Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
21 September 2025
A A
Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya (unplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada kota di Jawa Timur yang paling sering disebut tapi paling jarang menjadi tujuan untuk tinggal, mungkin jawabannya Lamongan. Sebab, kota ini bukan kota yang lahir untuk jadi rumah bagi anak mudanya. Banyak anak muda yang lahir di Lamongan, besar sebentar, lalu pergi jauh. Entah ke Surabaya, Jakarta, atau bahkan luar negeri.

Jika hari ini kalian makan pecel lele di emperan jalan Jakarta, atau menyeruput soto Lamongan di gang sempit Jogja, hampir bisa dipastikan masakan itu karya orang Lamongan yang sedang merantau. Anehnya, yang terkenal justru makanannya, bukan kotanya.

Makanan yang mendahului kotanya

Lamongan memang bukan apa-apa kalau bukan karena makanannya. Pecel lele, soto Lamongan, sampai wingko babat sudah jadi ikon kuliner yang dikenal nyaris di seluruh Indonesia. Orang boleh nggak tahu letak Lamongan di peta, tapi kalau ditanya pecel lele, semua langsung paham dan mengaitkannya dengan kuliner nikmat, sambal, dan tenda-tenda di pinggir jalan.

Fyi saja, jika kalian penasaran kenapa awalnya warga Lamongan banyak yang merantau, maka jawabannya sederhana, semua gara-gara alam. Iya, orang sini punya ungkapan khas, “Wayah ketigo raiso cewok, wayah rendeng raiso ndodok.” Secara harfiah artinya, musim kemarau susah cebok karena air kering, musim hujan susah duduk karena banjir.

Ungkapan ini menggambarkan realitas keras Lamongan di masa lalu. Mau kemarau salah, mau musim hujan tambah salah. Hidup di kondisi begitu bikin orang berpikir ulang: bertahan di sini atau pergi cari rezeki di luar daerah? Maka merantau jadi pilihan rasional.

Pecel lele: dari tenda ke tenda

Kalau bicara pecel lele, ceritanya selalu sama. Seseorang dari Lamongan merantau ke kota besar. Awalnya cuma jadi asisten jualan, bagian goreng-goreng, atau tukang cuci piring. Lama-lama belajar resep, belajar teknik menggoreng sampai renyah, belajar belanja bumbu, jualan, dan ikut gabung komunitas.

Begitu sudah mahir, mereka buka tenda sendiri. Besoknya, saudara ikut bantu. Minggunya, tetangga datang. Bulan depannya, ada tenda baru di seberang jalan. Begitulah terus, sampai akhirnya pecel lele Lamongan jadi kuliner jalanan paling merakyat di negeri ini.

Kalau dilihat sepintas, ini seperti kisah sukses. Tapi kalau dipikir lebih dalam, ini sebetulnya ironi. Kenapa orang Lamongan harus pergi jauh-jauh hanya untuk bisa makan? Kenapa mereka tidak menjual pecel lele langsung di tanah kelahiran mereka sendiri dengan hasil yang layak?

Baca Juga:

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

3 Makanan Khas Jawa Timur Paling Red Flag, Cukup Sekali Dicoba atau Sekalian Nggak Usah Dicoba Sama Sekali

Desa miliarder pecel lele di Lamongan: kisah inspiratif atau bukti gagal?

Belakangan, viral lagi fenomena “desa miliarder pecel lele.” Banyak yang memuja, banyak yang bangga. Katanya, anak-anak Lamongan hebat, bisa survive di mana pun. Tapi kalau kita jujur, itu bukan kisah inspiratif, melainkan bukti gagalnya pemerintah daerah.

Sebab, jika di sini tersedia lapangan kerja yang layak, siapa yang mau pergi ke kota besar dan jauh dari keluarga? Kenapa harus jadi TKI atau TKW jauh-jauh ke luar negeri kalau sebenarnya bisa hidup mapan di kampung sendiri?

Teman saya pernah meliput fenomena yang bikin miris: di beberapa dusun Lamongan, populasi anak muda Gen Z mulai langka. Bukan karena wabah atau zombi, tapi karena hampir semua sudah merantau. Desa jadi sepi, tinggal orang tua yang menjaga rumah.

