Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Liverpool yang Arogan, Lupa Diri dan Berpotensi Jadi Leicester City Jilid 2

Lukman Khakim oleh Lukman Khakim
27 Juli 2020
A A
Liverpool

Liverpool di Tangan Fiersa Besari, Beni Satryo, Putri Marino Hingga Dilan

Share on FacebookShare on Twitter

Liga Inggris musim 2019/2020 telah selesai. Liverpool, yang sudah diprediksi sejak awal tahun, resmi menjadi juara. Penantian selama 30 tahun, usai sudah.

Tak ayal, rekan-rekan saya, fans Manchester United, berdengung, ribut, cemburu. Ya maaf saja, Manchester United terakhir kali juara Liga Inggris pada 2012/2013 saat Sir Alex Ferguson masih menukangi klub itu.

Setelah Fergie pensiun, United kesulitan untuk bersaing. Para fans United banyak yang menyebut bahwa Liverpool baru satu trofi saja sudah sombong, sedangkan United sudah punya 13.

Menilik lebih dalam, Liverpool sejatinya sudah memiliki 18 piala Liga Inggris sebelum mereka menambahkannya menjadi 19. Namun, 18 piala yang dikoleksi Liverpool terjadi di format lama Liga Inggris, sebelum musim 1992/1993. Jadi, memang masuk akal kalau baru sekali ini Liverpool meraih piala Liga Inggris format baru. Sementara itu, Manchester United punya 20 piala Liga Inggris dan 13 di antaranya berhasil diraih di era baru.

Menjadi juara tentunya sangat membahagiakan bagi setiap fans Liverpool. Namun, sayangnya, saya menemui banyak fans Liverpool ini terlalu larut dalam euforia juara sehingga lupa diri dan terkesan arogan.

Hal ini membuat geram pihak lain. Misalnya Frank Lampard, selaku pelatih Chelsea, yang sempat terlibat adu mulut dengan staf Liverpool. Adu mulut ini bermula saat pemain The Blues dianggap melakukan pelanggaran terhadap Sadio Mane yang pada akhirnya membuahkan gol kedua untuk The Reds. Lampard mengutarakan pendapatnya bahwa anak asuhnya tidak melakukan pelanggaran.

Kejadian ini tidak berakhir begitu saja, setelah pertandingan usai dengan kemenangan Liverpool, Lampard menyebut bahwa tuan rumah jangan terlalu arogan karena baru saja menjadi juara Liga Inggris. Namun, tak lama setelah itu Lampard sangat menyesali hal itu.

Cap arogan kembali didapat Liverpool dari pemain MU, Andreas Pereira. Secara gamblang, dia menyebut dua penggawa The Reds, yaitu James Milner dan Virgil van Dijk sebagai pemain yang arogan.

Baca Juga:

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Persamaan Kontroversi Feodalisme Pondok Pesantren dan Liverpool yang Dibantu Wasit ketika Menjadi Juara Liga Inggris

Sebagai fans sepak bola, saya rasa pendapat Lampard dan Pereira itu ada benarnya. Menjadi juara memang kerja yang sangat berat. Namun, akan lebih berat lagi untuk dua hal setelahnya. Pertama, mempertahankan gelar juara. Kedua, tidak menjadi arogan dan sombong ketika sedang berdiri di puncak dunia.

Jika melihat dari perolehan piala pun, Liverpool, setidaknya belum boleh jemawa. Mereka masih tertinggal satu piala dari MU. Jika musim depan anak asuh Jurgen Klopp ini terlalu besar kepala, ya tidak heran kalau mereka terjerembab ke dalam kegagalan.

Mereka tak boleh terbawa euforia terlalu dalam dan akhirnya melempem pada musim selanjutnya seperti Leicester City. Mereka harus siap menghadapi musim-musim selanjutnya yang lebih berat.

Chelsea sudah bangkit di bawah asuhan Lampard. Pembelian pemain baru yang dilakukan Chelsea sangat menjanjikan. United, yang ditukangi Ole Gunnar juga makin stabil menjelang akhir musim. Jangan lupakan Manchester City, meskipun cuma juara dua, musim ini mereka bisa menjebloskan 102 gol.

Pelajaran untuk Liverpool sebetulnya sudah terjadi di Liga Champions. Terlalu fokus dengan Liga Inggris membuat mereka, yang berstatus juara bertahan, harus tersingkir diajang saat berhadapan dengan Atletico Madrid di babak 16 besar. Sekali lagi, ini bukti kalau mempertahankan lebih berat ketimbang meraihnya.

Selain harus meninggalkan sikap arogan, Liverpool harus menyiapkan mental untuk musim depan. Ya, mental juara itu harus terus dipelihara. Jangan sampai, The Reds merasa sudah memenangi semuanya lalu meremehkan setiap lawan. Kalau itu yang terjadi, siap-siap saja mereka jadi bahan olok-olok fans rival.

Bagaimana menurut pembaca, apakah Liverpool menjadi arogan setelah juara Liga Inggris?

BACA JUGA Manchester United Layak Dibenci Karena Fans Mereka Seperti Anak Kecil atau tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2020 oleh

Tags: chelsealiga inggrisLiverpoolmanchester united
Lukman Khakim

Lukman Khakim

ArtikelTerkait

Real Madrid, Klub yang Tidak Punya Zaman (Unsplash) la liga

Real Madrid, Klub yang Tidak Punya Zaman

9 Mei 2024
Sebagai West Brom Fans, Saya Setuju Jika Liverpool Layak Juara

Sebagai West Brom Fans, Saya Setuju Jika Liverpool Layak Juara

18 Maret 2020
Renaissance Coutinho dan Luis Alberto, Ketika Kebahagiaan Itu Nomor Satu

Renaissance Coutinho dan Luis Alberto, Ketika Kebahagiaan Itu Nomor Satu

23 Maret 2020
Arsenal Masih Membutuhkan Coutinho Meski Willian Resmi Bergabung MOJOK.CO

Arsenal Masih Membutuhkan Coutinho Meski Willian Resmi Bergabung

10 Agustus 2020
Apa Betul Arsenal Bisa Hidup Tanpa Arsene Wenger? MOJOK.CO

Arsenal, Karyawan yang Dirumahkan, dan Serangan Tidak Berfaedah kepada Mesut Ozil

7 Agustus 2020
Liverpool

Liverpool di Tangan Fiersa Besari, Beni Satryo, Putri Marino Hingga Dilan

16 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.