Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Logika Karyawan Sakit Sedang Sabotase Bisnis ala Coach Tom Itu Logis

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
1 Juni 2021
A A
keranda terbang coach tom karyawan sakit sabotase bisnis manipulasi karyawan mojok

coach tom karyawan sakit sabotase bisnis manipulasi karyawan mojok

Share on FacebookShare on Twitter

“Bisa bangun ga? Bisa. Bisa jalan ga? Bisa. Bisa makan ga? Bisa. Bisa naik motor ga? Bisa,”

Sabda dari Coach Tom MC Ifle. Dalam video berlanggam TikTok berdurasi 43 detik ini, sang Coach menekankan kemungkinan sabotase bisnis dari karyawan yang sering izin sakit. Menurut blio, karyawan macam itu tidak lebih sedang mensabotase Anda. Anda bisa mencari sendiri video Coach Tom semudah mencari lubang di jalan Gejayan.

Lho lho lho?

Jaman sekarang justru mensabotase bisnis ya dengan cara dateng ke kantor sambil jadi carrier virus lah. ??? pic.twitter.com/cLbHRm70dH

— Tach Tech Boom (@taktekbum) May 31, 2021

Sudah nonton? Inhale, exhale. Sruput kopi dan sulut rokok dahulu. Sebab, saya yakin wajah Anda sedang menebal di depan bacot sang Coach.

Wajar jika Anda emosi, menggeretakkan gigi, atau keluar rumah sambil berteriak “ra mashok!” Video yang disajikan lengkap dengan senyum tanpa dosa si Coach tadi memang nggatheli. Dengan mudah sang Coach tadi bikin konspirasi karyawan sakit sebagai bentuk sabotase. Kawan-kawan anarko sindikalis pasti malu, dan Lord Rangga akan terperangah dengan teori konspirasi kelas wahid ini.

Tapi, sebenarnya apa yang diutarakan Coach Tom ini logis lho. Tidak ada yang salah dari sudut pandang blio. Tapi, untuk memahami betapa logisnya logika Coach Tom, kita perlu menggunakan nalar maha jenius dari blio. Nalar kaum pinggiran yang gajinya secantik UMR Jogja pasti susah memahami.

Kemungkinan meriang, tifus, COVID-19, sampai wafat tentu akan merugikan bisnis. Sebab, karyawan adalah bagian dari alat produksi sebuah bisnis. Bayangkan Anda sedang masak mi instan, tapi tiba-tiba kompor Anda rusak. Gagal kan produksi Anda. Nah itulah logika yang digunakan Coach Tom.

Jadi, karyawan harus tahu diri sebelum izin sakit. Selama masih bisa berangkat, ya berangkat saja. Jangan pedulikan kejang-kejang atau nafas sesak, Anda masih bisa berangkat kerja kok. Kan Anda belum mati, masih ada sedikit kesadaran yang bisa menguntungkan profit bisnis tempat Anda kerja. Cobalah mengerti, bos Anda butuh hasil kerja Anda untuk memperkaya diri dan segenap investor.

Baca Juga:

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Kalau perlu, buatlah surat izin 30 hari sebelum meninggal. Kan enak kalau kita menyatakan, “Pak saya ingin mengajukan pengunduran diri di 30 hari ke depan. Alasan saya adalah saya akan wafat.” Enak tho? Kan boss Anda bisa memberi motivasi, “Terima kasih atas dedikasi Anda. Semoga sukses di padang Masyar.” Betapa mulianya Anda dalam memajukan bisnis serta memperkaya boss.

Oleh karena menjadi bagian dari alat produksi, maka pemberitahuan 30 hari sebelum wafat ini perlu. Kan bos Anda jadi punya waktu untuk recruitment. Posisi yang Anda tinggalkan bisa segera terisi oleh pegawai baru. Jadi wafatnya Anda tidak akan merugikan bisnis dari boss. Kan persetan dengan keluarga yang Anda tinggalkan. Persetan dengan anak dan pasangan Anda yang akan kesulitan meneruskan hidup. Sebab, yang penting adalah “kerja, kerja, tifus, kerja!”

