Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Lini Masa Kim Seon Ho, Subtitle Squid Game, dan Terjemahan Bahasa Korea yang Bikin Nangis

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
29 Oktober 2021
A A
Lini Masa Kim Seon Ho, Subtitle Squid Game, dan Terjemahan Bahasa Korea yang Bikin Nangis terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Tepat hari Selasa lalu, kita memasuki babak baru skandal Kim Seon Ho. Huft. Rasanya panjang dan melelahkan sekali menghabiskan sepanjang pekan dicekoki oleh para warganet yang terbagi ke dalam dua kubu: membela Kim Seon Ho dan menghujatnya habis-habisan. Beruntunglah Dispatch, yang dulu kerap dianggap sebagai momok bagi para fans fanatik, merilis lini masa yang memperlihatkan bagaimana hubungan Kim Seon Ho dengan mantannya yang berinisial CYA selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Peliknya romansa Kim Seon Ho nggak kalah bikin jengkel jika dibandingkan dengan Yu Na Bi di drakor Nevertheless karena mereka sama-sama bodoh dalam cinta. Kisah Kim Seon Ho dan CYA yang hampir kayak drakor memang menarik buat dibahas. Tapi dari lini masa Dispatch tersebut, sebenarnya ada hal yang nggak kalah menarik, yakni problem terjemahan bahasa Korea ke bahasa Inggris yang bikin kening berkerut.

Akun Twitter dan Instagram yang secara sukarela nge-translate lini masa Dispatch ini jumlahnya banyak sekali. Bahkan di hari itu, hasil terjemahannya lewat di timeline Twitter saya lebih dari tiga kali. dan saat itu, saya menemukan ada sebuah kejanggalan pada sebuah hasil terjemahan. Misalnya saja ada akun yang menerjemahkan bahwa seakan-akan ada orang yang melaporkan CYA ke Dispatch pada tanggal 11 Desember 2020.

Sebenarnya ada beragam konteks kebudayaan Korea yang nggak bisa diketahui dan dijelaskan oleh mesin penerjemah. Misalnya pada lini masa Dispatch, disebutkan bahwa selama bulan Agustus 2020, Kim Seon Ho memasak sup rumput laut selama dua minggu. Bagi orang awam, tentunya kalimat ini akan bikin bingung.

“Hah, apa hubungannya masak sup rumput laut sama skandal?”

Mesin penerjemah nggak akan memberi informasi di balik filosofi sup rumput laut yang sangat mengakar kuat di masyarakat Korea. Kita nggak akan pernah mendengar Google Translate ngomong, “Sup rumput laut tuh dimakan sama para ibu yang baru selesai melahirkan atau keguguran, Ngab,” setelah kita pencet ikon “translate”.

Di Squid Game pun ada kejadian serupa. Ingat dengan episode pertama dari serial Netflix fenomenal ini? Jika kalian menggunakan subtitle Inggris atau Indonesia, pasti yang akan tampil di layar adalah Red Light, Green Light atau Lampu Merah, Lampu Hijau. Padahal dalam bahasa Korea, permainan ini filosofis banget karena mengandung nama bunga nasional Korea Selatan, Mugunghwa atau Hibiscus. Kalimat yang diucapkan oleh Younghee, atau si boneka raksasa berpakaian kuning, “Mugunghwa kkochi pieossseumnida,” berarti ketika bunga Hibiscus mekar. FYI, Mugunghwa ini ada dalam lirik lagu kebangsaan Korea Selatan, “Aegukga”.

Mengenai Squid Game ini, translator-nya nggak memakai Google Translate, Naver Papago, atau Bing. Disebutkan kalau mereka memiliki “reading speed limit”, yaitu mereka hanya bisa menggunakan karakter dalam jumlah tertentu dalam dialog sehingga mereka perlu melakukan parafrase. Tapi bagi para orang Korea asli, misalnya saja Youngmi Mayer yang mengkritisi hal ini, menerjemahkan dengan melewatkan filosofi budaya adalah hal yang sangat disayangkan.

