Marcelo Bielsa dan Leeds United, Kebahagiaan Bermain Bola dari Elemen Paling Kecil – Terminal Mojok

Marcelo Bielsa dan Leeds United, Kebahagiaan Bermain Bola dari Elemen Paling Kecil

Featured

Pernahkah kamu melihat rupa-rupa bahagia anak kecil ketika menendang bola? Bukan bola semata yang membuat mereka bahagia. Elemen paling kecil yang membuat mereka bahagia ketika menendang bola adalah bisa berlari dengan bebas. Kebebasan itulah yang menjadi identitas Marcelo Bielsa, dan sukses disemai bersama Leeds United.

Adalah haru luar biasa ketika kabar promosi Leeds United menyentuh telinga dunia. Setelah 16 tahun, Leeds akhirnya kembali ke divisi tertinggi Liga Inggris. Setelah 4 kali gagal melewati babak playoff, Marcelo Bielsa menularkan senyum ke seantero kota Leeds. Membuatnya dipuja seperti bak dewa kebahagiaan.

Sudah banyak analis dan penulis yang menjelaskan cara bermain Leeds United di bawah asuhan Marcelo Bielsa. Kami bisa menemukannya dengan mudah lewat kolom pencarian Twitter. Oleh sebab itu, lewat tulisan ini, saya hanya ingin mengajakmu untuk ikut berbahagia. Merayakan kebahagiaan bermain sepak bola dari elemen paling kecil.

Tapi jangan pernah salah kira, ya. Kebahagiaan terkecil dari bermain sepak bola itu sangat dihargai oleh anak-anak asuh El Loco Bielsa. Kebahagiaan yang ternyata membuat mereka menjadi atlet yang lebih baik lagi.

Saya ingin mengajakmu menyelami kebahagiaan ini dari komentar gelandang sentral Leeds United, Kalvin Phillips, soal kerja Marcelo Bielsa. Kalvin berkata seperti ini: “Dia tidak pernah kenal lelah. Saya tidak pernah menyangkan dia bisa membantu saya berkembang sejauh ini.”

Pemain paling bahagia di dunia adalah mereka yang sadar bahwa potensi terbesar dalam diri baru saja tergali. Dengan begitu, karier mereka akan lebih panjang. Dan, yang paling menyenangkan, karier mereka akan menjadi lebih baik. Lewat komentar Kalvin, kita sadar bahwa Bielsa bukan cuma peracik taktik. Bielsa adalah “Bapak” yang merawat anak-anaknya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Selain Kalvin Phillips, pemain Leeds United lainnya yang merasakan kasih sayang Marcelona Bielsa adalah Luke Ayling. Usianya masih 28 tahun, ketika nama Luke Ayling mulai tenggelam, dilupakan. Dia, yang pernah menyandang predikat pemain muda potensial, berhasil menemukan level terbaik bersama Bielsa. Sebuah kenyataan yang tidak bisa ditemukan Luke bersama pelatih lain.

“Gaya hidup saya berubah drastis bersama Marcelo Bielsa. Saya merasa lebih bugar ketimbang sebelumnya,” ungkap Luke. Kembali, pernyataan dari Luke menggambarkan atensi Bielsa kepada detail, termasuk kebugaran pemain. Ketika lebih bugar, pemain mana saja bisa bermain dengan cara apa saja.

Patrick Bamford, striker yang baru berusia 26 tahun ini sempat mengalami krisis kepercayaan diri. Selepas kariernya mandeg bersama Chelsea, Bamford tidak lagi dianggap sebagai striker dengan prospek cerah di Liga Inggris. Namun, seperti dinamo, Marcelo Bielsea menghidupkan kembali kualitas Bamford.

“Saya berutang banyak kepada Marcelo Bielsa. Dia membantu saya menjadi pesepak bola yang lebih baik,” kata Bamford di sebuah wawancara. Kembali, pemain paling bahagia di dunia adalah mereka yang sadar bahwa potensi terbesar dalam diri baru saja tergali.

Di sebuah wawancara, Marcelo Bielsa memberi gambaran soal caranya bertahan. “Soal bertahan, sepak bola saya sangat sederhana. Kami berlari sepanjang waktu. Berlari, adalah wujud sebuah kehendak.” Kita semua sepakat kalau sepak bola menyerang Leeds adalah sepak bola yang enak sekali untuk ditonton. Namun, di balik itu, kerja keras para pemain termanifestasikan ke dalam aksi berlari ketika bertahan.

“Kerja keras dan usaha adalah konsekuensi alami dari tujuan kolektif,” tegas Bielsa. Artinya, pemain Leeds sudah melebur menjadi satu entitas. Menyerang bersama-sama dan bertahan secara kolektif. Tim dengan kolektivitas tinggi seperti ini akan menjadi sebuah tim yang sulit dikalahkan. Marcelo Bielsa menjadi lem yang merekatkan dan menguatkan “skuat biasa saja” Leeds United.

Kebahagiaan yang melahirkan niat kuat untuk berlari memberi gambaran kalau Bielsa diterima dengan baik oleh Leeds. Bukan hanya pemain, tetapi kotanya itu sendiri.

Dan mereka yang bahagia ketika bermain, layak menerima tropi terbaik di sepak bola, yaitu pengakuan akan luhurnya perjuangan.

BACA JUGA Milan Kalahkan Juventus, tapi Dapat Penalti, Milanisti Kecewa dan tulisan Yamadipati Seno lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.