Di tengah situasi serba tidak ideal itu, kuliah online bak memberi kesempatan kedua bagi seseorang. Mereka bisa meraih pendidikan setinggi-tingginya di tengah tanggung jawab kehidupan lain yang tidak bisa menunggu. Dan, seperti yang kita tahu, pendidikan bisa membawa seseorang ke kehidupan yang lebih baik. Tidak selalu memang, tapi kesempatan hidup sejahtera jadi lebih besar.
Bagi orang-orang yang hidupnya nggak linear dan tertata, Universitas Terbuka menawarkan sistem pembelajaran yang dibutuhkan: Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau yang kini lebih dikenal dengan istilah kuliah online. Sistem pembelajaran yang lebih mandiri, sehingga tiap mahasiswa bisa menyesuaikan waktu kuliah dengan ritme kehidupannya masing-masing.
Mereka ingin kuliah mandiri sebelum berangkat ke kantor? Bisa. Ingin belajar di sela-sela istirahat makan siang? Memungkinkan. Ingin kuliah di malam hari ketika tanggung jawab rumah tangga sudah diselesaikan? Bisa banget.
Universitas Terbuka (UT) simbol bertahan
Sistem pembelajaran mandiri semacam itu memungkinkan mahasiswa kuliah tanpa perlu menunggu hidup sepenuhnya rapi atau tertata. Di UT, keterbatasan waktu, jarak, dan kondisi hidup tidak serta-merta menjadi alasan untuk berhenti menempuh pendidikan. Tulisan Ibu Rumah Tangga dan Ojol juga Berhak untuk Kuliah, Universitas Terbuka Menerima Tanpa Batasan Apa pun! Sudah memotret dengan jelas perjuangan mahasiswa “anomali” yang tetap gigih untuk kuliah itu.
Di Universitas Terbuka, banyak mahasiswa tidak datang dengan cerita yang melulu mulus. Bahkan, beberapa di antaranya pahit. Mahasiswa UT seolah ingin menunjukkan apa itu bertahan di tengah kondisi yang serba tidak ideal.
Makna menempuh pendidikan tinggi atau kuliah jadi lebih dalam. Bukan sekadar berada di kampus favorit atau di mana seseorang menempuh pendidikan. Tapi, soal bagaimana seseorang memilih untuk bertahan, meski langkahnya pelan dan sering tertatih. Tentang keputusan-keputusan kecil yang diambil berulang kali, bahkan ketika tak ada yang melihat atau memberi pengakuan.
Mungkin di situlah pendidikan menemukan maknanya yang paling dalam. Bukan sebagai simbol keberhasilan yang cepat dan gemerlap, melainkan proses bertahan paling tangguh. Sebuah proses panjang untuk tetap hidup, tetap belajar. Mahasiswa yang hidup serba tidak ideal dan memilih kuliah di UT seolah mengingatkan kembali untuk percaya bahwa usaha hari ini, sekecil apa pun masih layak untuk selalu diperjuangkan.
Penulis: Nur Anisa Budi Utami
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















