Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pidato Wali Kota Diputar di Lampu Merah Surabaya: Inovasi yang Sia-sia, Cuma Jadi Polusi Suara

Bella Yuninda Putri oleh Bella Yuninda Putri
23 November 2023
A A
Pidato Wali Kota Diputar di Lampu Merah Surabaya: Inovasi yang Sia-sia, Cuma Jadi Polusi Suara Mojok.co

Pidato Wali Kota Diputar di Lampu Merah Surabaya: Inovasi yang Sia-sia, Cuma Jadi Polusi Suara (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai kota besar dan padat, tidak mengherankan kalau jumlah lampu merah di Surabaya ada banyak. Yang bikin heran itu, pidato Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diputar di beberapa lampu merah. Jadi ketika sedang menunggu lampu berwarna hijau, kalian akan mendengarkan suara merdu Pak Eri berpidato.  

Pidato di lampu merah Surabaya sebenarnya bukan hal baru. Beberapa lampu merah di pusat Kota Pahlawan pernah memutar suara imbauan terkait keselamatan berkendara. Imbauan diisi oleh pengisi suara bukan dari suara wali kota. 

Sejak Pak Eri menjabat, beberapa lampu merah dihiasi suaranya. Pidatonya bukan soal keselamatan perjalanan. Pidatanya membahas isu-isu yang sedang diperingati hari itu muilai dari Hari Anak, Piala Dunia, Hari Pahlawan, Hari Kemerdekaan, dan masih banyak lagi. 

Saya masih memahami kalau suara yang diputar di lampu merah seputar imbauan keselamatan berkendara. Imbauan seperti itu bisa mengingatkan pengendara untuk selalu berhati-hati. Namun, ide pidato Pak Eri yang diputar di lampu merah-lampu merah, saya nggak paham maksudnya apa. 

Tidak ada yang mendengarkan, hanya jadi polusi suara

Ini adalah alasan paling utama dari semua alasan. Siapa sih yang mau mendengarkan? Bayangkan suara pidato harus bersaing dengan sibuknya persimpangan yang dilewati truk tronton, angkot, transportasi online, motor, dan beragam kendaraan lainnya. Selain suara pidato tidak terdengar jelas, kondisi psikis pengendara tidak siap menerima informasi-informasi. 

Analisis saya, mungkin motivasi utama pembuatan pidato di lampu merah Surabaya  agar para pengguna jalan tidak gabut atau mengantuk saat menunggu lampu berubah jadi hijau. Tapi maaf, ide-ide itu tidak mempan. Pengendara tidak akan gabut dan ngantuk kok,  wong sibuk mengusir bau asap kendaraan yang menusuk hidup. Selama menunggu lampu menjadi hijau kami selalu mendengar deru mesin truk yang kencang.

Menghabiskan anggaran

Sebenarnya saya kurang memahami apakah membuat suara pidato untuk lampu merah di Surabaya memakan biaya besar. Namun, saya yakin inovasi ini memerlukan anggaran lebih banyak daripada lampu merah biasa. Pengeras suara di lampu lalu lintas juga perlu biaya, tidak bisa terpasang dengan sendirinya. 

Nah, bukankah lebih baik kalau dana menambahkan speaker itu dialihkan untuk pembenahan infrastruktur yang lain saja. Menurut saya, mengganti lampu merah yang rusak atau menambahkan cctv akan lebih berguna. Opsi lain agar lebih terasa manfaatnya, dana bisa dialihkan untuk memperbaiki jalan. Apalagi, masih banyak jalanan di Surabaya yang berlubang dan bergelombang.  

Baca Juga:

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

Pidato bisa lewat media lain, jangan di lampu merah

Saya terheran-heran, kenapa sih pidato harus disiarkan di lampu merah? Kalau memang ingin pesan pidato sampai ke pendengar, bukankah lebih efektif kalau Wali Kota Surabaya menggunakan saluran lain. Misal, televisi, radio, video di sosial media. Zaman sudah berkembang, Surabaya pun kota besar, sebaiknya saluran-saluran yang lebih modern yang dimanfaatkan. 

Di atas 3 alasan pidato wali kota di lampu merah Surabaya itu nggak berguna dan hanya menjadi polusi suara saja. Saya rasa Pemkot melakukan inovasi yang sia-sia. Lebih baik dihentikan saja. 

Penulis: Bella Yuninda Putri
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Lampu APILL di Surabaya yang Durasinya Ora Umum

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2023 oleh

Tags: lalu lintaslamou merahlampu merah surabayapidatoSurabayawali kota
Bella Yuninda Putri

Bella Yuninda Putri

Seorang Gen Z. Doyan menulis nonfiksi, fiksi, sampai puisi. Suka membahas topik seputar budaya, bahasa, dan keseharian di masyarakat.

ArtikelTerkait

Lamongan (Unsplash.com)

Lamongan Tak Butuh Diromantisasi, Apalagi Dibandingin Sama Jogja

23 Juni 2022
Surabaya Sebenarnya Kota Salah Urus, Buktinya Banyak Pohon Tumbang yang Mengancam Nyawa Pengendara Mojok.co

Surabaya Sebenarnya Kota Salah Urus, Buktinya Banyak Pohon Tumbang yang Mengancam Nyawa Pengendara

16 Maret 2024
Bahasa Jawa Surabaya yang Sulit Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia (Unsplash)

10 Bahasa Jawa Suroboyoan yang Paling Unik dan Sulit Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Para Perantau di Surabaya Wajib Tahu!

12 Desember 2023
Membandingkan Steak Moen-Moen dan Kampoeng Steak, Mana yang Lebih Enak?  Mojok.co

Membandingkan Steak Moen-Moen dan Kampoeng Steak, Mana yang Lebih Enak? 

31 Desember 2023
5 Rekomendasi Mi Ayam Dekat Kampus UNESA Ketintang, Wajib Disikat! mie ayam UNS

5 Rekomendasi Mi Ayam Dekat Kampus UNESA Ketintang, Wajib Disikat!

19 Juni 2022
Nagekeo, Surabaya Kedua di Pulau Flores

Nagekeo, Surabaya Kedua di Pulau Flores

12 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.