Harapan untuk anak muda Lamongan

Saya tidak sedang menafikan kerja keras para perantau Lamongan. Mereka luar biasa. Tapi akan lebih luar biasa lagi kalau mereka bisa memilih merantau karena ingin berkembang, bukan karena terpaksa mencari penghidupan yang layak.

Di titik ini, pemerintah daerah mestinya introspeksi. Bagaimana membuka lapangan kerja baru? Bagaimana membangun infrastruktur yang mendukung? Dan bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang sehat? Jangan cuma bangga bikin jargon dan baliho wisata, tapi lupa dengan inti persoalan: orang Lamongan pergi karena di rumah sendiri tak ada masa depan.

Kota yang harus belajar jadi rumah

Lamongan adalah kota yang selalu dikenang dari makanannya, tapi entah kenapa jarang dibahas dari kenyamanan hidupnya. Kalau pemerintah serius, seharusnya mereka berusaha menjadikan Lamongan bukan sekadar tempat kelahiran, tapi juga menjadi tempat yang bisa ditinggali dengan bangga oleh siapa saja warganya.

Supaya nanti tenda pecel lele di kota besar bukan lagi simbol anak Lamongan yang “mengungsi” demi hidup, melainkan simbol mereka yang melebarkan sayap karena di kampung halaman sudah mapan. Sebab, jika terus begini, Lamongan akan tetap jadi kota yang tak pernah lahir untuk jadi rumah bagi anak mudanya.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Lamongan Megilan: Tagline Kabupaten Paling Jelek yang Pernah Saya Dengar, Mending Diubah Aja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2025 oleh

Tags: anak mudaKabupaten Lamonganlamonganlamongan kotapecel lelepecel lele lamonganSoto Lamonganwarung pecel lele
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Plaza Lamongan Adalah Pusat Perbelanjaan Paling Aneh: Dianggap Mal kok Nggak Layak, Dianggap Pasar juga Nggak Pas

Plaza Lamongan Adalah Pusat Perbelanjaan Paling Aneh: Dianggap Mal kok Nggak Layak, Dianggap Pasar juga Nggak Pas

22 Oktober 2025
Kabupaten Lamongan Bikin Warganya Cuma Bisa Gibah (Unsplash)

Susahnya Menjadi Anak Kabupaten Lamongan: Bikin Iri sama Anak Surabaya, Malang, dan Jogja

9 September 2023
Rahasia di Balik Kata 'Rasa' dalam Makanan dan Minuman Kemasan terminal mojok.co

Mari Bersepakat Bahwa Indomaret Lebih Baik Daripada Alfamart

25 Juni 2019
Filosofi "Lendu'na Salubarani, Tawana Mo Tau To" dalam Kisah LDR Anak Muda Toraja

Filosofi “Lendu’na Salubarani, Tawana Mo Tau To” dalam Kisah LDR Anak Muda Toraja

27 Maret 2020
Lamongan Memang Maido-Able, sebab Lamongan Problematik dan Memprihatinkan

Lamongan Memang Maido-Able, sebab Lamongan Problematik dan Memprihatinkan

30 Desember 2025
Jadi Makanan Khas, Soto Justru Menempati Kasta Terendah dalam Sajian Hajatan di Lamongan terminal mojok (1)

Jadi Makanan Khas, Soto Justru Menempati Kasta Terendah dalam Sajian Hajatan di Lamongan

16 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Address: Motor Matic yang Namanya Aneh dan Asing, tapi Nyaman Dikendarai Mojok.co

Suzuki Address: Motor Matic yang Namanya Aneh dan Asing, tapi Nyaman Dikendarai

13 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Zalim yang Mengalahkan Kesalehan Zenix (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

15 Februari 2026
Pajak Naik dan UMR Mini- Sumber Derita Warga Jawa Tengah (Unsplash)

Pajak Naik dan UMR Mini Bikin Warga Jawa Tengah Bersyukur karena Diberi Kesempatan untuk Menderita Luar Biasa

13 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia
  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”
  • Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.