Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Soeraja dalam Serial Gadis Kretek Adalah Contoh Mas-mas Red Flag yang Harus Dihindari Semua Perempuan Indonesia

Tiara Uci oleh Tiara Uci
10 November 2023
A A
Soeraja dalam Serial Gadis Kretek Adalah Contoh Mas-mas Red Flag yang Harus Dihindari Semua Perempuan Indonesia

Soeraja dalam Serial Gadis Kretek Adalah Contoh Mas-mas Red Flag yang Harus Dihindari Semua Perempuan Indonesia (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Gadis Kretek yang tayang perdana pada 2 November 2023 kemarin langsung menjadi serial Indonesia paling banyak ditonton di Netflix. Serial yang dibintangi Dian Sastro (Dasiyah) dan Ario Bayu (Soeraja) ini sukses membuat netizen Indonesia meneteskan air mata. Banyak orang merasa gagal move on dari kisah cinta Dasiyah dan Soeraja dalam Gadis Kretek yang tak pernah bisa bersama.

Agak berbeda dengan umumnya orang, saya justru merasa perlu bertanya kepada sang sutradara. Mengapa karakter Dasiyah yang sejak awal digambarkan sebagai sosok yang kuat, memiliki pikiran melampaui zamannya, dan ingin mendobrak stigma kalau perempuan tugasnya nggak hanya di dapur, di akhir cerita justru dibuat tidak berdaya dengan cinta dan menjadi pelakor?

Dalam novelnya, Dasiyah tidak sebodoh itu saat jatuh cinta. Meskipun tetap saja, Dasiyah memang menaruh hati pada Soeraja yang dalam pandangan saya adalah mas-mas red flag tahun 1960-an. Saya mencatat sedikitnya ada empat sifat buruk Soeraja Gadis Kretek yang membuatnya perlu diberi gelar laki-laki red flag kelas kakap.

#1 Serakah

Soeraja, atau yang biasa dipanggil juga Raja, datang di keluarga Idroes Moreia (Bapaknya Dasiyah) hanya membawa badan alis mokondo. Namun, dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya (tiga bulan) Soeraja diceritakan dalam Gadis Kretek langsung menjadi mandor di pabrik kretek Pak Idroes. Dia juga berhasil memikat hati anak pemilik pabrik yaitu Dasiyah.

Keduanya lalu merencanakan pernikahan. Bayangkan, mas-mas miskin diizinkan menikah dengan putri kesayangan keluarga kaya (pemilik pabrik kretek). Di tahun 1960-an, hal seperti itu jelas langka karena status sosial mereka berbeda.

Namun, alih-alih berterima kasih kepada keluarga Pak Idroes, sifat serakah Raja justru membuatnya menjalankan bisnis sendiri (kretek merah). Hal inilah yang kemudian menyebabkan Pak Idroes dan keluarganya dituduh komunis lalu dipenjara hingga Pak Idroes meninggal dunia.

Dalam serial Gadis Kretek, komunisme memang tidak disebut secara gamblang, tapi digambarkan dengan simbol-simbol. Lantaran film ini berlatar tahun 1960-an. Jika melihat sejarah, kita tentu paham kalau penamaan partai merah, kretek merah, dan pemberangusan kamerad-kamerad di tahun 1960-an yang dimaksud dalam serial ini adalah cerita tentang komunisme. Dalam sejarah Indonesia, G30SPKI terjadi pada rentang tahun 1965-1966.

Kembali ke persoalan Soeraja dalam serial Gadis Kretek, sifat serakahnya jugalah yang kemudian membuat dia menerima tawaran Soedjagad untuk mencuri resep (baca: saus) Kretek Gadis dan mengklaim semua itu miliknya. Puncak keserakahan Raja sangat terlihat saat dia tetap memilih pabrik rokok Soedjagad (dengan cara menikahi Purwanti) ketimbang memulai usaha dari nol yang ditawarkan Dasiyah.

Baca Juga:

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

6 Rekomendasi Tontonan Netflix untuk Kamu yang Mager Keluar Rumah Saat Liburan Tahun Baru

#2 Munafik

Selain serakah, Soeraja dalam serial Gadis Kretek juga munafik. Dia selalu mengatakan kalau dirinya mencintai Dasiyah. Bahkan Raja beralasan kalau keputusannya untuk menikahi Purwanti—anak pemilik pabrik Soedjagad—dilakukan demi melindungi Dasiyah dan bukan karena rasa cinta.

Omong kosong. Jika benar demi Dasiyah, kenapa saat Dasiyah memberi pilihan antara dirinya dan Purwanti, Raja tetap memilih Purwanti? Cinta macam apa itu? Cinta adalah tindakan, Mbakyu. Kalau ada laki-laki mengaku mencintaimu, tapi memilih menikah dengan perempuan lain, kabur! Laki-laki seperti itu tidak pantas dicintai.

