Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Manchester United Layak Lolos Liga Champions, Pemain Terbaik Mereka Adalah VAR dan Mike Riley, Selamat!

Muh. Iskandar Zulkarnaen Tajuddin oleh Muh. Iskandar Zulkarnaen Tajuddin
27 Juli 2020
A A
ole gunnar solskjaer Manchester United Layak Merayakan Kelolosan ke Liga Champions Seperti Memenangi Sebuah Piala MOJOK.CO

ole gunnar solskjaer Manchester United Layak Merayakan Kelolosan ke Liga Champions Seperti Memenangi Sebuah Piala MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Liga Inggris, yang mengklaim diri paling kompetitif akhirnya berakhir. Ada betulnya liga itu mengklaim diri paling kompetitif karena hingga akhir musim, panasnya persaingan memang begitu terasa. Dan di ujungnya, Manchester United memang sangat layak lolos ke Liga Champions.

Lupakan Liverpool, persaingan paling seru ada zona Liga Champions dan zona degradasi. Tiga klub yang harus mengadu nasib hingga akhir ialah Manchester United, Chelsea, dan Leicester City.

Uniknya, seperti telah diatur semesta dan ibaratnya partai final, Leicester City dan Manchester United harus saling jegal di partai pamungkas. Sementara itu, Chelsea menantang Wolves di Stamford Bridge.

Meskipun pertandingan Chelsea vs Wolves cukup menentukan. Namun, atensi yang diterima pertandingan tersebut tidak sebesar Leicester City vs Manchester United di King Power Stadium yang menjadi main event di pekan terakhir Liga Inggris.

Hasilnya akhir, Chelsea mengalahkan Wolves 2-0 dan Manchester United menundukkan Leicester City dengan skor yang identik. Hasil akhir itu menggandeng Manchester United dan Chelsea ke depan pintu gerbang Liga Champions. Menemani Liverpool dan Manchester City.

Tapi cerita tidak berakhir sampai di situ. Meskipun pertandingan telah berakhir, tapi Liga Inggris selalu saja menyisakan kontroversi. Pemeran utama dari drama kontroversi ini lagi dan lagi ialah Manchester Unted. Sepertinya jarang ada pertandingan yang berakhir biasa-biasa saja buat klub ini.

Gol pertama United di pertandingan itu misalnya, didapatkan dengan cara yang “Manchester United banget”, yaitu tendangan penalti. You know, penalti itu menjadikan United sebagai klub pengoleksi tendangan 12 pas terbanyak sepanjang sejarah Liga Inggris dengan total 14 tendangan penalti.

Bertambah lagi satu lagi rekor yang bisa dibanggakan. Lho, iya dong, harus dibanggakan. Sebagai klub kesayangan semua orang, semua rekor perlu dirayakan. Iri bilang bos!

Baca Juga:

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Persamaan Kontroversi Feodalisme Pondok Pesantren dan Liverpool yang Dibantu Wasit ketika Menjadi Juara Liga Inggris

Pemain yang menyebabkan penalti itu juga pernah lekat dengan Manchester United, yakni Jonny Evans. Pemain didikan asli Manchester United, yang sepertinya masih memiliki jiwa Setan di dadanya. Lebih kocaknya lagi, tidak lama berselang, Evans mendapatkan kartu merah. Semboyan yang dianut Evans mungkin berbunyi “sekali merah tetap merah”.

Gol kedua Manchester United pun tidak kalah gokil, karena gol itu dicetak oleh pemain yang selama ini dikenal lebih jago di lantai dansa daripada di lapangan hijau yaitu Lord Jesse Lingard.

Pemain yang tidak pernah mencetak satu gol pun di Liga Inggris sejak 2018 ini, dengan ajaibnya, mencetak gol di menit terakhir. Lingard patut berbangga diri dengan torehannya itu dan sebaiknya meminta bola pertandingan untuk dipajang bersama trofi-trofi dansanya.

Lucunya lagi, ada orang yang pasang taruhan bahwa Lingard nggak akan bikin satu pun gol atau asis musim ini. Hampir saja orang itu menang banyak. Namun, di menit 98, Lingard membuatnya patah hati. Memang, Lingard sobat ambyar banget. Kalau nggak bikin kecewa fans United, ya bikin kecewa orang yang lagi judi. Jahat bener.

Setelah pertandingan, keributan di media sosial tidak terhindarkan. Banyak yang menyayangkan keputusan wasit, ada pula yang menyalahkan VAR, ada pula yang tentu saja menyalahkan United. Tapi sepertinya pendukung United memang tidak terlalu memusingkan hal tersebut. Mereka larut merayakan posisi 3 seperti sudah memenangkan trofi Liga Inggris.

Sementara itu di sisi lain, Leicester City harus meratapi kegagalan. Padahal selama 30 minggu, mereka bertengger di zona Liga Champions.

Banyak yang membandingkan siapa di antara Manchester United atau Leicester City yang lebih pantas masuk Liga Champions. Mari kita telisik faktor-faktor yang ada dan kesampingkan fakta bahwa sebelum pertandingan berlangsung, Manchester United ada diperingkat ketiga dan Leicester City di peringkat kelima. Karena mereka hanya terpaut satu poin saja.

