Luar Biasa, ini Makna yang Terkandung dalam Lagu Baru Kekeyi “Keke Bukan Boneka”

Artikel

Nurfikri Muharram

Dua hari yang lalu, artis kesayangan kita semua (hah, kita???) yaitu Rahmawati Kekeyi Putri Cantikka atau yang lebih dikenal dengan nama Kekeyi baru saja merilis single pertamanya yang berjudul “Keke Bukan Boneka”. Lagu baru Kekeyi ini mendapat sambutan yang meriah dari netizen Indonesia. Lhoo, langsung trending, Broooo. Saat menulis tulisan ini, music videonya Kekeyi telah ditonton 8,4 juta kali dan bertengger di trending nomor satu di YouTube MENGALAHKAN LAGU TERBARU DARI BALCKPINK DAN LADY GAGA (maaf ngegas).

Trending-nya lagu baru Kekeyi ini membuktikan bahwa karya anak bangsa masih mampu bersaing dengan karya musisi luar. Sebagai orang yang memiliki jiwa nasionalisme dan cinta tanah air yang tinggi, saya ikut bangga. Saya tentu tidak ingin ketinggalan menonton video lagu baru Kekeyi ini.

Setelah saya tonton, memang sangat tidak mengecewakan. Lagu baru Kekeyi ini ternyata punya makna yang sangat dalam dan sangat relatable af dengan kehidupan percintaan banyak orang.

Kalau kualitas kostum dan suara Kekeyinya gimana? Kalau itu sih, saya menolak untuk berkomentar. Nggak penting itu, sudah banyak yang jawab di kolom komentar videonya.

Sekadar info saja, bahwa lagu ini ternyata merupakan ciptaan Kekeyi sendiri, mari kita beri applause buat Kekeyi karena menciptakan lagu bukanlah hal yang mudah apalagi sampai menjadi trending nomor satu di YouTube Indonesia. Mungkin dari sekarang Kekeyi harus menyadari bahwa bakatnya adalah menciptakan lagu bukan mukbang pentol.

Oke, mari kita kembali ke topik utama tulisan ini yaitu mengenai makna yang terkandung dalam lagu baru Kekeyi.

Dari judul saja yaitu “Keke Bukan Boneka”, Kekeyi mencoba menunjukkan pada dunia bahwa dia adalah manusia independen yang menolak diatur dan dikendalikan oleh para elit global, dia menolak dituduh sebagai boneka dan meyakini bahwa seorang manusia memiliki kuasa atas dirinya sendiri.

Baca Juga:  Nggak Hanya Gudeg, Aset Jogja adalah Es Teh Angkringan

Bait pertama,

Kau dulu pernah bilang kepada diriku
Untuk memulai cinta ini
Tetapi setelah kita jalani
Aku merasa tertipu

Pada bait pertama, Kekeyi merasa tertipu oleh seseorang yang pernah mengaku mencintainya, tetapi ternyata hanya memanfaatkan dirinya. Fenomena seperti ini sudah kita ketahui sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia dalam percintaan anak muda.

Merasa sikap sang pacar berbanding terbalik saat masih PDKT. Perubahan sikap pasangan yang jadi lebih dingin dan tampak tak seantusias saat masih proses pendekatan bikin mereka merasa tertipu. Apalagi kalau ternyata di tengah jalan, pasangan itu mau sama mereka karena ada maunya saja. Tentu mereka menyesal kok dulu mau-maunya sama diajak pacaran.

Bait kedua

Ucapanmu manis di bibir saja
Buatku luluh jadinya
Semua cinta yang kamu berikan
Ternyata hanya settingan

Pada bait ini, Kekeyi merasa ucapan sang mantan kekasih hanya manis di bibir sedangkan tingkah lakunya yang seolah mencintai Kekeyi ternyata hanya palsu belaka.

Hal ini umum ditemui dari kisah sepasang insan yang sedang mencinta, mereka mudah luluh hanya karena gombalan manis yang keluar dari lawan jenis yang ternyata tanpa disadari mereka telah terjebak dalam kisah asmara palsu dan ujung-ujungnya hanya menimbulkan penyesalan di belakang.

Reff

Aku bukan boneka mu
Bisa kau suruh suruh
Dengan seenak mau mu

Aku bukan boneka mu
Bisa kau rayu rayu
Kalau kau bosan, pergi dan menghilang

Keke bukan boneka boneka boneka
Keke bukan boneka boneka boneka

Pada bagian reff ini, Kekeyi menegaskan kepada sang mantan kekasih bahwa dia juga adalah seorang manusia, bukan boneka yang bisa disuruh-suruh dan dirayu kemudian ditinggalkan begitu saja.

Baca Juga:  Nggak Suka Kekeyi tapi Bikin Kekeyi Terkenal, Anda ini Gimana sih?

Kekeyi ingin menujukkan bahwa dirinya juga manusia yang memilki perasaan, bahwa dia juga bisa merasakan sakit seperti manusia pada umumnya, dan bahwa dia juga berhak dicintai seperti yang lainnya.

Menurut saya bagian reff inilah yang paling ngena di hati saya setelah menonton videonya, banyak dari kita yang terjebak dalam toxic relationship dan tidak sadar akan hal itu atau mungkin saja kita sadar tetapi merasa tidak bisa meninggalkan sang pasangan karena alasan cinta. Nah, pada lagu ini kita bisa memaknai secara tersirat perjuangan Kekeyi untuk coba melepaskan diri dari jeratan toxic relationship yang pernah dia alami, saat dia merasa hanya diperlakukan seperti boneka—bukan sebagai manusia oleh pasangannya.

Mungkin itulah makna yang bisa saya tafsirkan dari lagu ini. Awalnya saya pun menganggap bahwa lagu ini hanya sekadar lucu-lucuan saja, tetapi setelah mendengarkannya dengan seksama ternyata ada hal yang sangat dalam di dalam lagunya.

Meskipun begitu, kok bisa-bisanya masih banyak hujatan yang mengalir deras buat Kekeyi padahal dia tidak melanggar norma apa pun di dalam lagu barunya.

Kalau dipikir-pikir, Jadi Kekeyi emang serba salah. Makan pentol dihujat, main TikTok dihujat, menyanyi pun dihujat. Jadi sebenarnya, netizen nih maunya dia ngapain? Diem aja? Lho emang kalian mau nanggung semua kebutuhan dan biaya hidupnya apa?

BACA JUGA Nanya Serius, Emang Apa sih Salahnya Kekeyi? atau tulisan Nurfikri Muharram lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
29


Komentar

Comments are closed.