Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
9 Maret 2026
A A
4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap Mojok.co

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan Ramadan sudah memasuki pekan kedua. Artinya, sebentar lagi kita akan menyambut Idulfitri. Bagaimana, tiket mudik sudah di tangan, belum?

Ngomong-omong soal mudik atau pulang kampung, topik mengenai moda transportasi pasti nggak akan bisa dihindari. Ada banyak pilihan yang bisa kita akses untuk mengunjungi orang tua dan sanak saudara di kampung halaman. Mulai dari kendaraan pribadi, seperti motor dan mobil, lalu kendaraan massal, seperti pesawat, bus, kapal, dan kereta api bisa kita pilih yang sesuai dengan budget dan keperluan.

Kereta api termasuk moda transportasi yang paling banyak dipilih masyarakat. Buktinya, penjualan tiket untuk pulang kampung saja langsung sold out. Dari banyaknya rangkaian kereta api milik PT KAI, rangkaian kereta ekonomi menjadi yang paling laris. Ia memiliki ciri khusus kursi berhadapan dengan konfigurasi 3-2. Harga tiketnya sangat ramah di kantong para perantau. Jangkauannya pun ada di seluruh pulau Jawa, mulai dari barat ke timur hingga utara ke selatan.

Kereta api ekonomi akan diperbarui

Tapi, tahukah kamu bahwa kereta api ekonomi ini akan diperbarui? Rangkaian baru ini disebut dengan nama Rangkaian Kerakyatan. Pembaruan gerbong yang dilakukan oleh Balai Yasa Manggarai akan mengubah kapasitas tempat duduk yang awalnya berjumlah 106 buah menjadi 93 tempat duduk.

Jumlah tempat duduk yang berkurang itu disebabkan karena nggak akan ada lagi kursi yang berhadapan. Dampaknya, duduk adu dengkul atau duduk mundur yang khas di kereta ekonomi juga akan ikut menghilang. Leg room pun jadi lebih luas. Perubahan lainnya adalah kursinya juga nggak lagi berwarna cokelat nude, tapi diganti dengan warna turkuois. Tapi, konfigurasinya tetap 3-2, ya.

Banyak hal yang akan berubah

Jika nantinya Rangkaian Kerakyatan resmi beroperasi, akan terasa sekali banyak perubahannya. Bukan hanya soal desain maupun tata letak kursi di dalam gerbong yang akan berubah. Budaya di kereta ekonomi yang autentik dan melekat di benak masyarakat pengguna jasa PT KAI juga akan menghilang.

#1 Ruang sosial spontan hilang

Di rangkaian lama kereta ekonomi, kita mau nggak mau harus duduk berhadapan dengan penumpang lain yang benar-benar asing buat kita. Ketika duduk berhadapan, paling nggak interaksi kita adalah memberi salam melalui senyum. Kursi yang berhadapan ini juga membuat kita saling lihat dengan penumpang lain. Bahkan nggak menutup kemungkinan juga kita malah jadi ngobrol dengan mereka.

Kalau kursi kereta secara seragam menghadap ke depan, interaksi dengan penumpang lain jadi minim. Kita memang masih bisa berinteraksi dengan penumpang di sebelah, tapi intensitasnya tentu nggak sama seperti ketika duduk di kursi berhadapan.

Baca Juga:

Kereta Tambahan Gambir-Surabaya: Harga Selangit, Fasilitas (Amat) Sulit!

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

#2 Konflik di kereta ekonomi akan menipis

Duduk berhadapan dengan penumpang lain dengan situasi lutut ketemu lutut tentunya sangat rawan menimbulkan konflik. Sudahlah ruang yang kita kuasai kecil, suasana sesak, dan perjalanan lama bisa membuat siapapun tiba-tiba jadi sensi.

Di ruang kecil dengan akses terbatas untuk kaki ini jugalah kita belajar berdiplomasi. Misalnya, ketika kaki penumpang di seberang “melanggar batas”, kita belajar untuk mengingatkan. Ketika penumpang di samping kebanyakan gerak atau ngobrol sampai membuat kita terganggu, kita juga berlatih untuk menegur.

Dengan kursi yang semua menghadap ke depan dan “tetangga” kita cuma penumpang di sebelah, ruang yang kita kuasai jadi relatif lebih lega (sedikit). Akibatnya perjalanan jadi lebih nyaman dan konflik pun nggak akan sebanyak dulu.

#3 Pengalaman naik kereta ekonomi akan sama seperti kelas kereta lain

Selain kereta ekonomi ini, semua tempat duduk kereta api dari PT KAI menghadap searah laju kereta. Ketika kereta Rangkaian Kerakyatan juga ikutan menghadap ke depan, maka cerita unik dari kursi hadap-hadapan kereta ekonomi bakalan menghilang.

