Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

Teddy Afriansyah oleh Teddy Afriansyah
10 Maret 2026
A A
Lulus S2 dan Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, padahal Peluang Jadi Akademisi di Surabaya Nggak Kalah Menarik Mojok.co

Lulus S2 dan Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, padahal Peluang Jadi Akademisi di Surabaya Nggak Kalah Menarik (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ibu Kota masih saja dianggap sebagai kiblat kesuksesan anak muda. Seolah-olah mereka yang bertahan di daerah asal tidak memiliki peluang sukses sama sekali. Bahkan, mereka yang lulus S2 pun tidak bebas dari anggapan semacam ini. Mungkin itu mengapa keluarga saya masih saja bertanya kapan saya merantau ke Jakarta setelah wisuda pascasarjana di Surabaya. 

Mungkin di mata banyak orang, memegang ijazah magister dianggap belum afdal kalau belum mencicipi kerasnya aspal Sudirman atau Thamrin. Siklus narasi usang tersebut terus berulang tiada henti setiap musim wisuda tiba hingga saya akhirnya kena giliran juga. Padahal, saya memilih menetap di Surabaya setelah mengantongi ijazah S2 bukan tanpa alasan, ada segudang keuntungan yang nggak disadari banyak orang. 

Surabaya minim stres

Di Indonesia, Surabaya termasuk  salah satu kota besar. Namun, Surabaya menawarkan ketenangan batin jauh lebih masuk akal dibanding kota besar lain seperti Jakarta. Di Kota Pahlawan ini, lulusan master bisa tetap produktif menulis jurnal tanpa perlu stres memikirkan kemacetan gila. 

Biaya hidupnya pun lebih ramah di kantong. Menikmati pecel pincuk pinggir jalan raya sudah cukup mengenyangkan perut sampai siang menjelang. Di samping itu, ritme kerja daerah Jawa Timur terasa jauh lebih manusiawi. Waktu luang sehabis jam kantor masih bebas dipakai bersantai mendiskusikan teori kebudayaan. Jarak tempuh perpindahan antar tempat nongkrong begitu singkat serta sangat efisien. 

Biaya hidup ramah kantong membuat pikiran jernih merencanakan tabungan jangka panjang. Keseimbangan rutinitas bekerja sekaligus menikmati indahnya kehidupan harian dapat terwujud nyata.

Lulusan S2 sudah punya ekosistem akademik

Bagi saya, menetap di Surabaya sungguh menjadi keputusan paling logis. Terlebih, saya punya cita-cita sebagai tenaga pengajar muda. Kota terbesar kedua Pulau Jawa ini punya puluhan kampus besar siap menampung cendekiawan baru bermutu. 

Saya bisa bebas melamar pekerjaan tanpa pusing memikirkan biaya bongkar muat barang. Mengemas tumpukan buku tebal ke dalam puluhan kardus sangatlah merepotkan. Bertahan menetap pada kamar kos lama jelas menghemat banyak tenaga berharga.

Membangun relasi akademik terasa jauh lebih mudah berbekal jaringan pertemanan semasa kuliah. Sistem jalan raya Kota Pahlawan sudah terekam rapi dalam kepala. Menghafal rute transportasi publik wilayah baru pastinya memakan waktu adaptasi lumayan lama. Tetap tinggal pada lingkungan familiar justru membuat proses transisi dunia profesional amat mulus. Koneksi para dosen senior bisa langsung dimaksimalkan mencari celah proyek penelitian bergengsi.

Baca Juga:

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

Menggugat narasi Jakarta-sentris

Menurut saya, doktrin kesuksesan menuntut pusat sentralisasi Jakarta wajib segera diruntuhkan selamanya. Prestasi tinggi tetap bernilai mahal meskipun dirintis dari luar Ibu Kota. Cerdas mengatur ketenangan pikiran jauh lebih penting daripada sekadar mengejar gengsi letak geografis. Menjadi akademisi atau pekerja lepas daerah terbukti menjanjikan kesejahteraan finansial luar biasa. Menolak pindah domisili bukanlah tanda menyerah kalah melawan kerasnya pertarungan nasib.

Menjaga kesehatan mental jelas jauh lebih berharga dibandingkan mengejar validasi sosial palsu. Bertahan pada zona nyaman fungsional terbukti amat ampuh meningkatkan produktivitas berpikir kritis. Pemuda daerah, baik lulusan S2 atau tidak, bebas menciptakan definisi sukses menggunakan standar takaran kebahagiaan masing-masing. Berjuang membangun karier bermakna dari timur pulau Jawa nyatanya sungguh menyenangkan. Biarlah gemerlap ibu kota dinikmati oleh kumpulan pencari validasi metropolitan saja.

Penulis: Teddy Afriansyah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2026 oleh

Tags: akademisiDosenJakartalulusan S2magisterpascasarjanaS2Surabaya
Teddy Afriansyah

Teddy Afriansyah

Teddy Afriansyah. Pemuda Gen Z dengan ijazah S2 mengilap yang sedang berjuang menjadi dosen. Bisa diajak diskusi serius soal teori kebudayaan, tapi belakangan lebih sering overthinking memikirkan nasib pelamar jalur murni yang selalu keok melawan nepotisme.

ArtikelTerkait

4 Stereotip Mahasiswa Unair dari Masyarakat terminal mojok.co

4 Stereotip Mahasiswa Unair dari Masyarakat

25 Desember 2021
Cara Menjadi Mahasiswa S2 yang Baik dan Benar

Cara Menjadi Mahasiswa S2 yang Baik dan Benar

4 Oktober 2022
3 Hal Ini Seharusnya Ada di Bukittinggi, Hidup Pasti Akan Lebih Nyaman Mojok.co

3 Hal Ini Seharusnya Ada di Bukittinggi, Hidup Pasti Akan Lebih Nyaman

6 Januari 2024
Surabaya di Mata Orang Sidoarjo Nikmat, tapi Bikin Baper (Unsplash)

Bagi Orang Sidoarjo, Surabaya Adalah Kota yang Penuh Kenikmatan, Asal Kamu Betah Panas dan Nggak Baperan

15 Maret 2024
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan 

11 September 2025
Kasta Mi Pangsit di Surabaya, Kuliner dengan Keragaman yang Luar Biasa

Kasta Mi Pangsit di Surabaya, Kuliner dengan Keragaman yang Luar Biasa

4 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Pustakawan, Profesi yang Sering Dianggap Remeh, padahal Kerjanya Enak dan Banyak Untungnya

7 Mei 2026
Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026
Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026
Kampus-Kampus Bangkalan Madura Bakal Jadi "Pabrik" Pengangguran kalau Tidak Mau Berbenah Mojok.co

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

6 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah
  • Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran
  • Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM
  • Jejak Digital Kekerasan Seksual Bikin Trauma Anak Berkepanjangan, Pemulihan Korban Tak Cukup Hapus Konten
  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.