Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Eretan Wetan Indramayu, Venesia Jawa Barat yang Nggak Estetik Sama Sekali

Akmal Maulana oleh Akmal Maulana
24 Desember 2025
A A
Eretan Wetan Indramayu, Venesia Jawa Barat yang Nggak Estetik Sama Sekali

Eretan Wetan Indramayu, Venesia Jawa Barat yang Nggak Estetik Sama Sekali (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ngapain jauh-jauh liburan ke Venesia Italia? Kalau cuma mau cari “kota dengan genangan air” sih ke Eretan Wetan Indramayu aja.

Kalau kalian adalah kaum mendang-mending yang bermimpi liburan romantis ke Venesia tapi tabungannya cuma cukup buat beli seblak ceker, saya punya kabar gembira yang mengguncang jiwa. Lupakan Italia. Lupakan ribetnya mengurus visa dan paspor. Cukup jalan kaki ke terminal, naik Elf jurusan Pantura yang sound system-nya bikin jantung berdebar, lalu bilang sama keneknya dengan lantang, “Kiri di Eretan Wetan, Bang!”

Selamat datang di Water World dengan kearifan lokal yang hakiki.

Di Eretan Wetan, Indramayu, kami tidak mengenal istilah “banjir tahunan” atau “banjir lima tahunan”. Itu terlalu amatir. Bagi kami, banjir itu bukan tamu agung yang datang setahun sekali, tapi sudah dianggap keluarga sendiri, meskipun tipe keluarga parasit yang nggak tahu diri.

Di sini, air laut masuk rumah itu rutinitas, seakrab notifikasi tagihan paylater di HP kalian. Kalau orang kota bangun tidur langsung cek notifikasi WhatsApp atau Instagram, warga Eretan Wetan bangun tidur refleknya beda. Kami cek lantai. “Wah, hari ini airnya semata kaki, lumayan, bisa buat cuci muka sekalian cuci kaki tanpa perlu repot ke kamar mandi.”

Tinggal di Eretan Wetan Indramayu jadi punya “kemampuan super”

Coba perhatikan struktur bangunan di Eretan Wetan Indramayu. Ini adalah fenomena arsitektur yang layak masuk studi kasus mahasiswa Teknik Sipil. Pintu-pintu rumah di sini makin lama makin pendek. Bukan, ini bukan karena kami terobsesi dengan film The Hobbit atau ingin meniru gaya hidup kurcaci. Ini murni karena lantainya yang terus-terusan diurug (ditinggikan).

Ini adalah kompetisi paling aneh sedunia. Lomba Cepat Meninggikan Lantai vs Naiknya Permukaan Air Laut.

Tahun ini kami menang urug setengah meter, eh, bulan depan air lautnya tambah tinggi semeter. Begitu terus siklusnya sampai jarak antara lantai dan kusen pintu atas makin intim. Lama-lama, masuk rumah sendiri rasanya kayak masuk gua pertapaan. Warga harus membungkuk khidmat. Bukan karena sopan santun kepada tuan rumah, tapi karena takut jidat benjol kejedot kusen.

Baca Juga:

Nestapa Tinggal di Kendal: Saat Kemarau Kepanasan, Saat Hujan Kebanjiran

Potensi Wisata Indramayu yang Belum Tergarap Maksimal

Tak jarang, tamu dari luar desa yang belum terbiasa akan mengalami culture shock. Masuk rumah harus nunduk, duduk di kursi kakinya masih kebasahan, dan kalau mau ke toilet harus pakai teknik navigasi pelaut ulung.

Kendaraan berteman dengan karat

Mari bicara soal kendaraan. Kalian yang di Jakarta mungkin pusing mikirin uji emisi atau ganjil-genap. Kami di Eretan Wetan Indramayu punya musuh yang lebih nyata: karat.

Motor di sini punya siklus hidup yang tragis, mirip kisah cinta yang kandas di tengah jalan. Baru lunas cicilan, eh, knalpotnya sudah keropos dimakan ganasnya air garam. Rantai motor warnanya bukan lagi hitam atau silver mengkilap, tapi oranye karat yang estetis kalau dilihat dari kacamata seni rupa kontemporer, tapi bikin nangis getih kalau dilihat dari dompet.

Servis motor di bengkel Eretan itu bukan lagi sekadar ganti oli atau ganti kampas rem, tapi ganti rangka. Montir di sini adalah profesi paling prospektif, karena setiap hari ada saja motor yang menyerah pada nasib dan butuh pertolongan pertama akibat keracunan air laut.

Belum lagi masalah penyakit kulit. Rangen atau kutu air adalah sahabat karib jari-jari kaki kami. Di Eretan Wetan Indramayu, salep kulit itu statusnya sama pentingnya dengan beras. Wajib ada. Jadi kalau kalian lihat warga sini jalannya agak jinjit-jinjit lucu, jangan diketawain. Itu bukan gaya jalan model catwalk, tapi karena sela-sela kakinya lagi perih digerogoti air asin.

Respons pemangku kebijakan

Dari semua hal di atas, yang paling jenaka dari semua penderitaan ini tentu saja respons para pemangku kebijakan. Eretan Wetan Indramayu ibarat spot foto wajib, semacam hidden gem politik, bagi pejabat atau calon legislatif menjelang pemilu.