Beberapa orang mungkin merasa pusing karena duduk mundur, tapi selama delapan jam penuh harus bertahan demi bisa mencapai kota tujuan. Atau mungkin ketika dapat kursi yang menghadap ke belakang, pemandangan di luar jendela juga ikutan datang dari belakang. Nah, ini kan cerita-cerita yang unik.

#4 Bagi-bagi makanan nggak akan seramai dulu

Kereta ekonomi itu sarat akan masyarakat yang kolektif. Apalagi jika kita nggak sengaja satu area tempat duduk dengan rombongan ibu-ibu. Mustahil kita akan dibiarkan kelaparan selama perjalanan. Minimal banget mereka akan menawarkan makanan ringan kepada kita. Nggak menutup kemungkinan mereka malah ngasih nasi lengkap dengan lauk pauknya dan mengajak kita makan bersama.

Tapi ketika tempat duduk nggak lagi berhadapan, sensasi makan bersama penumpang lain tentu akan hilang. Kita nggak akan lagi makan sambil menonton ekspresi bahagia ibu-ibu ketika berbagi makanan dengan kita. Kini yang bisa kita tatap hanyalah sisi belakang kursi kereta.

Rangkaian kereta ekonomi lama memang menghadirkan hal yang khas, yang membuat kaki pegal dan “memaksa” kita berkenalan dengan orang asing.

Kereta api Rangkaian Kerakyatan ini merupakan rangkaian tambahan untuk rute Lempuyangan-Pasar Senen (PP) mulai 11 Maret sampai 1 April 2026. Iya, ia masih bersifat tambahan dan belum menjadi rangkaian yang resmi digunakan di seluruh rute. Tapi kalau kamu penasaran dengan kereta ini, penjualan tiket untuk kereta tambahan Lempuyangan-Pasar Senen ini sudah dibuka sejak 25 Februari 2026.

Kalau Rangkaian Kerakyatan benar-benar direalisasikan untuk semua kereta api dengan berbagai rute, maka hal-hal yang tadi saya sebutkan mungkin benar-benar akan berubah.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh”.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: KA ekonomiKAIKeretakereta apikereta ekonomiKereta Kerakyatan
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

23 November 2025
Ambarawa Ekspres, Kereta Api yang Menyesatkan Calon Penumpang

Ambarawa Ekspres, Kereta Api yang Menyesatkan Calon Penumpang

5 Januari 2026
Tim Mendang-Mending_ Surabaya-Jakarta PP Mending Naik Bus Atau Kereta Api_ terminal mojok

Tim Mendang-Mending: Surabaya-Jakarta PP Mending Naik Bus Atau Kereta Api?

6 Oktober 2021
Mudik Lebaran Naik Kereta Api Kahuripan: Harga Tiket Memang Bersahabat, tapi Menderita Sepanjang Jalan

Pengalaman Mudik Lebaran Naik Kereta Api Kahuripan: Harga Tiket Memang Bersahabat, tapi Deritanya Sepanjang Jalan

10 April 2024
Senjakala Layanan Kereta Api Kelas Bisnis di Indonesia Semakin Terlihat Jelas, Tinggal Menunggu Musnah

Senjakala Layanan Kereta Api Kelas Bisnis di Indonesia Semakin Terlihat Jelas, Tinggal Menunggu Musnah

3 Desember 2024
Meratapi Kebijakan Transit Commuter Line Dhoho-Penataran yang Semakin Rumit

Meratapi Kebijakan Transit Commuter Line Dhoho-Penataran yang Bikin Ruwet Penumpang

7 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat SPs UIN Jakarta Berbeda dengan Program Pascasarjana Kampus Lain Mojok.co

Akui Saja, Lulusan UIN Memang Skill-nya di Bawah Rata-rata, dan Inilah Penyebabnya

25 Maret 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Jadi Fans Manchester City Itu Berat, Nonton Bola dengan Tenang tapi Dicap Karbitan Seumur Hidup

Jadi Fans Manchester City Itu Berat, Nonton Bola dengan Tenang tapi Dicap Karbitan Seumur Hidup

24 Maret 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Menyenangkan Naik Kereta Whoosh, Kereta Cepat yang Jauh Lebih Baik ketimbang Kereta Cepat Taiwan

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Hampir Memiliki Anak Sudah Jadi Anugerah, Ibu Tak Apa Berjuang Mati-matian demi “Buah Hati” yang Belum Tentu Lahir ke Dunia
  • 4 Oleh-Oleh Gunungkidul “Red Flag” yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang sebagai Buah Tangan
  • Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C
  • Peringatan untuk Gen Z si Paling Soft Saving: Boleh Nabung Sambil Menikmati Hidup di Masa Kini, tapi Masa Tua Jangan Sampai Jadi Beban
  • Realitas Pahit Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan Dihina Saat Kumpul Keluarga
  • Dibanding Stasiun Lempuyangan, Saya Lebih Pilih Stasiun Tugu Jogja yang Mahal dan Ramai asal Tak Harus Menahan Emosi Menunggu Jemputan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.