Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Mari Sambut Lagu ‘Virus Corona’ Bikinan Rhoma Irama

Arif Budiman oleh Arif Budiman
6 April 2020
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Wow! Begitu batin saya, setelah mengetahui Bang Haji Rhoma Irama rilis lagu baru tentang virus corona. Sambil saya harap-harap cemas tanggapan netizen soal lagu ini. Pasalnya, saya sering dibuat kesal dengan budaya trending, sedangkan Bang Haji merupakan salah satu musisi idola saya. Jadi wajar saja turut cemas.

Saya akan mencoba menuliskan apa yang terbit di pikiran setelah mendengarkannya. Saya selalu berusaha memisahkan karya dengan gosip atau perilaku kreatornya. Berusaha melupakan segala ceramah Baskara aka Hindia, untuk mendengarkan lagi album Multiverse punya .Feast. Berusaha melupakan bayangan wajah JRX untuk mendengarkan lagu-lagu SID. Meskipun kegiatan ini cukup sulit dan menguras tenaga.

Kegiatan yang melelahkan ini tentu didasari oleh keyakinan bahwa karya lebih jujur ketimbang ocehan-ocehan kreatornya. Wong ujung-ujungnya juga jualan, kok. Karya secara tidak langsung memposisikan si kreatornya. Nah, bagian ini bergantung pada sensitifitas konsumennya. Hati-hati terjebak ya, sekarang sedang trend musisi bikin obat tanpa konsultasi sama ahlinya.

Hadeeeh, ini sensi amat ya pembukaannya.

Nah, kembali ke anak batinnya Sang Raja Dangdut. Lagu baru ini diberi judul Virus Corona. Oh Tuhan! Love you, Bang Haji, vulgar sekali, transparan, tanpa babibu.

Secara judul, untuk ukuran lagu yang dirilis dalam kondisi yang masih berlangsung, judul ini cukup membuat saya ngeri. Apalagi teringat kawan-kawan saya yang membatasi diri dari berita tersebut. Namun, kenapa ya Bang Haji nggak memilih judul Takutlah pada Tuhan, Bukan Corona saja?

Ketika teman saya memutar lagu ini, saya kira ini lagu lawas, soalnya lagu ini masih kuat dengan klangenan era puncak kepopulerannya. Ternyata, eh ternyata, ini lagu baru, Fren.

Play Virus Corona. Wahh!!! Sesuai dugaan. Intronya cukup gelap. Melodi ala iringan opening sinetron azab, disusul vokal mbak-mbak mengikuti melodi, serta permainan gendang yang seperti tanpa daya membuka lagu ini. Tanpa babibu, frasa, “kengerian yang mencekam” membuka lirik lagu. Sungguh, terlalu!

Baca Juga:

Kalau Peterpan Reuni Nanti, Andika dan Vokalis Bayaran Wajib Menyanyikan 5 Lagu yang Paling Membekas di Ingatan Fans Ini

10 Rekomendasi Lagu Karaoke yang Bikin Suasana Pecah dan Suara Fals Termaafkan

Ketika saya terus mengikuti kemauan lagu ini, meski sambil menahan diri, saya terus menduga-duga ke mana lagu ini akan memosisikan diri. Tentu saja dugaan saya tepat. Bukannya saya sok, tapi ini bukan hal susah bagi orang yang sedari kecil gandrung dengan karya-karya beliau.

Sudah diduga, lagu ini akan dibawanya ke ruang ketuhanan. Atau lebih tepatnya, pasrah kepada Tuhan. Seperti halnya lagu Perjuangan dan Doa, Sebujur Bangkai, Keramat, dan lainnya. Problematika realita sosial, apa pun bentuknya, akan dibawa ke ruang yang sama: ketuhanan.

Setelah segala kengerian tentang corona diumbar habis-habisan di bagian verse, kemudian disusul reff yang kental dengan doa pertolongan dan ketidakberdayaan manusia di hadapan Tuhan. Walaupun sudah digdaya, ternyata rapuh adanya, di sini lah segala keangkuhan dan kesombongan runtuh. Lalu ditampol lagi dengan, hanyalah dengan mikroba, bernama corona.

Bang Haji masih pada ideologi kesenian yang sama. Seperti kopi tanpa rokok, tidak afdol jika sebuah karya seni tanpa pesan tersurat. Maka dari itu di bagian akhir, diajaklah kita untuk ikhtiar (berusaha) dan berdoa agar segera terbebas dari virus corona.

Di penghujung lagu, Bang Haji meneriakan “virus corona” disertai cengkok khas dangdut. Pertama kali mendengar, saya merasa aneh dengan pilihan Bang Haji. Teriakan itu tidak bernuansa seperti keoptimisan. Atau mungkin ini hanya hasrat saya sebagai anak muda saja? Entahlah.

Akan tetapi, ketika saya putar berkali-kali bagian ini, saya berhasil membayangkan saat Bang Haji take vocal. Ia bernyanyi layaknya sedang berdoa di dalam batinnya. Kemudian ia tersenyum tenang, setenang batu, seusai mengulas hasil rekaman.

Setelah lagu ini rampung, sempat terbersit pikiran untuk segera sembahyang. Aiiiihh, tapi apa daya, jari saya tergoda untuk ngeklik lagu Bujangan punya Sang Raja Dangdut. Dan larut lah saya ke pilihan lagu lain seperti Stres, Darah Muda  dan tak lupa dengan dangdut funky gurih, Lagu Santai.

Entah apa yang membuat saya terus merasa ganjil dengan lagu baru ini. Juga entah kenapa, pada malam itu, setelah sekian lama, saya panjatkan doa menjelang tidur.

BACA JUGA Pengalaman Saya Dianggap Jadul karena Ngefans Rhoma Irama atau tulisan Arif Budiman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2020 oleh

Tags: laguraja dangdutrhoma iramavirus corona
Arif Budiman

Arif Budiman

Mahasiswa semester akhir.

ArtikelTerkait

Menjawab Alasan Mengapa Lagu Tulus Selalu Cocok Jadi Teman Terbaik Kala Insecure Melanda terminal mojok

Menjawab Pertanyaan Mengapa Lagu-lagu Tulus Selalu Cocok Jadi Teman Terbaik Kala Insecure Melanda

21 April 2021
naik krl

Berjibaku Naik KRL di Bawah Bayang-Bayang Virus Corona

13 Maret 2020
Kenapa Lagu TikTok Terasa Lebih Nyantol di Telinga?

Kenapa Lagu TikTok Terasa Lebih Nyantol di Telinga Kita?

29 Mei 2023
Pengalaman Mengurus Hak Cipta Lagu secara Online Enteng Ngurusnya, Berat Bayarnya Terminal Mojok

Pengalaman Mengurus Hak Cipta Lagu secara Online: Enteng Ngurusnya, Berat Bayarnya

1 November 2022
7 Playlist Lagu yang Selalu Ada dalam Mobil Dinas Pelat Merah Terminal Mojok

7 Playlist Lagu yang Selalu Ada dalam Mobil Dinas Pelat Merah

4 Januari 2022
4 Lagu Kangen Band yang Cocok untuk Di-remake Terminal Mojok

4 Lagu Kangen Band yang Cocok untuk Di-remake

5 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng

11 Januari 2026
Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

11 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.