Baca Juga:

Alasan yang Bikin Saya Kecewa setelah Menonton Squid Game 2

3 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan kepada Mahasiswa Jurusan Bahasa Korea dan Bikin Geleng-geleng

Saya pun pernah mengalami kekesalan lantaran mesin penerjemah nggak tahu konteks dari kata atau kalimat yang dialihbahasakan. Saya inget waktu dulu nonton drakor Police University, nama kontak saudara tiri Kang Seon Ho disimpannya sebagai “Kkeomddakji”. Kkeomddakji ini adalah semacam slang yang dipakai buat menjuluki orang yang menempel sama kita layaknya permen karet atas dasar rasa nyaman. Buat para Moa atau fans TXT pasti sering banget denger julukan ini. Tapi pada saat itu, subtitle yang diterjemahkan secara literal dari bahasa Korea ke bahasa Inggris mengartikan kkeomddakji sebagai “pet”. Jauh banget, Pak.

Selain berkenaan dengan konteks, rintangan yang kita hadapi ketika menerjemahkan bahasa Korea ke bahasa Inggris adalah karena bahasa Korea nggak membedakan antara singular dan plural. Kata Kim Seong Kon, seorang profesor bahasa Inggris di Seoul National University dan ketua Literature Translation Institute of Korea, sih, gitu. Selama saya belajar bahasa Korea pun jarang sekali saya temui native speaker maupun textbook yang memakai bentuk plural. Akibatnya, saya sering lupa nambahin –s dan –es waktu ngetik dalam bahasa Inggris. Kebanyakan baca bahasa Korea, sih, huhuhu.

Bahasa Inggris juga cenderung nggak punya level of politeness dalam bahasanya. Kalau di bahasa Indonesia, kita punya panggilan “Anda” yang lebih sopan daripada “kamu”, dan dalam bahasa Jawa ada “panjenengan” yang bisa kita pakai saat berbincang dengan orang yang lebih disegani, alih-alih menggunakan “kowe”. Begitu pula bahasa Korea. Ada berbagai macam seruan untuk lawan bicara yang disesuaikan dengan kondisi. Sayangnya, mesin penerjemah sering mengartikan “you” atau “kamu” sebagai “dangsin” yang mana ini adalah kata sapaan khusus untuk orang yang sedang marah atau panggilan sayang bagi suami istri.

Bahasa Korea, dan saya rasa bahasa-bahasa lain, memang kompleks banget. selain harus belajar kosakata dan tata bahasa, konteks dari setiap kalimat yang kita susun pun harus kita ketahui. Penerjemah yang beroperasi berdasarkan AI dan machine learning memang terus berkembang dari masa ke masa, tapi saat ini kemampuannya masih belum bisa menandingi penerjemah manusia.

Nggak apa-apa sih kalau terpaksanya harus menggunakan Google Translate, Naver Papago, dan Bing. Tapi di balik itu, ada risiko yang harus kita terima, misalnya mangkel karena terjemahan update-an BTS jadi penuh dengan kata-kata kasar. Atau bisa juga dianggap sebagai fans nggak tahu diri karena hasil alihbahasa yang seringkali nggak sopan dan belum dikonjugasikan dengan benar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2021 oleh

Tags: bahasa KoreaDispatchKim Seon-hoSquid Gamesubtitleterjemahan
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Kenapa Orang Indonesia Kesulitan Belajar Bahasa Korea dan Bahasa Jepang Terminal Mojok

Kenapa Orang Indonesia Kesulitan Belajar Bahasa Korea dan Bahasa Jepang?

2 Juni 2022

Kim Seon Ho: Karakter Selalu Multitalenta, tapi Mbuh Soal Cinta

18 September 2021
7 Tips Belajar Bahasa Korea Otodidak biar Makin Lancar Nonton Drakor

7 Tips Belajar Bahasa Korea Otodidak biar Makin Lancar Nonton Drakor

14 Juli 2022
kripto squid game penipuan

Koin Squid Game dan Penipuan dalam Dunia Kripto

4 November 2021
Menghitung Peluang Permainan Kelereng Ganjil-Genap dalam Film Squid Game terminal mojok.co

Menghitung Peluang Permainan Kelereng Ganjil-Genap dalam Film Squid Game

10 Oktober 2021
4 Alasan Sulitnya Berteman dengan Penutur Asli Bahasa Korea terminal mojok

4 Alasan Sulitnya Berteman dengan Penutur Asli Bahasa Korea

27 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria
  • Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental
  • Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros
  • Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri
  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.