Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

5 Istilah Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang Menggambarkan Beratnya Kuliah di Sana

Riyanto oleh Riyanto
19 November 2023
A A
5 Istilah Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang Menggambarkan Beratnya Kuliah di Sana Mojok.co

5 Istilah Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang Menggambarkan Beratnya Kuliah di Sana (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap fakultas pasti punya istilah yang kadang hanya diketahui mahasiswa yang berkuliah di sana. Tidak terkecuali mahasiswa Fakultas Kedokteran. Mereka memiliki istilah-istilah yang memudahkan dalam berkomunikasi. 

Saya sebagai mantan mahasiswa Jurusan Sistem Informasi tentu asing dengan istilah-istilah itu. Hingga pada suatu kesempatan, kawan saya berbaik hati menjelaskan beberapa kata. Dari kawan saya ini saya menyadari kalau kuliah di Fakultas Kedokteran benar-benar berat. 

Saya tahu, persaingan untuk masuk Fakultas Kedokteran di berbagai universitas di Indonesia sangatlah sulit. Itu sudah menjadi rahasia umum. Namun, tidak pernah terpikirkan, keluar dari fakultas itu tidak kalah sulit. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, yang lebih rumit dari kuliah, magang, skripsi, lalu langsung jadi dokter. Nah, istilah-istilah yang kerap digunakan di Fakultas Kedokteran ini semoga bisa menjelaskan betapa beratnya kuliah di sana. 

#1 Sistem blok

Mahasiswa Fakultas Kedokteran ternyata punya sistem perkuliahan yang sedikit berbeda dengan fakultas-fakultas lain. Pada fakultas pada umumnya, perkuliahan berjalan berdasar sks yang diambil pada semester itu. Kalau mahasiswa Fakultas Kedokteran menggunakan sistem blok. 

Simpelnya, di dalam sistem blok itu ada kelas tutorial, kelas skill lab, dan praktikum. Mahasiswa tidak bisa memilih banyaknya kelas yang diambil seperti di sistem SKS. Di akhir blok diadakan ujian tulis, ujian lisan, ujian keterampilan medis, dan ujian praktikum. Oleh karena menggunakan sistem blok, mahasiswa Fakultas Kedokteran tidak ada ujian tengah semester dan ujian akhir semester. 

Keunggulan sistem blok, ujian menjadi lebih ringan. Blok-blok yang sudah dilewati sebelumnya tidak akan muncul di ujian blok lain. Mudahnya, kalau satu blok sudah diselesaikan, langsung lanjut ke blok berikutnya.

Sistem blok ini memungkinkan mahasiswa satu angkatan lulus secara bersamaan. Dengan catatan, mahasiswanya kuliah secara benar dan lurus-lurus saja. Artinya, tidak ada kondisi khusus yang membuat mahasiswa harus cuti kuliah atau mengulang perkuliahan. 

#2 Koas

Koas atau Co-Assistant adalah masa di mana seseorang menjadi asisten di rumah sakit. Tahap ini tidak seperti kerja praktek yang biasa dilakukan mahasiswa fakultas-fakultas lain sebelum mengambil tugas akhir. Koas justru dilakukan setelah mahasiswa lulus dari Fakultas Kedokteran. 

Baca Juga:

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Awalnya saya juga bingung, kenapa setelah lulus tidak langsung kerja saja? Ternyata, mereka yang sudah mengantongi ijazah kedokteran atau gelar S.Ked tidak serta merta bisa bekerja menjadi dokter. Mereka yang ingin bekerja sebagai dokter harus melanjutkan ke jenjang pendidikan profesi dokter. Jenjang ini terdiri dari 3 semester dan memakan waktu 1,5-2 tahun.  

Program koas dilakukan di rumah sakit yang sudah kerja sama dengan pihak kampus. Selama koas, mahasiswa akan digilir ke berbagai stase. Ada beberapa stase selama Koas seperti bedah, anak, THT, forensik, anestesi, kandungan, penyakit dalam, psikiatri, dan lain-lain. Mudahnya, stase semacam bidang-bidang yang harus dipelajari selama Koas. 

#3 UKMPPD

Setelah melewati masa koas, bukan berarti mereka langsung menjadi dokter. Mereka harus melewati Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Ujian yang digelar oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini bertujuan mengevaluasi kompetensi mahasiswa dalam memahami dan menerapkan ilmu kedokteran secara klinis. Setelah lulus ujian, mereka baru mengantongi gelar dokter (dr.) serta Surat Tanda Registrasi (STR). Berbekal dua hal itu, mereka baru bisa bekerja sebagai dokter. 

#4 DST

Berbeda dengan tiga istilah sebelumnya, DST adalah istilah tidak formal di kalangan mahasiswa koas untuk memudahkan komunikasi. DST singkatan dari Daya Suruh Tinggi. Istilah ini dilekatkan pada dokter umum, perawat, residen, spesialis, atai siapa saja yang selalu minta bantuan ke anak Koas. 

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum menjadi koas itu menderita. Mentang-mentang belum benar-benar menjadi dokter, mereka kerap dieksploitasi. Oleh karena itu, fase koas menjadi salah satu fase berat dalam perjalanan menjadi dokter. 

#5 Darah biru

Bagi masyarakat umum, darah biru berarti seseorang yang memiliki keturunan bangsawan. Di tengah mahasiswa Fakultas Kedokteran, darah biru punya arti yang berbeda, walau sebenarnya ada kemiripan sih. Mahasiswa kedokteran berdarah biru berarti berasal dari keluarga dokter atau bidang kesehatan seperti pemilik rumah sakit, pejabat penting rumah sakit. 

Dengar-dengar, mahasiswa darah biru itu lebih punya privilese ketika menjadi dokter. Contoh sederhananya, mereka bisa langsung bekerja di suatu rumah sakit setelah mengantongi gelar dokter. Suatu kesempatan yang ternyata tidak bisa dinikmati oleh seluruh lulusan kedokteran. 

Nah, di atas lima dari banyak istilah yang kerap digunakan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran. Mendengar istilahnya saja terbayang kan betapa ribet kuliah kedokteran? Nggak berani membanaykan kalau saya yang menjalaninya. 

Penulis: Riyanto
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kawanku, Tak Harus Kuliah Kedokteran untuk Jadi Mulia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 November 2023 oleh

Tags: darah biruDokterDSTfakultas kedokterankoasmahasiswa fakultas kedokteranmahasiswa kedokteransistem blokUKMPPD
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

osce pasien praktik dokter tenaga medis mojok

Pengalaman Saya Menjadi Pasien Standar OSCE

11 November 2020
beragam profesi di rumah sakit mojok

Beragam Profesi di Rumah Sakit selain Dokter dan Perawat yang Perlu Diketahui

15 November 2020
RUU Kesehatan yang Begitu Tergesa-Gesa: Apa Itu Proses? Apa Itu Asas Keterbukaan?

RUU Kesehatan yang Begitu Tergesa-Gesa: Apa Itu Proses? Apa Itu Asas Keterbukaan?

20 April 2023
7 Profesi yang Paling Sering Muncul di Drama Korea terminal mojok.co

7 Profesi yang Paling Sering Muncul di Drama Korea

29 Juni 2021
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Seharusnya Buka Prodi Bahasa dan Sastra Madura Dulu Saja daripada Fakultas Kedokteran

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Seharusnya Buka Prodi Bahasa dan Sastra Madura Dulu Saja daripada Fakultas Kedokteran

17 April 2024
Haruskah Menteri Kesehatan Seorang Dokter? terminal mojok.co

Haruskah Menteri Kesehatan Seorang Dokter?

23 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.