Biasanya mereka datang bergerombol dengan mobil dinas yang AC-nya dingin, memakai rompi oranye atau seragam partai, dan sepatu bot necis yang masih bau toko. Lalu dimulailah ritual itu: menunjuk-nunjuk genangan air dengan wajah prihatin (pastikan angle kameranya bagus dan pencahayaannya dramatis), mengangguk-angguk seolah paham beban hidup kami di sini. Lalu berjanji akan membuat tanggul raksasa, breakwater, polder air, atau apalah istilah teknis yang terdengar canggih di telinga rakyat jelata.

Setelah foto didapat dan potensi suara diamankan, mereka pulang ke rumahnya yang kering, nyaman, dan bebas nyamuk. Sementara kami warga Eretan Wetan Indramayu? Ya tetap lanjut nyerok air, Lur!

Janji mereka itu sifatnya water soluble, alias larut dalam air. Begitu kena rob pasang, janjinya hanyut entah ke mana. Mungkin terbawa arus sampai ke Laut Jawa.

Ironi ini makin terasa perih kalau kita ingat posisi Indramayu di peta nasional. Indramayu itu katanya daerah kaya. Lumbung padi nasional, katanya. Kota Mangga, julukannya. Punya kilang minyak raksasa yang apinya menyala 24 jam, menyumbang devisa triliunan buat negara.

Tapi kok ya, mengurus satu wilayah di pesisir saja rasanya berat betul? Apa mungkin kami ini dianggap sebagai eksperimen evolusi manusia?

Saya kadang curiga, jangan-jangan pemerintah pusat diam-diam sedang melakukan riset biologi jangka panjang. Mereka berharap warga Eretan Wetan Indramayu lama-lama bermutasi punya insang di leher dan sirip di punggung. Jadi nanti nggak perlu anggaran buat relokasi atau bikin tanggul, karena warganya sudah bisa bernapas dalam air. Aquaman cabang Pantura.

Kalau kalian merasa dunia tidak adil, coba main dulu ke Eretan Wetan Indramayu

Di sisi lain, hidup di Eretan mengajarkan kami tentang romantisasi yang gelap. Orang pacaran di sini punya tantangan tersendiri. Kalau mau ngapel ke rumah pacar, pastikan cek pasang surut air laut dulu. Jangan sampai berangkat ganteng pakai parfum wangi, eh, sampai rumah pacar celana basah kuyup sepinggang dan motor mogok kemasukan air.

Cinta memang butuh pengorbanan. Tetapi kalau pengorbanannya tiap minggu ganti busi, ya boncos juga, Bos.

Jadi, buat kalian yang hidupnya lagi capek, merasa dunia tidak adil karena gaji numpang lewat, atau overthinking karena gebetan nggak balas chat, mainlah ke Eretan Wetan Indramayu. Lihatlah bagaimana kami hidup berdampingan dengan air laut yang makin agresif merampas tanah kami, namun kami tetap bisa tertawa. Di sini, kami belajar satu hal penting: harapan itu sama seperti air rob. Kadang pasang tinggi sekali, tapi seringnya bikin becek dan meninggalkan lumpur masalah yang nggak kelar-kelar.

Salam dari kami, calon warga Atlantis cabang Pantura.

Penulis: Akmal Maulana
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Potensi Wisata Indramayu yang Belum Tergarap Maksimal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Desember 2025 oleh

Tags: banjir roberetan wetaneretan wetan indramayuIndramayuindramayu jawa baratwisata indramayu
Akmal Maulana

Akmal Maulana

Mahasiswa IAI PDK Kampus Putih Indramayu.

ArtikelTerkait

Nestapa para Pelaju Semarang-Demak, Tiap Hari Cemas karena Banjir Rob Sayung Demak Semakin Mengerikan

Nestapa para Pelaju Semarang-Demak, Tiap Hari Cemas karena Banjir Rob Sayung Demak Semakin Mengerikan

25 Juni 2025
Nestapa Tinggal di Kendal: Saat Kemarau Kepanasan, Saat Hujan Kebanjiran

Nestapa Tinggal di Kendal: Saat Kemarau Kepanasan, Saat Hujan Kebanjiran

22 Desember 2025
Indramayu mojok.co

Suka Duka Mahasiswa Asal Indramayu, dari Dianggap Norak Sampai Ngaku dari Cirebon

4 Juli 2020
5 Tanda Kalian Nggak Cocok Hidup di Indramayu Jawa Barat, Pikir Dua Kali Sebelum Tinggal di Sana Mojok.co

5 Tanda Kalian Nggak Cocok Hidup di Indramayu Jawa Barat, Pikir Dua Kali Sebelum Tinggal di Sana

29 Mei 2024
Ilustrasi Semarang Banjir Besar (Unsplash)

Semarang Banjir Besar, Mematahkan Konsep Lagu “Semarang Kaline Banjir” karena Sekarang Semua Daerah Banjir!

14 Maret 2024
Indramayu , Kabupaten yang Bisa Saja Setara Jakarta, tapi Malah Memilih Jadi Kabupaten Semenjana

Indramayu, Kabupaten yang Bisa Saja Setara Jakarta, tapi Malah Memilih Jadi Kabupaten Semenjana

2 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.