya pangsa pasarnya tersendiri dan menyesuaikan selera masing-masing.

Adalah Point Coffee, nama teranyar yang sampai dengan saat ini masih ramai diperbincangkan di beberapa platform media sosial karena punya satu menu minuman kekinian yang ciamik: Matcha Frappe.

Varian minumannya boleh saja masih sama dengan yang lainnya, yakni matcha. Sekilas memang terkesan nggak ada beda. Namun, sampean perlu tahu bahwa, Matcha Frappe ala Point Coffee betul-betul menawarkan kenikmatan dan cita rasa yang berbeda dari minuman matcha lainnya, tanpa perlu tambahan topping seperti boba, jelly, dan sejenisnya.

Sejauh saya menjajal matcha dengan berbagai nama produknya, rasanya sering kali flop. Kalau nggak kemanisan, hambar, terlalu kuat susunya, atau malah terlalu pahit karena kebanyakan serbuk matcha-nya. Intinya, belum ada rasa matcha yang proporsional. Sampai akhirnya, Matcha Frappe Point Coffee muncul ke permukaan dan mendapat promosi gratisan dari para pengguna media sosial.

Hal tersebut rasanya nggak berlebihan-berlebihan amat. Lantaran, Matcha Frappe Point Coffee memang layak dipuja—dan mendapat promosi cuma-cuma—karena rasanya betul-betul tiada dua. Selain itu, harga satu cup ukuran reguler nggak mahal-mahal amat. Hanya Rp30.000. Sedangkan untuk up-size atau large, tinggal tambah Rp5.000 saja. FYI, ukuran regulernya terbilang cukup besar. Namun, jika kalian pengin lebih puas lagi, saran saya pilih yang large sekalian.

Secara tampilan, Matcha Frappe Point Coffee tergolong Instagram-able dengan tambahan whipped cream dan saus cokelat di atasnya. Belum lagi bentuk cup yang presisi. Cocok betul untuk dibikin konten di Instagram reels, TikTok, atau video singkat lainnya. BTW, untuk saus, ada dua pilihan rasa: cokelat atau karamel. Tidak bisa tidak, dalam hal ini, Matcha Frappe Point Coffee betul-betul memposisikan diri sebagai salah satu minuman premium di kelasnya.

Dari sisi rasa, saya nggak akan ragu dan berpikir lama untuk memberi nilai 99/100 alias nyaris sempurna dan nggak ada celah. Perpaduan antara manis, rasa matcha yang proporsional, menyatu dengan saus cokelat (yang menjadi favorit saya) dan campuran whipped cream di atasnya. Mau dicampur aduk ya monggo. Nggak pun tetap menghasilkan rasa yang paripurna. Bagaimana pun cara kalian menikmatinya, tetap akan ada sensasi creamy yang memanjakan lidah. After taste seperti terlalu manis, terlalu pahit, nggak akan ada atau terasa sama sekali. Ini yang menjadi nilai plus dibanding minuman matcha lainnya.

Cepat atau lambat, rasanya nggak berlebihan jika Matcha Frappe kepunyaan Point Coffee akan menjadi penantang serius di kalangan minuman matcha lainnya. Bahkan, berpotensi menjadi pilihan utama para pencinta minuman kekinian, khususnya para penikmat matcha. Ada beberapa faktor yang patut dipertimbangkan.

Pertama, harganya terjangkau dengan rasa paripurna. Ini yang paling utama, dibanding banyak nama besar lainnya—yang bahkan beberapa di antaranya mematok harga lebih mahal untuk minuman sejenis. Kedua, pelayanan yang bukan hanya ramah, tapi juga antusias. Hal ini membikin saya merasa dapat reward tersendiri ketika datang ke beberapa gerai Point Coffee yang satu lokasi dengan Indomaret itu.

Selain itu, kelebihan lain Matcha Frappe Point Coffee adalah, punya first impression yang baik. Entah dari sisi kemasan, maupun rasa bagi yang pertama kali mencoba. Boleh jadi, ini yang membikin para penikmatnya merasa dengan senang hati melakukan promosi secara cuma-cuma di berbagai platform media sosial.

Kendati demikian, saya juga punya masukan yang barangkali bisa dipertimbangkan. Begini. Agar bisa memperluas pasar, boleh banget lho Point Coffee diperbanyak lagi di beberapa gerai Indomaret. Juga, bisa dipesan secara online melalui beberapa platform. Mungkin, ini terbilang cukup krusial di zaman sekarang. Tujuannya sederhana, biar para (calon) pelanggan punya alternatif yang bisa dijangkau dalam proses pembelian.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version