Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Kukira Kau Rumah: Bagus, tapi Masih Banyak Celah

M. Iqbal Mubarok oleh M. Iqbal Mubarok
16 Februari 2022
A A
Kukira Kau Rumah: Bagus, tapi Masih Banyak Celah

Kukira Kau Rumah: Bagus, tapi Masih Banyak Celah (Instagram @officialkukirakaurumah)

Share on FacebookShare on Twitter

Lini masa media beberapa waktu lalu digempur dengan banyaknya potongan scene dan pendapat positif mengenai film Kukira Kau Rumah yang disutradarai oleh Umay Shahab. Film ini adalah film drama psikologis yang diadaptasi dari lagu berjudul sama milik Amigdala.

Tokoh utama dalam film Kukira Kau Rumah yaitu Niskala (Prilly), adalah seorang gadis cantik yang telah mengidap bipolar sejak SMP. Sejak awal film ini telah menyajikan scene yang cukup menarik dan membuat para penonton pasti senang sekaligus gemas melihatnya. Baru di pertengahan film, scene sedih mulai bermunculan, dan banyak adegan tidak terduga yang muncul dan membuat para penonton terkejut.

Sebagai seorang sutradara yang terbilang cukup baru dan sangat muda, Umay berhasil membuat banyak penikmat film Kukira Kau Rumah terharu. Namun, kenyataannya film ini masih banyak celah. Terutama dalam bagian alur film yang terkesan bermain aman. Pembagian mood suasana dalam film ini terkesan sangat memblok penonton. Sejak awal hingga pertengahan film, para penggemar akan melihat dan merasakan bagaimana Niskala bisa menemukan kebahagiaannya sendiri.

Bahkan para penggemar bisa merasakan perubahan sikap Niskala yang awalnya menahan diri menjadi sangat bebas dengan kekasihnya yang bernama Pram. Namun sejak awal masalah datang di pertengahan film, Niskala seakan mendapat masalah bertubi-tubi. Sehingga penyakitnya mulai kambuh dan membuat Pram kebingungan. Di scene ini kedua kekasih tersebut harus menelan kenyataan pahit bahwa hubungan mereka sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Pertengahan film hingga selesai, mood dalam film tetap tidak berubah. Sehingga Kukira Kau Rumah terkesan hanya seperti film yang dibagi dua, yaitu dari awal film hingga pertengahan scene bahagia. Sedangkan dari pertengahan hingga selesai, isi film tersebut berisi kesedihan dan kemalangan. Memang pembagiannya terkesan sangat seimbang, namun hal ini malah membuat alurnya tidak variatif dan beberapa penjelasan yang perlu namun dipilih untuk tidak dijelaskan.

Sehingga ada beberapa sebab-akibat adegan yang belum dijelaskan hingga film ini selesai. Poin yang ingin disampaikan (hal-hal keliru yang kerap terjadi, ketika menangani orang gangguan mental) bisa dengan mudah sampai ke beberapa penonton. Namun, ada beberapa point lain yang terlihat diabaikan. Sehingga sangat disayangkan jika film tersebut berakhir begitu saja tanpa ada lanjutan yang jelas.

Umay selaku sutradara memang terbilang orang baru sebagai orang di balik layar industri film Indonesia. Namun, tampaknya film Kukira Kau Rumah bisa menjadi catatan bagi Umay, agar bisa menjadi seorang sutradara yang lebih berani dan variatif dalam membuat sebuah alur.

Sedangkan film Kukira Kau Rumah tampaknya masih bisa ditolong jika ada kisah lanjutannya. Sehingga beberapa kesalahan yang telah terjadi bisa diperbaiki di film selanjutnya, itupun jika ada. Terutama beberapa poin yang memang perlu dijelaskan, agar tidak menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan penggemar. Meski banyak penonton yang cukup puas dengan ending dari film tersebut, namun tampaknya memang lebih baik kisah Niskala dan Pram dilanjutkan, agar utuh sampai kepada penggemarnya.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

5 Tayangan Netflix yang Sebaiknya Jangan Ditonton Saat Makan, Bikin Mual!

Meski pesan yang diinginkan Umay selaku sutradara telah sampai. Namun, untuk kepentingan cerita, tampaknya saran ini bisa dipertimbangkan lebih lanjut. Sebab elemen-elemen film lainnya di Kukira Kau Rumah telah terbungkus dengan rapi. Sehingga sangat disayangkan, jika film ini berakhir kurang memuaskan hanya karena beberapa poin tidak dijelaskan sama sekali.

Semoga saran ini bisa dipertimbangkan, dan diimplementasikan dalam film selanjutnya. Yaaah, filmnya kan meledak, masak nggak dilanjut? Siapa tau kan ya.

Sumber Gambar: Instagram @officialkukirakaurumah

Penulis: M. Iqbal Mubarok

Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2022 oleh

Tags: FilmKukira Kau RumahReview
M. Iqbal Mubarok

M. Iqbal Mubarok

Seorang penulis yang hanya mengandalkan Mood saja

ArtikelTerkait

Film-Film Bong Joon-ho dan Kapan Waktu Terbaik untuk Menontonnya

Film-Film Bong Joon-ho dan Kapan Waktu Terbaik untuk Menontonnya

12 Februari 2020
Mencari UI/UX Paling User Friendly di Aplikasi Belanja Online terminal mojok.co

Mencari UI/UX Paling User Friendly di Aplikasi Belanja Online

9 Juni 2021
6 Menu XXI Cafe Terlaris yang Cocok Jadi Teman Nonton di Bioskop

6 Menu XXI Cafe Terlaris yang Cocok Jadi Teman Nonton di Bioskop

21 Oktober 2023
Begini Cara Memberikan Review Produk yang Benar di Marketplace demi Kebaikan Bersama Seller dan Pembeli. Nggak Cuma Kasih Rating!

Begini Cara Memberikan Review Produk yang Benar di Marketplace demi Kebaikan Bersama Seller dan Pembeli. Nggak Cuma Kasih Rating!

29 Agustus 2023
Review Jujur Sandal Fipper dari Pengguna yang Sandalnya Dicuri Orang

Review Jujur Sandal Fipper dari Pengguna yang Sandalnya Dicuri Orang

10 Januari 2024
Isi Coklat SilverQueen Bites Beda? Mari Kita Buktikan!

Isi Coklat SilverQueen Bites Beda? Mari Kita Buktikan!

19 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.