Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

LinkedIn Adalah Aplikasi Paling Toksik yang Pernah Saya Gunakan, Ini 4 Alasannya!

Erfransdo oleh Erfransdo
3 Januari 2026
A A
3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal Mojok.co

3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal (unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Hampir semua para pencari kerja pasti tidak akan asing lagi dengan aplikasi LinkedIn, apalagi bagi mereka yang baru lulus alias fresh graduate. Bahkan kini mahasiswa pun sudah terbiasa untuk meng-update pencapaiannya di LinkedIn mulai dari posisinya di organisasi kemahasiswaan sampai pengalaman magang di perusahaan.

Pertama kali saya mengenal dan membuat akun LinkedIn saat duduk di bangku SMA sekitar 10 tahun yang lalu. Saat itu saya belum tahu bagaimana cara menggunakan aplikasi ini. Saya hanya meng-update pendidikan lalu ditinggal begitu saja sebelum memakainya lagi menjelang lulus kuliah.

Selama lebih dari satu dekade menggunakan aplikasi ini, bagi saya LinkedIn adalah aplikasi paling toksik yang pernah saya gunakan karena beberapa hal berikut ini.

#1 LinkedIn sering bikin orang insecure

Saya yakin kalian akan sepakat kalau LinkedIn itu jadi aplikasi yang paling sering bikin orang insecure. Setiap buka LinkedIn, banyak orang yang dengan bangganya mengumumkan bahwa doi baru saja diterima kerja di perusahaan dengan posisi yang mentereng. Hal ini tentunya bikin para job seeker alias pencari kerja yang menganggur lama merasa insecure karena tidak seberuntung orang yang sepertinya mudah untuk mendapatkan pekerjaan.

Sebenarnya ya, itu hal yang wajar sih. Sebab itu memang fitur LinkedIn. Tapi kalian tahu maksud saya lah.

Melihat kawan satu seangkatan yang baru diterima kerja langsung insecure. Melihat adik tingkat yang lebih dulu diterima kerja rasanya diri ini tidak berharga di mata para perekrut. Lama-kelamaan rasa insecure itu berubah menjadi rasa demotivasi. Membuka LinkedIn menjadi khawatir sehingga merasa semua usaha yang dilakukan menjadi sia-sia sehingga berakhir tidak percaya diri lagi.

#2 Banyak yang haus akan validasi

Kita tahu bahwa LinkedIn merupakan aplikasi untuk mencari kerja. Namun, banyak dari penggunanya yang mengharapkan banyak komentar dan like ketika mengumumkan dirinya baru diterima kerja atau sekadar mengunggah kegiatannya bekerja. Setiap satu jam sekali dilihat sudah berapa orang yang berinteraksi dengan unggahannya.

Seiring berjalannya waktu kini LinkedIn malah menjadi aplikasi yang membuat orang haus akan validasi dan pengakuan. Semua kegiatan pekerjaannya baik yang penting sampai tidak penting diunggah ke LinkedIn seperti membuat status di Facebook atau Instagram. Lebih gongnya lagi, banyak yang memakai kata-kata mutiara seolah-olah mereka adalah seorang motivator andal yang sudah sukses dunia akhirat.

Baca Juga:

LinkedIn Bukan Aplikasi Toksik, Justru Kamu yang Harusnya Sadar Diri!

3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal

#3 Pamer posisi dan pencapaian sudah jadi budaya

Mengumumkan baru diterima kerja di suatu perusahaan mungkin jadi hal yang wajar karena ingin berbagi kebahagiaan dengan orang lain—meskipun ada juga yang memilih untuk tidak membagikannya ke publik. Setiap orang memang memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkan kebahagiaan. Tapi, kebiasaan memamerkan posisi dan pencapaian dapat menjadi budaya yang toksik.

Semua orang hanya tertarik membagikan kebahagiaan saja sementara hal-hal sedihnya seperti ditolak perusahaan berkali-kali tidak pernah dipublikasikan. Semua orang hanya fokus merayakan mereka yang baru diterima kerja, tapi yang baru kena lay-off atau di-ghosting oleh perekrut sama sekali tidak ada yang peduli.

#4 Banyak komentar template di LinkedIn

Entah sudah berapa seringnya saya mendapati komentar template dari pengguna LinkedIn terhadap suatu postingan. Terkadang antara postingan dengan komentarnya tidak nyambung karena sudah kebiasaan template. Ada suatu momen di mana seorang HR membuat status receh, namun banyak dari mereka yang memberikan komentar “very insightful, “great job”, “very inspiring”, dan kata-kata pujian lainnya. Saya sih agak ngakak ya bacanya.

Bagi saya pribadi, LinkedIn itu aplikasi pencari kerja paling toksik sekaligus sebagai ajang untuk melatih mental apalagi buat para pengangguran yang belum kunjung mendapatkan pekerjaan impiannya.

Penulis: Erfransdo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Anggapan LinkedIn Sosmed Toxic Hanyalah Kedok bagi Mereka yang Nggak Siap Menghadapi Dunia Profesional

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Januari 2026 oleh

Tags: jobseekerLinkedInlowongan kerja di LinkedInpencari kerja
Erfransdo

Erfransdo

Lulusan pertanian yang terjun ke dunia media. Peduli isu-isu budaya dan lingkungan. Gemar baca buku dan nonton bola.

ArtikelTerkait

jobseeker

Dear Jobseeker, Bagaimana Mau Dapat Kerja jika Posisi yang Dilamar Saja Tidak Tahu?

6 Desember 2021
Anggapan LinkedIn Sosmed Toxic Hanyalah Kedok bagi Mereka yang Nggak Siap Menghadapi Dunia Profesional Mojok.co

Anggapan LinkedIn Sosmed Toxic Hanyalah Kedok bagi Mereka yang Nggak Siap Menghadapi Dunia Profesional

8 Agustus 2024
Tips Apply CV via LinkedIn biar Nggak Cuma Ngetik "Interested" di Kolom Komentar terminal mojok.co

Tips Apply CV via LinkedIn biar Nggak Cuma Ngetik “Interested” di Kolom Komentar

30 April 2021
Seandainya Lionel Messi Karyawan Kantoran yang Kontraknya Nggak Diperpanjang terminal mojok.co

Seandainya Lionel Messi Karyawan Kantoran yang Kontraknya Nggak Diperpanjang

7 Agustus 2021
3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal Mojok.co

3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal

30 Maret 2025
linkedin mirip facebook postingan aneh mojok

LinkedIn Lama-lama kok Malah Jadi Mirip Facebook, ya?

26 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026
Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas Terminal

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

8 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

5 Mei 2026
Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.