Lagi pula, kalau memang Soeraja dalam Gadis Kretek tidak mencinta Purwanti dan hanya mencintai Dasiyah, kok bisa sampai punya tiga anak? Sekali lagi, ini menegaskan kalau Raja tidak hanya serakah, tapi juga hipokrit. Apa yang diucapkan mulutnya, tidak sama dengan tindakannya.

#3 Manipulatif

Karakter red flag lainnya yang melekat pada sosok Soeraja Gadis Kretek adalah manipulatif. Raja selalu memosisikan dirinya adalah korban; korban keadaan, korban kejahatan orang di sekitarnya, dan Raja menunjukkan sikap tak berdaya tersebut kepada Dasiyah. Benar-benar mas-mas serakah, tapi berkedok baik hati dan penyayang.

Bahkan sampai dia tua, sifat manipulatifnya masih ada. Buktinya, dia tetap beranggapan kalau Soedjagad (bapak mertuanya) adalah orang yang paling bersalah atas hancur leburnya keluarga Pak Idroes. Padahal justru keserakahan Raja yang dimanfaatkan Soedjagad untuk menghancurkan Pak Idroes.

#4 Plin-plan dan lambat berpikir

Apa sih yang keren dari Soeraja selain tampang rupawan? Nggak ada. Selain mokondo, manipulatif, dan munafik, doi juga plin-plan dan lambat berpikir. Bayangkan saja, dalam Gadis Kretek Soeraja kembali pada Dasiyah dan merasa bersalah setelah sudah memiliki tiga anak dari Purwanti. Itupun terjadi hanya karena Raja secara kebetulan bertemu Dasiyah di stasiun kereta, bukannya karena usahanya mencari Dasiyah.

Soeraja juga selalu saja memilih hal yang keliru untuk kemudian disesalinya. Dia memilih menikah dengan Purwanti, lalu menyesal. Memilih kabur saat polisi menggerebek rumah Pak Idroes, lalu menyesal. Dan memilih mencuri resep (saos) Kretek Gadis, lalu menyesal. Dari awal episode hingga akhir, sifat plin plan Raja sangat konsisten. Karakter plin-plan Raja jugalah yang membuat Dasiyah sempat bertanya-tanya, apakah Raja benar-benar mencintainya.

Kalau ada laki-laki yang membuat hatimu bertanya-tanya, apa dia mencintaiku? Jawabannya sudah jelas TIDAK. Cinta itu pasti, bukan ragu-ragu. Cinta itu tindakan, bukan angan-angan apalagi pertanyaan-pertanyaan. Jika Dasiyah mau sedikit menggunakan logikanya, harusnya dia tahu kalau Raja tidak pernah benar-benar mencintainya.

Saya rasa, empat sifat tersebut sudah cukup dijadikan alasan bagi perempuan untuk kabur dan menghindari mas-mas modelan Soeraja dalam Gadis Kretek. Bersama laki-laki seperti Raja tidak akan membuat perempuan bahagia. Terbukti, Purwanti yang dinikahi Raja tidak bahagia meskipun bergelimang harta.

Menurut saya, mas-mas green flag di serial ini adalah Mas Yamadipati Seno. Eh, maksudnya Mas Senoaji (Ibnu Jamil). Meskipun kaum halo dek, cinta Mas Seno lebih nyata. Mas Seno tetap menikahi Dasiyah (mantan tapol) meski dia tahu pilihan tersebut membawanya pada kematian.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Dian Sastrowardoyo dan Putri Marino Bintangi ‘Gadis Kretek’, Serial Terbaru dari Netflix.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 November 2023 oleh

Tags: Gadis Kreteknetflixred flagserial netflix
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Little Women Episode 8 Kim Go Eun Tampil Badass Terminal Mojok

Little Women Episode 8: Kim Go Eun Tampil Badass

26 September 2022
Kontroversi King the Land dan Blundernya Drama Korea: Nggak Tobat-tobat dari Rasisme

Kontroversi King the Land dan Blundernya Drama Korea: Nggak Tobat-tobat dari Rasisme

14 Juli 2023
Messiah

Menyimak “Messiah”, Serial Netflix yang Katanya Mengguncang Iman

4 Mei 2020
3 Tokoh All Of Us Are Dead yang Seharusnya Tetap Hidup Sampai Akhir Terminal mojok

3 Tokoh All Of Us Are Dead yang Seharusnya Tetap Hidup Sampai Akhir

5 Februari 2022
4 Saus Sambal Red Flag yang Nggak Akan Saya Beli Lagi

4 Saus Sambal Red Flag yang Nggak Akan Saya Beli Lagi

15 Oktober 2023
The Gray Man: Film Baru, Formula Lama

The Gray Man: Film Baru, Formula Lama

4 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua
  • Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali
  • Gaya Hidup Pemuda di Desa Saat Ini bikin Kaget: Habiskan Gaji Kecil buat Ikuti Tren Orang Kaya, Target Kerja Sebatas buat Beli iPhone Lalu Resign
  • Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung
  • Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.