Pertama, lirik statistik pertandingan. Pada pertandingan tersebut, sejatinya banyak tendangan yang dilesatkan. Tapi yang arahnya tepat ke gawang cuma 6 tendangan. Masing-masing 3 untuk setiap tim. Dan United jelas lebih efisien soal memanfaatkan jatahnya.

Soal penguasaan bola, Manchester United unggul 56% berkat kemampuan mereka yang bisa mengulu-ulur waktu dan main drama yang sepertinya dilatih dengan sangat baik di sesi latihan. Soal pelanggaran, Leicester bisa “sedikit berbangga”. Mereka unggul dengan 12 pelanggaran berbanding 11 milik Manchester United dengan 1 di antaranya berbuah kartu merah.

Mari tengok ke jumlah kemenangan dan kekalahan masing-masing tim. United dan Leicester masing-masing meraih 18 kemenangan. Namun, Leicester lebih banyak menderita kekalahan dengan 12 kali kalah dengan 3 kekalahan mereka dapatkan setelah liga dimulai kembali.

Sementara itu, Manchester United total 8 kali kalah dan sudah lupa rasanya kalah di Liga Inggris sejak mereka kalah dari Burnley di Januari. Tentu saja mereka kemudian kalah di Piala FA melawan Chelsea. Tapi ingat, konteks yang kita bicarakan adalah Liga Inggris.

Faktor lain yang menentukan kelayakan Manchester United masuk Liga Champions adalah head to head. United menang dua kali di dua pertemuan. Itu saja sebenarnya sudah cukup untuk menentukan.

Terahir, ada satu variabel lagi yang tidak boleh kita lupakan, yaitu VAR. United, tidak diragukan lagi, lebih mampu memanfaatkan WASIT, eh maaf, VAR dibanding Leicester City atau tim lainnya. VAR sepertinya memang diciptakan menjadi pemain ke-13 untuk Manchester United, karena yang ke-12 adalah Mike Riley, Ketua Komite Wasit Liga Inggris. Rekor 14 penalti itu salah satunya. Patut dirasa bahwa VAR juga layak masuk nominasi pemain terbaik Manchester United musim ini.

Maka dengan faktor dan fakta pendukung tersebut, Manchester United layak ada di atas Leicester atau Chelsea. Tapi jangan dibandingkan dengan Liverpool dan Manchester City. Karena jelas yang bisa dilebih-lebihkan Manchester United saat ini dibanding keduanya hanyalah gelar Liga Inggris mereka saja.

Sampai kapan pun sepertinya perdebatan-perdebatan macam ini tidak akan ada habisnya. Karena memang selalu menarik untuk mendiskusikannya apalagi jika ditemani segelas kopi dan sepiring pisang goreng. Tapi mari kita rehat sejenak dan bersiap menyambut Liga Champions yang akan diadakan pekan depan. Sepertinya akan lebih banyak drama yang menarik untuk didiskusikan.

Liga Inggris pun sebenarnya tidak terlalu lama meninggalkan kita. Hanya perlu menunggu sampai bulan September untuk menyaksikan kembali musim baru 2020/2021. Patut dinantikan apakah VAR masih akan menjadi pemain terbaik Manchester United atau kini Mike Dean, yang “membelot” dari Tottenham Hotspur.

Sekali lagi, selamat untuk United. Walaupun kalian harusnya muhasabah diri dan malu karena telah mengeluarkan uang sebesar 80 juta paun untuk defender sekelas Harry Maguire, serta memiliki talenta luar biasa seperti Jesse Lingard, tetapi hanya mampu bersaing memperebutkan posisi empat besar. Renungkan, tan Setan!

BACA JUGA Manchester United Layak Dibenci Karena Fans Mereka Seperti Anak Kecil atau tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2020 oleh

Tags: chelseaLeicester CityLiga Championsliga inggrismanchester unitedvar
Muh. Iskandar Zulkarnaen Tajuddin

Muh. Iskandar Zulkarnaen Tajuddin

Sedang bergulat dengan skripsi di Program Studi Ilmu Komputer.

ArtikelTerkait

edinson cavani no 7 manchester united mojok

Musuh Cavani di Manchester United Bukanlah Kutukan, melainkan Beban

12 Oktober 2020
starting line-up chelsea 2020-2021 angka 3 liga inggris MOJOK.CO

Chelsea dan Angka 3: Klenik yang Bakal Lempar Mereka Keluar dari 4 Besar?

12 Juli 2020
Menyongsong Madrid yang Lebih Kokoh Bersama Rudiger

Menyongsong Madrid yang Lebih Kokoh Bersama Rudiger

12 Mei 2022
mohamed elneny mesut ozil arsenal liga inggris mourinho NLD MOJOK.CO

Arsenal vs Tottenham Is Full of Shite: Menertawakan Bacot Mourinho

12 Juli 2020
arsenal vs liverpool liga inggris MOJOK

Arsenal Cuma Punya “Taktik Insyaallah”, Liverpool Itu Juara Paling Payah

16 Juli 2020
eden hazard carlo ancelotti luis enrique david alaba vinicius junior real madrid vs chelsea mojok

Real Madrid vs Chelsea 1-1: Werner yang Kebangetan dan Rapuhnya Pertahanan Los Blancos

28 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja Mojok.co

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja

8 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.