Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Status Mahasiswa Kesayangan Dosen Justru Menjadi Beban, Mahasiswi Ini Malah kayak Budak yang Nggak Bisa Menolak

Merita Dewi oleh Merita Dewi
28 Maret 2024
A A
Mahasiswa Kesayangan Dosen Hidupnya kayak Budak (Unsplash)

Mahasiswa Kesayangan Dosen Hidupnya kayak Budak (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya seorang alumni mahasiswa FKIP di salah satu perguruan tinggi yang ada di Pekanbaru, Provinsi Riau. Bukan mahasiswa yang pintar-pintar amat, bukan juga yang begitu aktif di kelas. Saya lebih memilih pulang ke kos daripada sibuk nggak jelas di kampus. Tentu saja saya bukan tipe mahasiswa kesayangan dosen.

Nah, mahasiswa kesayangan dosen yang saya tuliskan lika-liku kisahnya di sini adalah teman dekat saya sendiri. Di awal-awal perkuliahan, saya kerap berpikir pasti enak ya kalau jadi mahasiswa kesayangan dosen. Urusan kampus bisa dipermudah. 

Namun, setelah menyaksikan sendiri, segera saya buang jauh-jauh angan-angan menjadi sosok mahasiswa kesayangan dosen. Udah ah, yang penting saya bisa kuliah dan lulus dengan tenang dari kampus.

Nasib mahasiswa kesayangan dosen tidak selalu mujur

Saya mengamati malah banyak apesnya, dan nggak sedikit. Teman saya, anggap saja namanya Bunga (bukan nama yang sebenarnya) merupakan mahasiswa yang lumayan pintar, cerdas, dan cantik. Di kelas, dia cukup aktif bertanya dan menjawab berbagai pertanyaan seputar materi perkuliahan. 

Saya akui wawasannya begitu luas, belum lagi jika ada sesi diskusi yang memancing perdebatan. Tidak jarang Bunga membuat kami terpana oleh jawaban yang logis dan susunan kalimat rapi yang keluar dari lisannya.

Tidak hanya itu, Bunga merupakan mahasiswa yang juga aktif berorganisasi di kampus. Setiap ada agenda atau kegiatan, dia mampu mengurusi soal pendanaan, menghubungi pemateri kegiatan, juga pengisi acara lainnya sampai membuat proposal sekaligus laporan pertanggungjawaban. 

Asas gotong royong begitu dikedepankan di prodi kami, tapi kadang bisa jadi disalahartikan. Bukan sekali dua kali Bunga mengerjakan itu semua sampai bermalam dan tertidur di kampus. Kampus seolah menjadi rumah keduanya sebagai tempat untuk bernaung. Nasib menjadi mahasiswa kesayangan dosen.

Dengan rentetan prestasi Bunga, yang berbanding terbalik dengan saya, wajar dong ya dia menjadi figur mahasiswa kesayangan dosen. Bunga sering mendapat pujian dan dielu-elukan dari mahasiswa lainnya, nilai setiap mata kuliahnya selalu bagus, bahkan sampai masa tugas akhir pun dipermudahkan. 

Baca Juga:

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

Bila pembimbingnya dosen tersebut, maka bimbingan tugas akhir mulai dari proposal hingga skripsinya lancar jaya tidak menemui kesulitan yang berarti. Sebaliknya, bila dosen tersebut menjadi pengujinya, maka berbahagialah karena pertanyaan yang muncul saat ujian seminar begitu mudah dan terkadang bukan isi dari tugas akhir yang kita serahkan. 

Tidak hanya ada satu

Mahasiswa kesayangan dosen kami itu tidak hanya satu orang, ada beberapa orang di antara kami. Senior maupun junior, mereka mendapat perlakuan serupa. Bunga itulah salah satunya, yang merupakan teman dekat saya dan suka dukanya banyak dia ceritakan kepada saya.

Sebenarnya masih dalam taraf wajar dan boleh-boleh saja memiliki kecenderungan kepada orang yang memiliki kelebihan dibandingkan yang lainnya. Namun, yang menjadi sorotan di sini hal tersebut kok malah jadi memudahkan untuk bersikap sewenang-wenang terhadap mahasiswa. 

Menurut pendapat saya, tentu saja hal itu tidak dibenarkan. Apalagi mengingat mahasiswa juga mempunyai kesibukan lain dan bukan seperti anak sendiri yang seenaknya saja untuk disuruh-suruh.

Menemani sang istri di rumah karena dosen yang bersangkutan keluar kota

Bunga si teman dekat saya yang baik dan pintar itu sering bercerita bahwa dia kerap dihubungi oleh dosen untuk datang dan menginap di rumahnya. Bunga menemani istri karena dosen tersebut ada agenda atau acara di luar kota selama beberapa hari. Sedangkan sang istri hanya tinggal berdua saja dengan anaknya.

