Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Makan Sushi Mentah Memang Bukan Budaya Kita

Anisah Meidayanti oleh Anisah Meidayanti
9 April 2022
A A
Makan Sushi Mentah Memang Bukan Budaya Kita Terminal Mojok

Makan Sushi Mentah Memang Bukan Budaya Kita (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Budaya mengonsumsi makanan mentah mungkin lekat dengan orang Jepang. Yah, walaupun sehari-hari kita terbiasa menggoreng, mengukus, dan merebus makanan, makanan mentah seperti sushi dan sashimi jelas punya data tarik tersendiri bagi orang Indonesia. Seperti yang sudah kita ketahui, sushi dan sashimi merupakan dua hidangan Jepang yang terbuat dari bahan utama berupa ikan mentah. Ikan mentah yang dipakai membuat sushi dan sashimi bukan ikan lele atau gurame, lho, melainkan ikan yang terkenal mahal, yakni ikan salmon dan tuna.

Sebagai dua jenis ikan yang termasuk golongan “crazy rich fish”, salmon dan tuna disebut-sebut punya kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Berarti, makan sushi dan sashimi sangat baik bagi tubuh, kira-kira begitu mindset yang saya gunakan saat berkesempatan untuk makan sushi di salah satu restoran Jepang ternama untuk pertama kalinya.

Daging salmon siap dimasak (Unsplash.com)

Dengan songongnya saya memesan sushi nigiri alias sushi yang disajikan dengan daging ikan mentah di antara teman-teman saya yang memilih sushi matang. Dengan wajah heran teman-teman saya mencoba meyakinkan, “Emang kamu udah pernah makan sushi mentah?”, “Pesan yang matang aja!”, hingga “Nanti kalau muntah sayang, lho…” 

Sebelumnya, saya hanya mengenal dan mampu membeli makanan yang mengandung salmon dan tuna melalui makanan kucing. Iya, karena merasa iri dengan kucing yang sudah makan salmon dan tuna, saya jadi kepingin mencoba makan sushi nigiri salmon.

Saat terhidang di meja makan, tampilan sushi dengan irisan tipis salmon mentah itu tampak menggiurkan bak di gim Cooking Madness. Daging salmon oranye dengan nasi kepal mirip lemper tersebut begitu lucu tersaji. Shoyu (kecap asin), bubuk cabai, dan wasabi—yang awalnya saya kira bubuk matcha—juga tersaji berdampingan dengan piring sushi. 

Dengan mindset “perbaikan gizi” dan “keluar dari zona nyaman”, saya melahap tanpa ragu sushi nigiri salmon yang tampilannya lucu itu. Sebelum masuk ke dalam mulut, saya mencoba mencium bau ikan salmon. “Aman, nggak amis. Pakai jeruk nipis berapa butir ya kok bisa nggak amis begini?” begitu pikir saya.

Ragam sushi (Unsplash.com)

Tekstur lembek dengan rasa tawar adalah impresi pertama indra perasa saya. Setelah sushi habis dikunyah, betapa bersyukurnya saya karena dapat mencoba makanan mentah yang katanya kaya gizi ini. Saya langsung merasa jadi manusia paling sehat di dunia. Walau nggak sesering makan ikan asin atau lele, setidaknya tubuh saya pernah bertemu dengan secuil daging “crazy rich fish” dan menyerap manfaatnya.

Pulang dari restoran Jepang saya nggak menunjukkan gejala aneh seperti muntah, mual, hingga diare yang ditakuti banyak orang ketika mengonsumsi makanan mentah. Palingan gejala kurang puas saja gara-gara harus bayar mahal untuk seporsi sushi nigiri padahal hanya dapat dua biji. Wqwqwq. Tapi, sadar diri lah, salmon kan termasuk ikan yang diimpor, jadi wajar kalau harganya sedikit lebih mahal.

Baca Juga:

Sushikun, Tempat yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Sushi

“Sushi Terrorism” di Restoran Sushi, Bukti Orang Jepang Juga Bisa Norak

Namun karena masih penasaran dengan sushi mentah, saya browsing sana-sini. Saya mendapati fakta bahwa rupanya mengonsumsi makanan mentah tak sepenuhnya aman, termasuk salmon mentah. Dilansir dari website Sehatq.com, ikan salmon mentah dapat mengandung bakteri, parasit, dan mikroba. Biasanya ditemukan bakteri Salmonella dalam makanan mentah. Bakteri ini akan mati jika ikan dimasak dengan benar hingga matang.

Ilustrasi sashimi (Unsplash.com)

Sebenarnya, kekhawatiran akan Salmonella ini nggak mempengaruhi budaya makan makanan mentah di Jepang mengingat orang Jepang punya standarisasi untuk makanan yang mereka konsumsi. Selain itu, orang Jepang juga konon punya teknik sterilisasi yang bikin kualitas makanan mentah tetap baik sehingga aman untuk dikonsumsi. Lagi pula pada dasarnya kualitas perairan di Jepang cukup bersih.

Walau nggak mual, muntah, atau diare setelah makan sushi nigiri, saya merasa budaya kita memang bukan makan makanan mentah. Terlalu banyak kekhawatiran yang muncul setelah saya mencoba makan sushi mentah seperti orang Jepang. Namun, makan sushi mentah seperti yang saya lakukan mungkin bisa jadi salah satu cara untuk menantang diri atas quote “jangan takut mencoba” yang biasa dilontarkan akun-akun motivasi. Yah, hitung-hitung jadi media belajar agar nggak menghakimi sesuatu di luar kebiasaan atau pola pikir kita.

Penulis: Anisah Meidayanti
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jangan Nekat Makan Masakan Jepang kalau Lidahmu Jawa Tulen.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 April 2022 oleh

Tags: mentahsalmonsushi
Anisah Meidayanti

Anisah Meidayanti

Mbak-Mbak Pekerja WFA yang Suka Menulis Pengalaman Perjalanannya. Tapi juga Menaruh Perhatian Pada Isu Lingkungan, Gender dan Kesehatan Mental

ArtikelTerkait

Jangan Nekat Makan Masakan Jepang kalau Lidahmu Jawa Tulen terminal mojok.co

Jangan Nekat Makan Masakan Jepang kalau Lidahmu Jawa Tulen

15 Januari 2022
Sushi Terrorism di Restoran Sushi, Bukti Orang Jepang Juga Bisa Norak

“Sushi Terrorism” di Restoran Sushi, Bukti Orang Jepang Juga Bisa Norak

11 Februari 2023
Sandiaga Uno Betul, Jogja Butuh Sushi Salmon Mentai, Bukan Kesejahteraan (Unsplash)

Sandiaga Uno Betul, Jogja Butuh Sushi Salmon Mentai, Bukan Kesejahteraan

15 Januari 2023
Tidak Cuma Cara Makan Soto, Cara Makan Sushi Juga Perlu Diperdebatkan!

Tidak Cuma Cara Makan Soto, Cara Makan Sushi Juga Perlu Diperdebatkan!

11 Februari 2020
Kencan di Restoran Jepang: Bukan Romantis Justru Ribet Pakai Sumpit. Kencan Amburadul #10 terminal mojok.co

Kencan di Restoran Jepang: Bukan Romantis Justru Ribet Pakai Sumpit. Kencan Amburadul #8

14 Februari 2021
5 Makanan Mahal yang Overrated, kok Bisa sih Pada Suka?

5 Makanan Mahal yang Overrated, kok Bisa sih Pada Suka?

20 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.