Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bedono, Desa di Demak yang Berkawan (Kelewat) Akrab dengan Rob

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
10 Agustus 2023
A A
Bedono, Desa di Demak yang Berkawan (Kelewat) Akrab dengan Rob

Bedono, Desa di Demak yang Berkawan (Kelewat) Akrab dengan Rob (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi yang belum tahu, Bedono merupakan desa yang terletak di sebelah utara Kabupaten Demak dan masuk dalam wilayah kecamatan Sayung. Desa ini sebenarnya sudah masyhur di kalangan masyarakat, sebab di sana ada makam waliyullah yakni Syekh Abdullah Mudzakir yang sering dikunjungi para peziarah. Makamnya berada di tengah laut.

Konon, sebenarnya makam tersebut dulunya berada di kawasan perkampungan, namun karena adanya abrasi, kampung tersebut kemudian tenggelam dan anehnya makam Syekh Mudzakir tidak terkena dampaknya.

ADVERTISEMENT

Saya sering berkunjung ke Bedono, alasannya ya karena keluarga besar dari ibu berasal dari sana. Tentu sudah menjadi hal yang wajib, tatkala lebaran khususnya di hari pertama kami sowan ke sana. Selain itu, saya juga beberapa kali ke Bedono dengan tujuan silaturahmi atau sekadar main saja.

Ada banyak kisah yang mungkin bisa diceritakan dari desa Bedono, entah itu manis atau pahit. Namun bagi saya Bedono adalah satu daerah yang memorable.

Langganan terjadi rob

Rumah simbah saya tepat berada di Dukuh Bedono, Demak. Yang menarik dari daerah ini adalah, rumahnya punya arsitektur yang disesuaikan dengan “kondisi geografis”. Jadi misalnya kalian main ke sana, pasti akan banyak menjumpai rumah-rumah dengan model ditinggikan. Sehingga jika kita mau masuk rumah tersebut kita harus menunduk terlebih dahulu karena bisa jadi kita akan lebih tinggi dibanding pintu rumah. Kemudian ada juga model rumah apung, yang mana rumah tersebut berada di atas air.

Tapi, yang pasti, rumah-rumah di sana selalu dikelilingi oleh air laut. Lho?

Simbah sering bercerita bahwa, Bedono memang sudah berteman akrab dengan abrasi atau rob. Biasanya kalau sudah masuk waktu sore atau saat malam hari, air sering naik. Kadang cuman naik di sekitar teras, kadang juga masuk rumah. Ya begitulah kalau saat rob, mau apa-apa susah, akhirnya salatnya juga di rumah sebab musala juga terendam air laut. Begitu kira-kira cerita simbah.

Dulu saya pernah ke rumah simbah sekitar jam 10-an pagi. Waktu itu tepat saat hari pertama lebaran, tapi air rob tingginya masih sekitar bawah lutut dan atas mata kaki. Saya sekeluarga nggak berani mengendarai motor dan melewati air rob. Selain khawatir motor kami mogok, hal yang paling menjengkelkan juga adalah motornya bisa karatan. Jadi motor tersebut kami parkir di masjid dan akhirnya jalan kaki menuju rumah simbah.

Baca Juga:

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

Dampak adanya rob, banyak akses jalan yang rusak

Kalau boleh mengurutkan, rasanya saya yakin bahwa, daerah Sayung, terutama Bedono merupakan top tier jalanan paling buruk di Kabupaten Demak. Jalanan di sana tampaknya lebih pantas difungsikan khusus untuk pengendara motor trail saja, bukan pengendara secara umum. Bahkan Vario saya dek kolongnya pernah pecah karena terbentur dengan permukaan jalan yang tidak beraturan.

Tapi ya apa boleh buat, ada akses ke desa Bedono saja itu hal yang patut disyukuri. Sebab sebagus apa pun jalan itu dibangun, tapi kalau lawannya adalah air rob, tetap saja bakalan terkikis dan rusak. Makanya dulu Bedono pernah mendapatkan dana dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan dana tersebut digunakan untuk pembangunan talud jalan dan peninggian jalan. Tujuannya ya supaya meminimalisir terendam air rob.