Rasanya memang keterlaluan sih jika menolak permintaan sederhana dosen ini. Hanya disuruh menemani di rumah tepatnya malam hari, di sana pun diberi makan. Masa gitu saja nggak bisa?

Untuk sekali dua kali baiklah tidak masalah. Tetapi, selain presiden, dosen juga sebuah profesi yang cukup menyibukkan sehingga memang kerap harus menghadiri agenda di luar kota. Entah itu pelatihan, seminar, pengabdian, atau apalah namanya. Kenapa tidak mengajak saudara saja untuk menginap di rumahnya, bukannya mahasiswa kesayangan dosen yang juga punya kesibukan sendiri di luar perkuliahan.

Teman saya itu mengaku sejujurnya memang terlampau segan kepada dosen tersebut. Makanya dia tak kuasa menolak jika dimintai tolong sampai-sampai membuat pekerjaannya yang seharusnya selesai tepat waktu menjadi terbengkalai.

Mahasiswa kesayangan dosen kudu mau menjemput anak dosen di TK

Pernah beberapa kali saat kami masih di kampus, si dosen meminta Bunga, menjemput anaknya di TK. Saat itu, di dosen sedang mengajar mata kuliah atau ada urusan lain di kampus. Saya sampai mengernyitkan dahi melihat permintaan dosen yang satu ini.

Jadi, selama ini, bagaimana manajemen antar-jemput anaknya yang masih sekolah itu? Atau minimal jika tidak sempat dan istrinya sedang ada kesibukan, kan ada ojek online. Kita sedang berada di salah satu kota besar, ibu kota provinsi. Hanya tinggal mengotak-atik gawai, ojek online sudah stand by menjemput anaknya dan tidak perlu merepotkan mahasiswa, meskipun menyandang status kesayangan dosen.

Gotong royong pindahan dan bersih-bersih rumah

Benar sih moto gotong royong mesti dikedepankan, tapi ya itu di prodi bukan untuk keperluan pindahan dan bersih-bersih rumah dosen juga ya.

Sesekali Bunga pernah mengajak saya untuk membantu pindahan dan bersih-bersih rumah dosen ini. Tentu saja saya menolak dengan tegas meski saat itu sedang weekend. Rutinitas perkuliahan dan berbagai agenda di kampus sudah membuat saya cukup lelah. Lagian tidak ada keharusan saya mesti membantu dosen tersebut pindahan rumah.

Bunga bercerita, walau perempuan, di sana mereka angkat-angkat springbed, meja makan, sofa tamu, dan banyak lagi. Ampun deh, sudah berasa budak bukan mahasiswa kesayangan dosen lagi. Untungnya saya bersitegas nggak ikutan, tapi ya merasa kasihan juga teman-teman saya.

Sekian, semoga modelan dosen seperti ini hanya ada di kampus saya dan segera mendapatkan hidayah.

Penulis: Merita Dewi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Dosen Pembimbing yang Nggak Becus Tak Bisa Jadi Pembenaran Jasa Joki Skripsi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2024 oleh

Tags: bimbingan skripsiDosenmahasiswa kesayangan dosenSkripsitugas akhir
Merita Dewi

Merita Dewi

Seorang ibu anak satu yang disayang suami.

ArtikelTerkait

Selain Niat Mahasiswa, Dosen Pembimbing Adalah Kunci Mulusnya Proses Skripsi Mojok.co

Selain Niat Mahasiswa, Dosen Pembimbing Adalah Kunci Mulusnya Proses Skripsi

10 Desember 2023
Sempro Adalah Tempatnya Mahasiswa Kritis, bukan Semata Selebrasi (Unsplash)

Sempro Adalah Momen Terbaik untuk Mengajak Teman yang Mau Memberi Pertanyaan Kritis, bukan Teman yang Maunya Ikut Selebrasi doang!

3 Desember 2023
Tidak Ada Skripsi hingga Jarang Ketemu Dosen, Hal-hal yang Lumrah di Universitas Terbuka, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain Mojok.co

Tidak Ada Skripsi hingga Jarang Ketemu Dosen, Hal-hal yang Lumrah di Universitas Terbuka, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain

14 September 2025
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama

4 Oktober 2025
Dosen Memang Harus Pelit Nilai dan Perkuliahan Harus Ketat, Apalagi di Jurusan Keguruan

Dosen Memang Harus Pelit Nilai dan Perkuliahan Harus Ketat, apalagi di Jurusan Keguruan

18 April 2024
gaji dosen mahasiswa semester tua asisten dosen

Jadi Dosen Itu Nggak Mudah, apalagi Jadi Dosen yang Nggak Bisa Nulis, Remuk!

23 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026
6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli  Mojok.co

6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli 

28 Februari 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Nasi Godog, Makanan Magelang yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang, Tampilan dan Rasanya Absurd Mojok.co

Nasi Godog Magelang, Makanan Aneh yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang

28 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.