Logika sabotase juga logis lho dengan cara pikir Coach Tom. Kurang logis apa coba, kan bisnis itu penuh dengan sabotase. Baik dari rival, karyawan yang menuntut hak, ataupun karyawan loyal yang sedang berjuang melawan sakit. Nah, sakit ini bisa mensabotase sebuah bisnis, meskipun terjadi pada karyawan yang loyal sekalipun.

Harusnya, karyawan tahu diri. Kalau memang loyal pada bos, kondisikan kesehatan Anda. Ingat, satu hari Anda izin bisa menunda bos Anda untuk beli sepatu Kickers yang punya kemewahan tinggi tapi tetap bau ketika menginjak tai. Masak ngaku loyal tapi masih bisa sakit. Meskipun kita sedang terancam pandemi, jangan sampai sakit.

Tidak peduli jika pekerjaan Anda harus menemui banyak orang dan belum vaksin. Tidak peduli Anda tidak bisa jaga jarak, karena loyalitas Anda sedang dipertaruhkan. Atau memang Anda berniat melakukan sabotase, sehingga Anda izinkan penyakit datang meskipun Anda tidak sadar? Wah pantas saja Coach Tom marah pada Anda, wahai manusia sakit-sakitan yang merugikan bisnis dari borjuis yang giat mengisap hidup karyawannya!

Jika memang sudah tidak mampu, sewa saja ambulans untuk mengantar Anda ke kantor. Kalau sampai harus terbaring lemah di RS, cobalah mengajukan WFH (Work From Hospital). Jangan sampai badan hancur Anda menggagalkan bisnis bos. Kan cuma sakit, kalau mau wafat juga bisa izin dulu.

Jadi bagi Anda kaum pinggiran bergaji UMR yang humble, cobalah mengerti. Bos Anda punya cita-cita besar: memperkaya diri sendiri. Jangan sampai mimpi bos Anda disabotase oleh mimpi pribadi untuk hidup sehat secara fisik dan psikis. Ingat, Anda adalah alat kerja dari bisnis bos. Anda kan bukan manusia lagi yang diperhitungkan kondisi serta aspirasinya.

Tapi, kalau Anda memang tidak cocok dengan bos semacam Coach Tom, ya apa boleh buat. Sabotase saja bisnis bos Anda secara langsung. Toh bos semacam Coach Tom memang berotak jenius dalam menjalankan bisnis. Tapi, hati nurani mereka memang sedang ditempatkan di rektum dan siap dibuang ke toilet.

Sumber gambar: YouTube Creepy Savage

BACA JUGA Daripada Tips Hidup Hemat Bergaji UMR, Warga Jogja Lebih Butuh Ilmu Ini dan tulisan Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: Bisniscoach tomeksploitasikaryawan sakitPojok Tubir Terminal
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Nas Daily Dikecam Adalah Kabar Baik, Saatnya Kita Menuntut Etika dari para Influencer! terminal mojok.co

Nas Daily Dikecam Adalah Kabar Baik, Saatnya Kita Menuntut Etika dari para Influencer!

9 Agustus 2021
Hilangnya Sense of Crisis Media yang Suka Glorifikasi Kekayaan Nagita Slavina? terminal mojok.co

Hilangnya Sense of Crisis Media yang Suka Glorifikasi Kekayaan Nagita Slavina?

7 Agustus 2021
Jogja Istimewa, Gunungkidul Merana

Jogja Istimewa, Gunungkidul Merana

20 Juli 2022
Nolak Ikutan Kampanye Vaksin dengan Alasan Consent Itu Sungguh Ramashok! terminal mojok.co

Nolak Ikutan Kampanye Vaksin dengan Alasan Consent Itu Sungguh Ramashok!

30 Juli 2021
Langkah Konkret Membatasi Peredaran Buku Bajakan, Bukan Tentang Tere Liye terminal mojok

Langkah Konkret Membatasi Peredaran Buku Bajakan, Bukan Tentang Tere Liye

31 Mei 2021
figur publik konferensi pers permintaan maaf kasus mojok

Publik Figur Minta Maaf karena Terjerat Kasus Itu Nggak Perlu Dilakukan

11 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Punya Usaha Warung di Desa Harus Siap dengan Risiko Banyak Orang Ngutang yang Entah Kapan Dibayarnya

9 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang

10 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.