Penduduk Bedono rata-rata berprofesi sebagai nelayan

Ada satu hal yang patut disyukuri di Bedono, Demak, yakni kekayaan hasil laut yang melimpah. Masyarakat Bedono rata-rata memang berprofesi sebagai nelayan, termasuk simbah saya, sebab di sana mencari ikan itu seperti membalikkan telapak tangan, artinya mudah sekali.

Bahkan dulu saya sempat iseng menggunakan branjang anco yang berada di sungai depan rumah simbah. Saya kurang tahu bagaimana teknik yang benar dalam penggunaannya, namun dulu saya tenggelamkan sejenak kemudian saya angkat dan itu langsung mendapatkan ikan. Memang sebegitu kayanya hasil laut di Bedono. Jadi tak ayal, banyak masyarakat Bedono yang berprofesi sebagai nelayan.

Bedono dulu dan sekarang

Saya pernah melihat foto-foto jadul saat pernikahan ibu dan bapak di Bedono sekitar 1998-an yang lalu. Dalam foto tersebut, tampak bahwa rumah simbah memiliki halaman depan yang luas, bahkan ada beberapa pohon pisang yang tumbuh. Katanya, dulu jarak rumah dan pantai utara masih cukup jauh, bahkan di sekitaran rumah simbah masih terdapat lapangan yang luas dan beberapa pepohonan.

Namun sekarang, kita hanya bisa melihat Bedono dengan beberapa rumah yang dikelilingi air laut. Malahan dua dukuh di sana yakni dukuh Rejosari dan Tambaksari sudah tenggelam menjadi laut hingga ada sekitar 300 KK yang kini berpindah tempat. Tentu Bedono yang dulu sudah sangat berbeda dengan Bedono yang sekarang.

Dari sini kita bisa paham bahwa rob atau abrasi bukanlah fenomena alam yang sepele. Ia memiliki potensi bahaya yang berkesinambungan, termasuk bisa berdampak buruk pada kondisi lingkungan, sosial, ekonomi bahkan budaya masyarakat pesisir. Maka dari itu, penting bagi kita untuk tetap peduli pada kondisi alam sekitar dan selalu menjaga ekosistem yang ada dengan baik.

Penulis: Ahmad Nadlif
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Masalah Banjir Rob di Morodemak Tak Akan Selesai Jika Sumur Bor Tetap Lestari

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2023 oleh

Tags: banjir robbedonodemakjawa tengahLaut
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

Purwokerto Selatan, Kecamatan Paling Ideal di Banyumas yang Sering Disepelekan

Purwokerto Selatan, Kecamatan Paling Ideal di Banyumas yang Sering Disepelekan

9 Maret 2024
Rembang Punya Wisata Alam yang Menawan, Sayang Kotanya Tidak Berkembang Mojok.co

Dari Budaya Sampai Hiburan, Ini Alasan Kenapa Kabupaten Rembang Sebaiknya Ikut Jawa Timur

15 September 2025
3 Keunikan Ambarawa yang Tidak Dimiliki Kota Lain Terminal Mojok

3 Keunikan Ambarawa yang Tidak Dimiliki Kota Lain

16 Agustus 2022
Rekomendasi 5 Ruang Publik di Solo yang Cocok buat Nongkrong dan Pacaran. Dijamin Lebih Irit Ngumpul di Sini

Rekomendasi 5 Ruang Publik di Solo yang Cocok buat Nongkrong dan Pacaran. Dijamin Lebih Irit Ngumpul di Sini

29 Agustus 2023
5 Ide Bisnis yang Sangat Cocok Dikembangkan di Temanggung

5 Ide Bisnis yang Sangat Cocok Dikembangkan di Temanggung

11 Agustus 2023
Kecamatan Kaliwungu Semarang, Anak Tiri yang Jauh & Terasing (Unsplash)

Kecamatan Kaliwungu Semarang, Anak Tiri Kabupaten yang Malah Lebih Akrab dengan Boyolali

12 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua Mojok.co

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

9 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.